Kecemburuan

1210 Kata
Bukankah Silvi selama ini tidak mempunyai musuh ? Apakah ini termasuk musuh yang menyerang dari belakang ? Tetapi karena apa, sampai-sampai orang itu berbuat nekad seperti ini... Pertanyaan itu pun terlintas dalam benak hati Rasya.. Dan semua ini perlahan akan Rasya telusuri duduk permasalahannya. Karena ini sesuatu yang serius yang melibatkan nyawa seseorang. Namun di hati Rasya belum memiliki pemikiran ke arah Sani. Maklum.. karena sampai saat ini pun Rasya juga belum mengetahui bagaimana masa lalu Dion yang patah hati karena wanita yang Iya cintai ternyata dimiliki olehnya. Dan setelah Dion bertanya-tanya ke Silvi, akhirnya pun Dion memutuskan untuk menindak lanjuti masalah ini. Namun semua itu tidak Dion ungkapkan ke Silvi maupun Rasya. Iya akan selesaikan dengan caranya yang tanpa melibatkan orang lain dalam hal ini. Karena dilihat dari jawaban Silvi dan dari aktivitas Silvi semua menunjukkan ke arah seseorang. Yang menurut Dion tidak lain adalah istrinya sendiri, yaitu Sani. Dan kalau memang terbukti benar adanya. Dion pun harus mengambil sikap untuk Sani atas semua ini. Dan setelah Dion bertanya-tanya ke Silvi, Sani pun tiba-tiba datang dan menanyakan kondisi Silvi. Sil... Maaf yaa... Aqu telat datang kemari.. Ucap Sani ke Silvi. Iya Sani... Tidak apa-apa...Ucap Silvi ke Sani dengan suara lembut. Sani pun bertanya ke Silvi seolah-olah Iya tidak mengetahui permasalahan yang sesungguhnya. Silvi ..kenapa bisa begini ?... Sebelum ke rumah aqu tadi kamu makan apa ?... Sani pun berpura-pura untuk menutupi semua perbuatanya. Dan Dion pun sungguh tidak menyangka.. Bahwa sifat asli Sani yang sesungguhnya adalah seperti ini.. Iya bisa menusuk teman dari belakangnya. Bagaimana bisa Iya mempunyai seorang istri yang sepertinya..Tanya Dion dalam hati. Dan kalau diterus-teruskan rumah tangganya, mau jadi apa nanti anak- anak Dion kedepannya. Apakah akan Sani cetak dengan karakter seperti Sani ? Yang tega menikam temanya dari belakang ? Dengan melihat karakter Istrinya yang bermuka dua, Dion pun merasa jijik untuk melihat Sani. Apalagi menyentuhnya. Dan setelah berpura-pura khawatir dengan kondisi Silvi, Sani pun permisi ke Rasya dan Silvi untuk menjemput anaknya yang sedang mengikuti les atau belajar bahasa Inggris di rumah tetangganya. Dan Dion pun setelah mengetahui tanda-tanda Sani akan pamit pulang, Iya pun terus keluar dari ruangan terlebih dahulu. Yaitu ruangan dimana Silvi dirawat itu. Dan setelah Sani keluar dari ruang rawat Silvi, Dion pun telah menghadangnya di perbatasan pintu keluar. Karena dengan maksud supaya Rasya tidak mengetahui kejahatan Sani. Sani !.... Panggil Dion ke Sani. Mendengar suara Dion memanggilnya Sani pun berhenti dihadapan Dion. Ada apa Di ? Tanya Sani ke Dion yang seolah-olah tidak mengetahui apa-apa tentang Silvi. Kamu berpura-pura tidak tau, atau memang sedang menutupi kesalahan kamu Sani !... Tanya Dion ke Sani dengan raut muka yang marah sekali. Apaan shi kamu Di... Tidak jelas dech ?... Tanya Sani ke Dion karena berusaha mengelak dari kesalahannya. Kamu kan Sani ! Yang mencampur minuman Silvi dengan obat dengan dosis yang sangat tinggi ? Kamu sengaja kan ! Ingin mencelakai Silvi ? Aqu kecewa sama Sani ! Ternyata kamu bukan wanita yang baik-baik ! Dan bersiaplah untuk masuk kedalam penjara, jika sampai Rasya mengetahui semua ini !!! Ucap Dion ke Sani dengan kata-kata yang pedas dan menyayat hati Sani. Dan Sani pun tidak mau kalah dengan Dion dengan menjawab ucapan-ucapan Dion yang pedas itu. Kamu kira kamu juga laki-laki yang baik Di ? Kamu lihat diri kamu Di, dalam cermin !! Laki-laki seperti apakah kamu ini ! Yang tidak lain hanyalah ! Perusak rumah tangga orang !! Kamu kira Rasya akan tinggal diam ! jika mengetahui bahwa istrinya dicintai oleh orang lain ? Jika sampai Rasya mengetahui tentang kejadian ini ! Maka aqu juga akan pastiakn ! Bahwa Rasya juga akan mengetahui bahwa kamu sampai saat ini masih