Sudah Terlambat

1161 Kata

“Milka?” Abian yang sudah berada tidak jauh dari perusahaan milik ayahnya itu memilih berhenti sebentar sembari mengamati Milka yang sedang terlihat beradu mulut dengan seorang pria yang ia yakini sebagai kekasih wanita itu. Abian kemudian mengemudikan mobilnya menghampiri wanita yang beberapa menit lalu menelponnya sembari menangis. Tin! Tin! Abian membunyikan klakson mobilnya, membuat Milka dan Genta menoleh bersamaan. Seketika wanita yang menenteng tas putih keemasannya itu bergerak cepat membuka handle pintu mobil bagian depan, lalu bergegas masuk dan menutupnya kembali. “Cepat kunci pintunya,” perintah Milka sambil ia memasang seatbelt-nya. Wajah milka terlihat berkeringat. Abian jadi berpikir, sehebat apa pertengkaran yang terjadi antara wanita itu dengan kekasihnya. Klik! Pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN