“Ya ampun, akhirnya ketemu juga.” Milka meraih anting dari tangan Abian sembari tersenyum girang. “Kemarin aku memang menghadap Bos besar, minta tanda tangan beliau untuk laporan keuangan. Aku juga baru sadar sepulang dari rumah ayah Lo, kok anting gue hilang satu. Makasih ya, Bi,” lanjut Milka dengan ekspresi semeyakinkan mungkin. Sangat tidak mungkin ia akan menceritakan kejadian sebenarnya antara dirinya dengan ayah dari pria di depannya ini. “Oh, sorry, gue sempet berprasangka buruk.” Abian menjepit pertengahan alisnya dengan ibu jari dan telunjuknya. “Soalnya beberapa hari yang lalu ayah gue tiba-tiba ngomong ke gue kalau misal gue punya adik gimana,” lanjutnya. “Adik? Emang bos mau menikah lagi?” tanya Milka dengan menampilkan raut wajah terkejut. Abian mengedikkan bahunya. “Juju

