“Ish … nggak lucu Pak Dokter,” ucapku sambil nyengir, bisa-bisanya kena prank. “Iseng amat ngeprank orang," lanjutku lagi. Mas Danta malah tertawa mendengarku. “Namanya Nia, kenal nggak?” ucap Mas Danta di sela tawanya, terlihat senang sekali dia berhasil mengerjaiku. “Ish.” Reflek tanganku mencubit lengan pria yang masih terkekeh itu. “Itu kan foto aku.” Kembali pria itu tergelak. “Nama kamu siapa?” tanya Mas Danta kemudian. “Rania.” Dengan polosnya aku menjawab. “Nia kan?” Mas Danta menoleh dan mengangkat sepasang alisnya, lengkung sabit di wajahnya kembali terbuka lebar. “Iya sih, eh … tapinya.” Aku tidak melanjutkan kalimatku karena tiba-tiba kehilangan kata-kata. Lebih tepatnya tidak mendapatkan kalimat yang tepat, kurang kerjaan banget pakai ngerjain aku segala. “Kamu pernah

