Siap paman " saya akan jabani kita bersaing secara jantan "
Dengan perasaan teramat kesal paman Rasya pun pergi meninggalkan Rasya dan juga pekerjanya itu"
Kebetulan nenek Rasya masih berada ditaman sebelah rumah" lagi bermain bersama anak Rasya dan anak paman Rasya"
Jadi tidak mendengar sedikit percekcokan antara Rasya dan anak bungsunya itu"
Paman Rasya pun langsung mengatur siasat ingin mencelakai Rasya "
Setelah pemasangan sisi tv rumah telah selesai " Rasya pun sempat mengobrol-ngobrol dengan orang yang bekerja memasang sisi tv itu"
Dan pekerja itu pun bertanya ke Rasya sembari memberi pemasukan ke Rasya"
Pak Rasya kalau boleh tau "
Laki-laki yang berdebat sama bapak tadi siapa yaa?
Ko" kelihatanya orangnya itu egonya tinggi ya ?
Dan kalau boleh saya kasih saran " bapak kayaknya harus hati-hati dengan orang itu"
So'alnya dari tutur kata dan ucapanya itu sudah sangat terlihat kerakternya"
Rasya pun menjawab pertanyaan dari pekerjanya itu"
Dia adalah paman saya pak"
Adik dari ibu kandung saya"
Tapi entahlah "dia itu berbeda sekali karakternya dengan ibu saya"
Rasya pun sembari mempersilahkan hidangan dan minuman yang telah Silvi sediakan untuk para pekerjanya itu"
Silahkan di minum dan dicicipi kuenya pak" itu asli bikinan sendiri lhoo"
Sahut Rasya sembari menimbali becandaan kepekerjanya itu "
Pekerjanya itu pun menjawab"
Ia pak Rasya" sangat nikmat sekali ya rasanya kue ini "
Istri bapak yang bikin ya?
Tanya pekerjanya itu kerasya ?
Iya pak" jawab Rasya kepekerjanya itu"
Istri saya itu orangnya tidak mau berhenti beraktivitas makanya kalau ada keperluan seperti ini saja ya sudah sibuk kesana kemari "
Tapi ya saya suka pak dengan karakter seperti itu" itung-itung sekaligus untuk berolah raga "
Iya pak Rasya " saya juga setuju dengan ide bapak"
Setelah pekerjanya itu minum dan sembari makan kue"
Tibalah juga hidangan makan siang yang siap dihidangkan kepekerjanya itu"
Rasya pun kebelakang sebentar membantu Silvi yang tengah menghidangkan makanan untuk pekerjanya itu"
Pak mari silahkan dimulai hidangan makan siangnya"
Mari pak kita makan bersama-sama "
Pekerjanya Rasya itupun terus bergegas dan menuju meja makan yang telah dipersiapkan oleh Silvi dan Rasya"
Setelah beberapa menitpun makan siang telah selesai dan pekerjanya Rasya itupun merasa puas dengan pelayanan yang telah Rasya berikan"
Dan setelah selesai makan pekerjanya itupun berpamitan untuk pulang"
Sembari bersalaman ke Rasya pekerjanya itu mengucapkan terimakasih ke Rasya atas jamuan di rumahnya"
Terimakasih banyak ya pak Rasya atas jamuan makan siang dan lain- lainya" kami permisi pulang pak" Assalamu'allaikm wr.wb.
Rasya pun menjawab" wa'allaikm salam wr.wb.
Terimakasih kembali pak atas bantuannya"
Semoga selamat sampai rumah dan tiada halangan suatu apapun ,,aamiin.
Sahut Rasya kepekerjanya itu.
Dan setelah Rasya masuk kedalam rumah ternyata nenek Rasya masih memerahi Silvi "
Silvi" ucap nenek Rasya kesilvi"
Apa-apaan kamu ini " ngasih makan pekerja dimeja makan kita "
Mereka itukan tubuhnya kotor "
Bisa-bisanya kamu ya melakukan hal ini !
Rasya pun begitu mendengar ucapan neneknya yang marah kesilvi langsung bergegas dan mendekatinya"
Ada apa ini " ko' ribut-ribut dimeja makan?
Nenek Rasya pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rasya"
Ini lho Rasya Silvia "berani-beraninya dia memberi makan pekerja ditempat makan kita ini" mereka itukan tubuhnya kotor abis manjat-manjat atas rumah yang banyak kuman ya itu"
Rasya pun tersenyum mendengar ucapan dari neneknya itu"
Neneeek" sahut Rasya keneneknya"
Tidak ada yang membedakan antara kita dengan pekerja itu neek"
Mereka itu juga manusia yang butuh dihargai"
Kita jangan membeda-bedakan antara kita dengan pekerja itu''
Nenek perlu tahu yaa...
