“Ketemu lagi,” ucap wanita itu, aku tersenyum seketika saat melihat keduanya. Tapi, senyumku memudar setelah melihat perempuan cantik yang berdiri di belakang mereka. “Aunty, Al mau yang ini.” Aku menoleh ke arah Al yang memanggilku sambil menunjukkan sebuah robot-robotan berwarna merah. Panggilan dari Al menjadi alasan untukku beralih, aku belum siap untuk pertemuan-pertemuan ini. Mereka bisa bersikap biasa saja karena mereka tidak mengenalku. Berbeda denganku, aku sebaliknya karena mengenal mereka.Memang tidak bisa sepenuhnya aku hindari karena Ayra juga menuju ke tempat yang sama, ke tempat penjual mainan. “Unda au ini.” Ayra menunjuk satu set permainan masak-masakan, dan menoleh pada Aleya. Aku memilih segera pamit setelah Rey dan Al selesai dengan pilihannya. Entahlah pikiranku

