126. Kabar Buruk

1006 Kata

Hingga jam makan siang, tidak ada kabar sama sekali dari Anggi. Tidak ada yang tahu di mana keberadaan gadis yang kemarin dibentak oleh Luka. Luka juga dalam keadaan kurang sehat saat ini. Asam lambungnya kambuh dan harus meminum obat. "Pak, nggak makan siang?" tanya Marcelo yang sudah berada di dalam ruangan Luka. "Kalo masuk ruangan saya itu ketuklah pintu dulu. Main nyelonong masuk aja. Nggak sopan!" ketus Luka yang saat ini moodnya sedang tidak baik-baik saja. Marcelo mengembuskan napas panjang ketika mendengar omelan Luka. Sejak tadi pagi, sikap Luka sangat aneh; sebentar marah lalu mendadak diam. Anggi membuat mood Luka naik turun secara drastis. Sampai di sini Marcelo tidak paham penyebab Luka seperti itu. "Saya sudah ketuk pintu ruangan Bapak Luka Wirabuana. Lihat ini tangan sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN