“Gini aja deh, ini KTP saya. Mbak bisa sita KTP saya, kalau saya macam-macam sama pasien bernama Thea ini.” Abian menyodorkan KTP nya pada wanita berseragam putih itu dengan yakin. Wanita berseragam putih itu menaik turunkan pandangannya pada KTP lalu wajah Abian. “Baik, Mas. Saya percaya deh. Pasien bernama Thea di rawat di ruang Melati nomor dua puluh lima.” “Siip. Makasih, Mbak. Kapan-kapan saya traktir deh ya, Mbak berdua.” Abian kemudian melenggang mencari kamar sesuai dengan informasi yang baru saja ia terima. Setelah berputar-putar kurang lebih lima belas menit, akhirnya Abian menemukan sebuah kamar dengan nomor dua puluh lima. Kamar yang terletak paling ujung. Abian yang tadinya penuh semangat mencari kamar di mana Thea berada, kini setelah kamar itu berada di depan matanya,

