“Hal yang paling mengenaskan dalam sebuah kata cinta adalah ketika cinta itu sendiri mematikan sebuah harapan yang ada. Memantapkan asumsi seseorang yang memang sudah tidak bisa bersatu karena alasan tertentu. Ini adil bagi takdir tapi tidak bagiku.” ~Vino~ *** Roy membantu Vino memasukkan baju-bajunya ke dalam koper. Dibandingkan baju milik Vino, bajuku jauh lebih sedikit sehingga aku lebih dulu selesai memasukkan semua bajuku di dalam koper lebih cepat. Ternyata di kehidupan rumah tanggaku yang paling rempong adalah si suami. Barang-barang Vino banyak dan nyaris keseluruhan barang-barangnya merk terkenal. Aku merasa inferior. Di perjalanan menuju apartemen, Vino memutuskan untuk pindah ke rumah yang sudah dibelinya sebelum pernikahan ini terjadi. Aku masih terheran-heran dengannya, k

