Belum berakhir

1273 Kata
Seorang anggota DPRD, itu yang membuat paman Rasya tidak mau bekerja dengan posisi rendah karena tidak mau kalah posisi dengan keponakanya itu Nenek Rasya pun juga sudah tidak mau lagi menyuruh anak bungsunya itu untuk kerja, karena setiap ibunya memberi nasehat paman Rasya pun selalu melawan ucapan ibunya itu, dan pada akhirnyapun hanya menimbulkan perselisihan antara keduanya. Karena paman Rasya dan neneknya mempunyai tabiat yang sama maka bila diajak bicarapun selau ingin benar dan menang sendiri, Silvipun kini merasa hidupnya bagaikan berada di lingkaran amarah Karena jika ia tidak bisa mengendalikan egonya maka yang ada dirumah yang iya tempati hanyalah perselisihan belaka, Terkadangpun Silvi main ketempat ibunya, rumah Silvi dan ibunya tidak begitu jauh sekitar 1 km, jarak yang mudah ditempuh dengan berkendara motor. Guna untuk menenangkan diri dan untuk mengetahui kondisi atau kabar ibunya, Ibunya Silvi kini hanya tinggal seorang diri, kini anak-anaknya telah berkeluarga semua dan hanya Silvi yang lumayan dekat jarak rumahnya. Terkadang Silvi ingin tinggal bersama ibu kandungnya yang hanya seorang diri, tapi bagaimana dengan nenek Rasya, beliau telah tua (lanjut usia) dan Rasya tidak tega untuk meninggalkannya karena pamanya itu tidak bisa diandalkan Dan ibu silvipun tidak mau diajak tinggal bersama Silvi dirumahnya Rasya, hidup dan matinya iya ingin tinggal dirumahnya sendiri yaitu peninggalan mendiang ayahnya Silvi. Silvipun terkadang menangis dan terfikiran ibunya yang hanya tinggal seorang diri, tapi apalah daya Rasya juga tidak mau meninggalkan neneknya yang sudah lebih tua dari ibunya Silvi. Akhirnya pun Silvi memilih mengalah dengan keputusan rasya. Hari pun tengah larut sore, tetapi Rasya belum juga tiba dirumah dan heneponya pun susah untuk di hubungi, hingga larut malam tetap belum ada kabar dari Rasya, Silvia pun semakin bertambah panik dengan kondisi ini, begitu juga nenek Rasya ia juga kelihatan kebingungan Kecuali paman Rasya, ia malah tidak ada dirumah entah pergi kemana, dan Silvia pun semakin merasa ketakutan kalau-kalau Rasya Memeng dicelakai oleh pamannya yang gak tau diri dan anarkis itu Hingga akhirnya silvipun melapor kepolisi atas tidak pulangnya Rasya kerumah, tapi sayangnya polisi belum bisa menindak lanjuti sebelum 2x 24 jam, karena takutnya Rasya main ketempat temenya. Silvi berusaha mengelak kalau Rasya sedang main ketempat temenya, karena Rasya tidak terbiasa seperti itu,dan haripun semakin larut malam Rasya pun belum juga kunjung pulang, akhirnya Silvi minta bantuan aparat kampungnya untuk mencari Rasya Hingga pagi menjelang rasya belum juga kunjung pulang, perasaan hawatir silvi pun semakin berlebih, yang maksutnya ia mengarah kepaman Rasya, disaat yang bersamaan Rasya belum pulang paman Rasya juga tidak ada dirumah. Seharusnya dalam kondisi seperti ini paman Rasya ada dirumah, tetapi kenyataan berkata lain iya malah ikut menghilang juga. Hingga siang harinya, silvipun memberikan kabar kekantor bahwa Rasya tidak pulang semaleman, dan orang kantor katanya sempet ada yang melihat mobil Rasya laju dengan kecepatan tinggi kearah yang tidak biasanya ia lalui Dari situlah mulai tercium kalau rasa diculik dan atau mungkin dicelakai oleh orang, dan orang-kantorpun sebagian turut mencari Rasya, dan siang kemudian telah mendapat titik terang, yaitu dari petunjuk orang kantor yang pertama lalu ditelusuri terus Alhasil jam sebelas siang tepat Rasya ditemukan oleh teman-teman Rasya yaitu salah satu teman dekat Rasya waktu masih ikut berorganisasi, Rasya ditemukan dalam kondisi pingsan dan badan babak belur seperti habis dipukuli oleh orang yang menculiknya itu Tetapi yang membikin aneh adalah kenapa Rasya ditinggal sendirian dalam kondisi pingsan dan babak belur. Penculik dengan modus apakah ini ? Tanya teman Rasya ketemen yang lainya" Dan setelah Rasya ditemukanpun Rasya langsung dibawa kerumah sakit, Silvi dan nenek Rasyapun tak henti-hentinya menangisi rasya Dan nenek Rasya menyuruh Silvi untuk memberitahu atau memberi kabar keorang tua Rasya, kalau Rasya dalam kondisi sakit dan sekarang telah berada dirumah sakit. Silvipun dengan tidak berlama-lama langsung menghubungi ibu dan ayah Rasya" Dan keesokan harinya orang tua Rasya sudah sampai keindo dan langsung menuju kerumah sakit, dan pada waktu itu Rasya sudah siuman dari pingsannya. Silvi pun merasa senang sekali melihat Rasya telah sadar dari pingsannya, sembari mencium kening Rasya dan sembari memegang tanganya Silvi pun mulai bertanya keRasya" Sayang" ucap Silvi sembari meneteskan air mata kepipinya yang halus itu" Apa yang terjadi ? Kenapa bisa seperti ini ? Dengan perlahan rasyapun menjawab pertanyaan dari istrinya itu" Ketika aqu pulang dari kantor" aqu dihadang oleh sekelompok orang yang tidak aqu kenal" Dan disitu aqu langsung dikeroyok oleh mereka" Sebenarnya aqu juga telah berusaha untuk beladiri tetapi karena jumlah mereka banyak jadi aqu tidak bisa mengalahkan mereka" Dan justru aqu malah dihajar sampai aqu tidak sadarkan diri" dan setelah aqu sadarkan diri tiba-tiba aqu telah berada disebuah gudang tua yang jauh letaknya dari keramaian. Dan setelah komplotan itu mengetahui aqu adar dari pingsan maka, mereka memaksa qu untuk menandatangani sebuah cek yang dengan total nominal uang 100 juta rupiah, aqu berusaha menolaknya" hingga aqu dihajar kembali oleh mereka sampai tidak berdaya" Akhirnya dalam kondisi setengah sadar cek yang berisikan nominal uang 100 juta itu aqu tandatangani, setelah itu aqu dihajar kembali oleh mereka hingga jatuh pingsan lagi. Silvi, ibu Rasya dan juga ayah Rasya menangis mendengar pengakuan anaknya itu terlebih Silvi" ia juga hampir tidak sadarkan diri melihat kondisi Rasya yang babak belur itu dan apalagi ditambah dengan pengakuan Pasya yang seperti itu" Dengan air mata yang berlinang deras Silvi pun memeluk Rasya sembari meminta maaf karena pada saat Rasya diserang oleh komplotan penjahat itu Silvi tidak ada disampingnya. Sayang " ucap Silvi kerasya" Maafkan aqu ya" Karena disaat kamu serang oleh manusia penjahat itu aqu tidak bisa melindungi kamu" Aqu selalu membutuhkan perlindunganmu tetapi aqu tidak bisa balik melindungimu" Rasyapun menjawab" ucapan istrinya itu" Sayang jawab Rasya kesilvi" Kamu tidak bersalah dalam hal ini "dan kamu tidak perlu meminta maaf atas kejadian ini " Setelah aqu sehat nanti " Aqu akan mencari orang-orang yang telah menyerang qu" Dan aqu juga akan meminta bantuan ketemen-temen qu yang lain. Dan semoga menemukan titik terang tentang orang yang tidak mempunyai hati itu" Setelah Silvi selesai ngobrol dengan Rasya" Ibu dan ayah rasyapun gantian mendekati anaknya itu sembari memeluknya" Ibu Rasya menangis dengan air mata yang sangat deras" Karena melihat nasib anaknya yang dikeroyok oleh sekomplotan manusia tak bermoral itu" Rasya sayang " ucap ibu Rasya ke Rasya" Ibu dan ayah akan membantu kamu untuk menemukan penjahat itu" Ibu tidak rela nak" anak ibu dihajar sampai babak belur seperti ini" Dan diambil pula uangnya seratus juta rupiah" ini namanya bukanya hanya kriminal tetapi juga perampok" Tapi anehnya paman Rasya dari semenjak Rasya diculik hingga ditemukan dan dibawa kerumah sakit "lya tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali" Terlintas fikiran seperti itu dihati temen-temen Rasya" Sebenernya silvipun juga demikian " Rasya juga berfikir hal yang sama seperti Silvi dan temen-temen Rasya" Tetapi kita tidak boleh dan tidak bisa menuduh orang dengan sembarangan "apalagi itu paman Rasya sendiri " Tetapi apapun itu walau misal yang melakukan kejahatan keRasya itu adalah paman Rasya sendiri " Rasya tetap akan menuntut melalui jalur hukum" Biarlah hukum yang mengadilinya" tetapi Itu baru firasat dari hati Rasya tapi Rasya berharap" semoga firasat itu tidak benar" semoga dalang atas penculikanya bukan pamanya sendiri Tiga haripun telah berlalu dari kejadian na'as itu" kondisi rasyapun perlahan telah mulai membaik" dan kini Rasya telah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya dirumah sakit. Dan Silvia pun mempunyai keinginan setelah membaiknya kondisi Rasya" sebagai rasa syukur atau sebagai bentuk terimakasih kepada Allah karena telah menyelamatkan Rasya dari mara bahaya yang mengancamnya, Silvia ingin mengadakan tasyakuran kecil-kecilan dirumah dengan mendatangkan kerabat dan teman-teman teman Rasya. Satu pekan telah berlalu" dan Alhamdulillah Rasya kini telah bisa menjalankan aktivitasnya di kantor" tetapi untuk saat ini Silvi dan orang tua Rasya belum mengizinkan Rasya membawa atau menyetir mobil sendiri" Silvia dan ibu Rasya Masih trauma atas nasib yang menimpa Rasya tempo hari "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN