Aku menguap beberapa kali dan meregangkan tangan, lalu berdiri dengan malas. Aku membuka gorden yang menutupi jendela dan sinar mentari yang masuk melalui kaca jendela menyambutku. Aku tersenyum merasakan kehangatan sinar mentari. Ini senyumanku yang pertama di pagi hari ini. Selesai mandi dan mengenakan dress motif monochrome sepanjang lutut, aku dikejutkan dengan Vino yang masih tertidur di sofa menghadap televisi. Ini kedua kalinya aku menemukan dia tidur di sofa. Kenapa tidak tidur di kamar saja? Terlintas di benakku untuk mengerjai Vino. Aku tersenyum jahat sembari memandangi Vino yang masih tertidur pulas. Aku mengambil lipstik berwarna merah darah dari Mam dan memolesi lipstik itu dengan hati-hati ke bibir Vino. Dia memang tampan kalau sedang ti

