Jadi kini Rasya berangkat kekantor diantar oleh seorang sopir pribadi "
Dan kini nenek Rasya yang sedang kebingungan karena anak bungsunya itu belum kunjung pulang juga" nenek Rasya pun akhirnya mengeluarkan kepanikan yang ada didalam fikiranya"
Naak" ucap nenek Rasya ke ibu Rasya " kenapa adik kamu sudah beberapa hari ini belum juga kunjung pulang ?
Kemanakah dirinya?
Dia tidak memberi kabar sama sekali ke ibu..
Iya Bu" jawab ibu Rasya kenenek Rasya " ibu kandung dari ibu Rasya "
Saya juga berfikir seperti itu Bu"
Disaat Rasya terkena musibah kenapa Rinto tidak ada disampingnya dan tidak bisa melindungi keponakanya"
Rinto adalah nama dari paman Rasya "
Kenapa Rinto menghilang bersamamaan dengan musibah Rasya ?
Apakah Rinto belum merubah sikapnya Bu ?
Masih seperti yang dulu yang hanya senang berkeluyuran dengan teman yang gak jelas kepribadiannya?
Tanya balik ibu Rasya ke ibunya"
Iya nak" jawab nenek Rasya ke ibu Rasya "
Rinto Memeng belum mengubah sikapnya"
Dia masih saja suka berkeluyuran dengan teman-temanya"
Tetapi apapun itu ibu tetap khawatir nak keadik kamu itu"
Karena bagaimanapun ia adalah anak kandung ibu"
Jadi kesakitan yang rinto rasakan ibu juga turut merasakanya"
Ibu juga sebenarnya bingung menghadapi perilaku adikmu nak"
Yang menjalankan hidup hanya menuruti egonya sendiri "
Jadi terus kita harus bagaimana Bu?
Tanya ibu Rasya ke ibunya"
Atau kalau tidak kita melapor ke kantor polisi "
Supaya polisi saja yang mencarinya"
Dan nenek Rasya pun setuju dengan pendapat ibu Rasya"
Lalu ibu Rasya cerita ke ayah Rasya "
Supaya melorkan paman Rasya yang menghilang hingga kini belum ditemukan "
Sudah satu pekan lebih paman Rasya menghilang dari semenjak tragedi penculikan yang menimpa Rasya"
Ayah Rasya pun menyetujuinya" untuk melaporkan berita kehilangan tentang adik iparnya itu"
Ayah Rasya pun dan juga ibu Rasya bergegas menuju kantor polisi setempat "
Melaporkan berita tentang adiknya yaitu atas nama Rinto Rienaldi telah menghilang dari tanggal dan hari yang sama dengan penculikan Rasya anak kandungnya"
Dan polisi pun langsung merekam berita kehilangan itu dan langsung menindak lanjutinya"
Malampun telah tiba"
Nenek Rasya masih terasa panik memikirkan anak bungsunya itu"
Ibu Rasya dan ayah rasya pun turut menghibur ibunya itu"
Rasya juga turut memberi pengertian keneneknya"
Karena menurut Rasya " insa Allah pamanya semoga dalam keadaan baik-baik saja"
Tutur Rasya keneneknya"
Nenek" jangan terlalu mencemaskan paman nek" paman itukan orangnya tangguh, pemberani dan bisa nekad "
Dan polisi juga lagi mencarinya"
Atau kalau tidak " biar aqu lapor ke pak RT aja ya " supaya warga bisa membantu mencari paman"
Nenek Rasyapun setuju dengan ide Rasya"
Dan tanpa berfikir panjang"
Rasya langsung melapor ke RT setempat dan lurah setempat atas menggilanya paman Rasya"
Bapak kepala kampung dan dan staf kampung pun turut berusaha untuk membantu mencari paman Rasya dengan cara semampunya"
Tetapi orang-orang dikampung pun turut merasa aneh"
Kenapa paman Rasya menghilangnya berbarengan dengan diculiknya Rasya tempo hari"
Ada kaitanyakah paman Rasya dengan penculikan Rasya ?
Atau paman rasya juga seperti halnya Rasya jadi korban penculikan ?
Pertanyaan-pertanyaan itupun terlintas juga dihati masyarakat setempat"
Dan hanya waktulah yang bisa menjawab akan kondisi hilangnya paman Rasya itu"
Dan dua pekanpun telah berlalu tetapi paman Rasya belum diketemukan juga" dan tidak ada yang tau dimana rimbanya"
Nenek Rasya pun hanya bisa menangis akan kondisi ini"
Karena sebagai seorang ibu nenek rasya merasa tidak bisa berbuat apa-apa atas menghilangnya anak bungsunya itu"
Setiap hari hanya menangis dan menangis" hingga akhirnya nenek Rasya pun jatuh sakit karena terlalu menghawatirkan anak bungsunya"
Ibu rasyapun turut bersedih karena setelah tragedi yang menimpa Rasya kenapa sekarang adiknya yang menghilang dan ibunya kini sampai jatuh sakit"
Ibu Rasya pun merasa sebagai anak juga merasakan kebahagiaan yang mendalam dengan kondisi ibunya saat ini"
Berobat kesan-kemaripun juga diupayakan oleh ibu rasya demi untuk mencari kesembuhan ibunya "
Dan Alhamdulillah perlahan nenek Rasya pun kondisinya membaik tetapi iya terkadang kalau tidur masih mengigau-ngigau memanggil nama paman Rasya yaitu Rinto"
Mungkin karena begitu hawatirnya nenek Rasya kepaman Rasya hingga tidurpun nenek mengigau atau memanggil-manggil nama Rinto "
Hingga kini 6 bulan pun telah berlalu" paman Rasya pun belum diketemukan juga"tetapi nenek Rasya kini perlahan mulai bisa mengikhlaskan anak bungsunya itu"
ayah Rasyapun kini kembali keluar negeri untuk melanjutkan usahanya"
Tetapi ibu Rasya yang masih tinggal di Indonesia bersama Rasya dan ingin merawat ibunya hingga nenek Rasya sumbuh atau pulih total dari sakitnya"
Dan sampai sekarangpun tragedi yang menimpa Rasya tempo bulan belum ditemukan titik terangnya"
Tapi Rasya berharap cepat atau lambat penjahat itu akan segera ditemukan"
Dan keesokan harinya" hari yang diiringi oleh gerimis yang rintik-rintik silvi menbaca sebuah berita disosial media "
Ada seseorang buronan bernama Rinto Rienaldi, umur 32 tahun,yang beralamatkan didesa dimana Silvi tinggal, RT / RW yang sama
dan yang mengejutkan Silvi adalah setelah wajah dan tubuh orang itu diperlihatkan ternyata adalah paman Rasya yaitu paman yang selama ini dicari dan ditunggu kedatanganya oleh nenek, ibu dan juga dirinya dan tanpa disangka kini iya telah berada sel ditahanan yang sangat jauh letaknya dengan tempat tinggal Rasya "
Silvipun langsung bergegas menyambangi dan memanggil ibu Rasya yaitu ibu mertuanya dengan pelan "
dan memberitahu tentang apa yang telah iya lihat dan iya dengar disosmed itu"
Ibu" ucap Silvi ke ibu Rasya"
Kemarilah Bu masuk kemar Silvi ada yang Silvi ingin bicarakan ke ibu"
Ibu Rasya pun merasa agak terkejut dengan diperintahnya Ia untuk masuk ke kamar Silvi"
Ibu Rasya pun menjawab panggilan Silvi" dan melakukan apa yang silvi perintahkan"
Iya nak" baiklah "
Setelah ibu Rasya masuk ke kamar Silvi dan telah duduk didekat Silvi"
Silvi melanjutkan ucapannya "
Ibu lihatlah ini "sahut Silvi dengan nada biasa "
Menurut ibu kira-kira kenalkah ibu dengan foto ini ?
Tanya Silvi ke ibu mertuanya sambil menunjukkan foto paman Rasya itu"
Dengan sangat terkejut ibu Rasya pun mengucap" Astaqfirullahallazdiimm "
Apakah itu pamanmu Silvi ?
Berbalik ibu Rasya melontarkan pertanyaan kesilvi"
Tolong ibu baca dulu semua identitas orang itu " setelah itu nanti ibu bisa menyimpulkanya sendiri"
Jawab Silvi ke ibu rasya dengan lemah lembut"
Setelah beberapa detik ibu Rasya membaca semua identitas dari orang yang mirip paman Rasya itu "
Ibu rasyapun langsung bisa memberi kesimpulan kesilvi"
Silvi" ucap ibu Rasya kesilvi "
Itu memang benar pamanmu"
Pantes aja selama ini iya tidak pulang-pulang"
Ternyata pamanmu ada didalam sel tahanan"
Jawab ibu Rasya kesilvi"
Kita nanti setelah Rasya pulang dari kantornya" kita harus musyawarah dengan Rasya " selanjutnya apa yang harus kita lakukan"
Silvipun mengangguk dan setuju dengan pendapat ibu mertuanya itu"
Dan setelah mengetahui semua itu ibu Rasya pun langsung keluar dari kamar Rasya dan Silvi"
Iya sangat tidak menyangka jika adik kandungnya bisa sampai masuk tahanan seperti itu"
Tetapi kalau Silvi sudah tidak heran jika paman iparnya itu masuk kedalam sel tahanan"
Karena menurut Silvi paman iparnya itu memang bukan lelaki yang baik-baik tidak seperti Rasya dan ibunya
Nenek Rasya pun belum dikasih tahu tentang keberadaan kabar ini"
Karena masih menunggu Rasya pulang dari kantor dan biarlah nanti Rasya yang memutuskan bagaimana dan langkah apa yang harus diambil atau disimpulkan untuk mengatasi permasalahan ini.
Hari tengah sore, dan mobil Rasya pun telah terlihat diparkir halaman rumah yang artinya bararti Rasya sudah ada dirumah"
Rasya" ucap ibu Rasya ke Rasya"
Sudah pulang nak ?
Sudah Bu" jawab Rasya sembari mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan ibunya karena baru saja pulang dari kantornya"
Silvi pun sedari Rasya nyampe depan rumah seperti biasa iya telah menyambutnya"
Dengan sambutan yang hangat dan kasih sayang"
Dan tiba-tiba ibu Rasya mengucap"
Rasya mandi dulu nak"
Nanti ada yang akan ibu bicarakan"
Rasyapun menjawab iya Bu baiklah"
Tetapi dengan perasaan agak hawatir Rasya pun bertanya kesilvi "
Sayang" kamu tau nggak ibu mau ngomong sesuatu pada qu katanya" kira-kira ibu mau ngomong apa ya sayang ?
Tanya Rasya keistrinya"
Silvipun menjawab"
Iya sayang aqu tahu ibu mau bilang apa kekamu"
Buruan makanya yaa bersih-bersih badanya"
Perintah Silvi kesuamimu"
Rasyapun langsung bergegas mandi dan mendekati istrinya lagi "
Ayo istri qu kita temui ibu
Bersama-sama" kan katanya ibu mau ngomong sesuatu dengan aqu"
Setelah Rasya bertemu dengan ibunya diruang tamu "
Ibu Rasya pun mulai membuka pembicaraanya "yaitu mengenai paman Rasya"
Rasya" ucap ibu Rasya ke Rasya "hari ini kita telah mendapatkan informasi mengenai paman kamu ?
Info yang bagaimana maksudnya Bu?
Tanya balik Rasya ke ibunya"
Silvipun langsung menunjukkan gambar Rinto yaitu paman Rasya yang telah menyebar dimedsos "
Dan pagi menjelang siang ini Silvi mendapat kabar tentang pamanmu Rasya" ucap ibu Rasya ke Rasya"
Kejahatan apa yang dilakukan paman ya Bu" hingga paman sampai masuk seltahanan dan tanpa memberi tau pihak keluarga seperti ini"
Iya Rasya" ibu juga bingung dengan pola fikir pamanmu itu"
Terus kita selanjutnya bagaimana Rasya?
Tanya ibu Rasya ke Rasya"
Bagaimana kalau kita datangi aja Bu paman kesel tahanananya itu "
Tetapi aqu harus nunggu waktu Wike end qu Bu"
Sabtu Minggu depan ya Bu" kita bertiga datang ketempat tahananya paman"
Baik Rasya" tetapi sebelum kita bisa menemui pamanmu itu jangan kasih tahu nenek terlebih dahulu ya?
Jawab ibu Rasya keRasya dan Silvi "
Rasya dan Silvipun bersepakat tidak akan memberitahu nenek terlebih dahulu sebelum iya mengetahui keadaan pamanya yang sesungguhnya"
Akhirnya hari libur Rasya pun datang juga"
Ibu rasyapun berpamitan kenenek Rasya untuk pergi jalan-jalan bersama Rasya dan juga Silvi "
Ibu dirumah saja ya Bu"
Ucap ibu Rasya ke ibunya"