Bahwa yang membedakan kita dengan manusia lain itu bukan harta dan kedudukan kita neek"
Melainkan ahlak kita, kebaikan kita kesesama orang yang lain"
Nenek Rasya pun sambil memerintahkan asisten rumah tangganya itu untuk membersihkan dan mengepel tempat yang telah ditempati Orang pekerjanya Rasya makan siang tadi, ia sembari marah ke Rasya dan mengucap"
Terserah kamu Rasya" kamu itu memang mirip ibu kamu "
Susah dibilangin"
Tapi Rasya tidak menghiraukan ucapan neneknya kedia karena Rasya telah paham betul bagaimana karakter neneknya itu"
Maklum karena dari Rasya kecil hingga sekarang ini ia tinggal bersama neneknya"
Perbedaanya adalah kalau dulu ia cuma tinggal berdua dengan nenek tapi sekarang ia tinggal berenam dengan paman dan anak pamanya juga"
Rasya berusaha damai dalam menghadapi setiap permasalahan yang menghampiri hidupnya"
Beda dengan nenek Rasya dan pamanya Rasya, ia orangnya sombong, angkuh dan keras kepala.
semua itu membuat hati dan fikiran Silvi menahan kemarahan. Untung saja Silvi adalah tipe orang yang pemaaf dan tidak pendendam.
hari-hari yang di uji dengan kesabaran dan ketabahan hati itu yang membuat Silvi pun semakin berfikir, bahwa kelak iya tua nanti tidak ingin mempunyai karakter seperti nenek Rasya yang sombong dan sok benar dalam berucap dan bertindak.
Iman yang kokoh, dan hati yang tangguh itu adalah alat Silvi untuk menanggulangi karakter dan tabiatnya nenek Rasya. Dan begitu juga dengan Paman Rasya.
tatepi untungnya pun Silvi dan Rasya selalu satu pemikiran (satu pendapat) dalam bersikap dan mengambil keputusan, itu yang membuat Silvi merasa mempunyai kesemangatan dan bisa melewati semua ujian atau cobaanya.
Dan untuk Rasya pun iya tidak mengambil hati atas apa yang telah di ucapkan dan dilakukan neneknya ke Silvi atau terhadapnya.
Iya pun tetap biasa saja ke neneknya walau setelah berbeda prinsip atau beradu mulut. karena semua itu telah terbiasa juga iya lakukan dari dahulu sewaktu iya kecil dan sebelum Iya memiliki seorang istri dan anak.
Rasya pun selalu berfikiran positif ke neneknya walau iya terkadang juga merasa kesal ke neneknya.
Dan hari-hari Rasya pun walau telah berdebat dengan nenek, iya tetap menjalin kehidipanya dengan biasa-biasa saja.
Setelah pemasangan CC TV selesai, kini Rasya pun telah merasa lega, dan tidur malam pun bertambah nyenyak.
Dan keesokan harinya pun Rasya menjalani aktivitasnya sudah bisa tenang. Dan iya pun dengan semangat menjalani rutinitas kerjanya itu demi untuk kebutuhan hidup anak dan istrinya dan juga nenek beserta paman dan anak lamanya.
kini semua orang itu menjadi tanggungan Rasya, karena mereka tinggal di rumah Rasya dan untuk paman Rasya iya seorang yang pengangguran dan hanya bermain dengan teman-temanya kesana kemari.
Rasya pun juga sudah sempat menawarkan pekerjaan ke pamanya, yaitu sebagai klening servis di kantornya namun paman Rasya menolaknya.
karena iya adalah lulusan Sarjana dan merasa tidak pantas untuk bekerja sebagai juru sabu, atau klening servis. padahal menurut Rasya pun tidak apa untuk sementara waktu sebelum ada pekerjaan yang lain di kantornya itu.
Dan niatan Rasya adalah jika pamanya mau untuk sementara bekerja sebagai klening servis, nanti jika ada lowongan yang bagian lain selain itu Rasya pun ingin mengajukan lamanya.
Namun sayangnya paman Rasya tidak mau itu. sifat keras kepalanya dan tinggi hati membuat hidupnya pun terpontang-panting dan merepotkan keponakanya itu.