mencintai istrinya !!! Dengan ancaman dari Sani itu pun Dion terus menatap Sani dengan penuh amarah. Coba saja Sani.. ! Jika kamu berani mengadukan semua ini ! Dan yang pasti kamu akan masuk kedalam penjara ! Kamu memang Di, selain seorang suami yang b******k ! Namun juga seorang Ayah yang tega keanak kamu ! Kamu kira, dengan aqu didalam penjara, anak kita tidak akan menderita ? Ucap Sani ke Dion dengan berbagai upaya yang supaya urusan ini tidak sampai ke Polisi. Dan kata terakhir Dion ke Sani sebelum Iya meninggalkannya yaitu, " Dasar wanita tidak mempunyai hati !! Dengan ucapan itu pun Dion terus bergegas meninggalkan Sani dan menuju ke ruangan rawat Inap Silvi. Selain itu juga Rasya pun menelvon Dion karena Iya membutuhkanya. Halloo.... Assalamuallaikum Sya.... Ucap Dion ke Rasya dalam haneponya. Iya Di halloo.... Waallaikum salam.... Begini Di.. kamu sedang ada dimana ini ? Tanya Rasya ke Dion. Emmm.... Ini aqu lagi sedang menuju ke ruangan Silvi. Ada apa ya Sya ? Tanya Dion ke Rasya. Emmm....Kalau begitu... Kemarilah dahulu,kita mengobrol disini saja. Ohh.... Oke Sya.. ini lagi meluncur. Okey.... Siap Di... Ditunggu.. Assalamuallaikum wr wb. Tutup salam Rasya ke Dion. Karena akan melanjutkan obrolanya didalam ruangan Silvi saja. Waallaikum salam wr.wb. Jawab Dion ke Rasya. Dan Dion pun terus menutup haneponya dan memasukkannya kedalam kantong. Setelah beberapa menit pun Dion sampai didalam ruangan Rawat Inap Silvi. Assalamuallaikum........ Ucap salam Dion karena akan masuk keruangan Silvi. Waallaikum salam we.wb. Jawab Rasya dan Rafi ke Dion. Dan Rasya pun langsung memulai pembicaraannya ke Dion. Begini Di.... Sebelumnya aqu meminta maaf yang sebesar-besarnya karena telah merepotkan kamu.. Dan ini Silvi kan untuk saat ini belum diizinkan untuk pulang... Dan aqu tadi sudah menghubungi saudara Silvi yang tempatnya tidak begitu jauh dari tempat ini...yang katanya Iya akan ke sini untuk menemani Silvi. Dan jarak dari rumahnya hingga ke rumah sakit ini diperkirakan sekitar satu jam perjalanan. Dan ini aqu mau meminta tolang lagi ke kamu Di... Nanti setelah Adik Silvi datang.. Insa Alloh aqu akan pulang... Karena kemarin-kemarin aqu telah banyak mengambil izin jadi aqu tidak bisa berucap untuk meminta izin lagi. Tolong nanti kamu pantau Silvi ya Di ? Dan juga Rafi... Karena Rafi tidak mau ikut pulang. Iya ingin selalu didekat Ibunya. Baiklah Sya... Jangan hawatir... Disaat Ibunya telah sadarkan diri, Rafi pun terus berada didekat sang Ibu... Sampai-sampai mau diajak pulang oleh Ayahnya supaya dirumahnya dengan nenek, Iya tidak mau.. Dan bersekolah pun Iya juga tidak mau. Sebelum Ibundanya juga ikut pulang bersamanya. Akhirnya pun cara satu-satunya Rasya yaitu menitipkan Anak dan Istrinya sementara ke Dion. Karena Dion adalah orangnya juga peramah dan ringan untuk menolong ke sesama teman atau orang. Dan disaat Rasya dan Dion sedang mengobrol, Adik Silvi pun datang bersama suami dan satu anaknya. Dengan melihat kondisi kakaknya yang terbaring pucat, Adik Silvi pun langsung memeluk Silvi dengan erat dan sembari menangis. Dan setelah beberapa menit berpelukan dengan kakaknya, Adik Silvi pun duduk disebelah Silvi dan sembari bertanya ke Silvi. Kak... Bagaimana ceritanya.. kakak tiba-tiba masuk rumah sakit ini ? Silvi pun dengan perlahan penjelaskan kejadian dari awal hingga Iya tidak sadarkan diri. Namun Silvi tidak menuduh ke siapa-siapa atas kejadian yang menimpanya. Begini dek... Tadi kakak kan sedang Ikut Ayah Rafi untuk Surfai tempat kita yang akan di bangun sebuah Ruko atau supermarket. Dan setelah selesai surfai kami mampir ke rumah teman. Dan setelah masuk rumah dan duduk untuk beberapa menit tubuh kakak kok terasa tidak enak, lemas dan tidak karuan rasanya. Dan setelah itu kakak sudah tidak ingat apa-apa lagi. Dan tau-tau sudah berada di rumah sakit ini. Mungkin kakak habis makan apa gitu misalnya ?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN