“Patung? Mbak suruh saya buat patung itu tertawa agar saya bisa ketemu CEO perusahaan ini?” tanya Thea setelah netranya menangkap sebuah patung seorang pria dengan wajah garang di sana. Baru kali ini Thea menjumpai sebuah patung di perusahaan besar seperti ini. “Gimana? Bisa nggak buat tertawa?” tanya sang sekretaris yang rambutnya disanggul itu. “Ya Allah, Mbak, sampai saya jadi nenek-nenek pun tuh patung tetap akan berekspresi seperti itu,” sungut Thea. “Itu yang ingin saya perjelas bahwa hari ini Anda tidak bisa bertemu dengan CEO perusahaan ini. Jadi, Mbak yang masih waras, tolong segera tinggalkan tempat ini ya?” sahut sang sekretaris sembari tersenyum memaksa dan melakukan pengusiran secara tidak langsung kepada Thea. “Aduh, Mbak, tapi saya benar-benar harus bertemu CEO perusah

