Kenyamanan Sesaat

1353 Kata

“Rasa yang tak terlupakan lebih tepatnya. Karena masing-masing menawarkan varian rasa yang unik dan berbeda.” “Lo nggak takut kena HIV pas jajan-jajan begitu?” tanya Thea sedikit ragu. “HIV?” Abian tertawa keras setelahnya. “Apa hubungannya sih, Cantik?” lanjutnya. Pipi Thea langsung merona saat kata pujian itu terlantun dari mulut Abian. Namun, sepintar mungkin Thea menyembunyikan rasa malunya dengan memalingkan wajah ke arah kaca jendela, sembari melihat derasnya hujan yang tak juga berhenti. “Kamu tadi bilang jajan kan?” “Iya.” “Makanya aku tanya, nggak takut kena HIV?” tanya Thea sekali lagi. “Kok aku kayaknya salfok deh. Sepertinya dua hal yang kita bicarakan itu konteksnya berbeda.” “Apanya yang beda?!” Entah mengapa Thea rasanya kesal sendiri. “Ya beda lah, gue kan bilangny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN