Menuai Akibat

1527 Kata
Setelah ibu Rasya berpamitan keibunya iya langsung bergegas menuju mobil Rasya yang didalam mobil itu sudah ada Silvi, Rafi, dan Rasya" Ibu" ucap Rasya ke ibunya" Aqu dan Silvi udah dipamitkan kenenek kan Bu? Iya nak" kalian sudah ibu pamitkan" Sebenarnya saya kasian Bu ninggalin nenek seorang diri dirumah"tapi bagaimana lagi kita harus membuktikan kabar itu " Ucap Rasya keibunya" Iya Rasya" ibu juga merasakan hal yang sama seperti kamu" Tapi ibu juga telah menitipkan nenek kamu ketetangga sebelah "supaya nenek tidak sendirian dirumah" Makanan dan kebutuhan lain yang nenek butuhkan telah ibu persiapkan dan ibu pasrahkan ketetangga yang ibu mintain tolong untuk menjaga nenek" Jawab ibu Rasya ke Rasya " Setelah enam jam perjalanan Alhamdulillah mulai terlihat tanda-tanda tempat tahanan seperti yang nampak pada gambar yang Silvi dapatkan lewat media sosialnya" Dengan menggunakan petunjuk google map akhirnya Rasya sampai juga ketempat tujuan" Dan rasya pun langsung saja memarkirkan mobilnya dilokasi parkir yang telah disediakan itu" Setelah mobil terparkirkan Rasya, ibu Rasya dan juga Silvi yang dengan menggandeng anaknya itu langsung menuju kesebuah ruangan polisi dan bertanya" Assalamuallaikum pak ma'af numpang tanya" Adakah tahanan disini yang atas nama Rinto Rienaldi, dengan alamat berikut yang tertera di KTP saya ini pak? Tanya Rasya kesalah satu polisi yang bertugas dikantor itu" Sebentar ya pak" saya cek terlebih dahulu" Ucap polisi yang bertugas itu" Benar adanya pak " Nama atau orang yang anda maksud berada di sel tahanan sini" Ee ...kalau boleh nanya pak" Kami ini dari pihak keluarga bapak Rinto tersebut " Melakukan kejahatan apakah tahanan yang bernama bapak Rinto ini pak ? Tanya Rasya kepolisi yang bertugas itu" karena ingin mengetahui dan sekaligus membesuk pamanya " Anggota polisi yang sedang bertugas itu pun langsung memberikan jawaban atas pertanyaan Rasya " Rinto melakukan tindak kejahatan merampok sebuah toko emas yang terletak sekitar 10 kilo meter dari kantor kita ini pak" dan telah ditotal jumlah nominal uang yang komplotan pak Rinto ambil dengan jumlah milyaran rupiah pak" Disaat bapak Rinto sedang beroperasi kebetulan perwakilan dari kami ada yang sedang perpatroli mengelilingi daerah itu pak" Dan salah satu rekan dari kami mendengar orang meminta tolong, akhirnya pun kami langsung bergegas menuju TKP (tempat kejadian perkara) dan disaat kami sampai ditempat kejadian" salah satu komplotan pak Rinto masih ada yang tertinggal ditoko itu dan kamipun langsung menangkapnya dan membawa ke kantor" Dan dari situlah kami tahu informasi atau keberadaan pak Rinto dari temen komplotannya yang tertangkap itu" Ia mempunyai lima orang teman dalam komplotanya itu"dan sekarang telah terciduk yang empat orang termasuk pak Rinto" Dan yang satunya masih dalami pencarian kami" Oh iya pak" kira-kira pak Rinto ditahan berapa tahun ya ? Tanya Rasya kembali kepetugas kepolisian itu" Pak Rinto dijerat hukuman penjarara minimal Tujuh tahun penjara pak" jawan petugas kepolisian itu Rasya " Baik pak terimakasih atas informasinya tentang bapak Rinto" Jika kami ingin bertemu dengan bapak Rinto bolehkah pak ? Ucap Rasya kepetugas kepolisian itu" Boleh pak" silahkan ditunggu diruang tunggu ya" biar bapak Rinto saya panggil terlebih dahulu" Setelah Rasya, Silvi dan ibu Rasya berada diruang tunggu sekitar sepuluh menit" Paman Rasya pun datang menemui Rasya, Silvi, dan juga ibu Rasya" Wajah yang penuh luka dan bapak belur seperti yang dirasakan Rasya "rupa-rupanya paman Rasya merasakan juga" Tetapi saat ini luka diwajah dan dan tubuh paman Rasya sudah hampir sembuh dan bahkan sudah ada yang sembuh" Ibu Rasya pun langsung memeluk adiknya itu seraya menangis " Rinto kenapa bisa seperti ini ? Apa yang terjadi padamu? Tanya ibu Rasya kepaman Rasya yang adik kandung ibu Rasya itu" Paman Rasya pun terdiam dan tidak menjawab satu katapun dari pertanyaan kakaknya itu" Entah apa yang sedang Rinto fikirkan "kejahatannya kini telah terbalaskan" apa yang ia lakukan ke Rasya tempo bulan kini ia sedang menerima balasanya" Memang Rinto adalah manusia yang keji" kecemburuannya dengan Rasya karena Rasya memiliki segalanya dan ia tidak, itu menjadi penyebab muncul kejahatan dalam hatinya" Rinto mencintai Silvia ,tetapi Silvi tidak mau menanggapinya dan silvi mengadukan perlakuan paman Rasya itu ke Rasya, dan akhirnya dari situlah mulai timbul perselisihan kecil antara Rasya dengan pamanya yang permasalahan itu kemudian ditambah lebih besar oleh Rinto" Dan akhirnya seperti inilah nasib Rinto sekarang" Mendekam didalam seltahanan bersama teman komplotanya " Dengan kondisi yang penuh bekas luka karena berhadapan dengan preman-preman yang lain. Dan setelah lama Rinto tidak menjawab pertanyaan dari kakaknya itu " tiba-tiba Rinto mengucap kata- kata keibunya Rasya yaitu kakak kandung Rinto" Kak" Ibu apa kabar ? Dan kakak juga apa kabar ? Ibu rasya pun menjawab pertanyaan adiknya itu" Kakak Alhamdulillah kabarnya baik" Ibu telah sembuh dari sakitnya" Karena terlalu memikirkan kamu Rinto" Kabar anak saya bagaimana kak ? Tanya Rinto ke ibu Rasya juga" Anak kamu baik-baik saja" Tetapi terkadang ia menanyai kamu ke neneknya " Ayah dimana nek ko' gak pulang-pulang " Tapi ibu menjawab " ayah lagi kerja nak" besok kalau kerjaan ayahmu sudah selesai ayah pasti pulang" Dan dengan nada pelan Rinto pun menjulurkan tanganya keanaknya Rasya " Rupanya rafi pun juga masih mengenali pamanya Rasya" Rafi pun tersenyum dan balik menjulurkan tanganya untuk bersalaman ke paman Rasya" Hai ganteng apa kabarmu? Rafi pun ternyata berani menjawab juga pertanyaan dari paman rasya itu" Kabar Rafi baik kek" Jawab rapi ke paman Rasya" Dan rasya pun langsung meluncurkan kata-kata juga kepamanya" Paman" kenapa paman sampai bisa gelap mata seperti ini paman ? Paman tidak kasian dengan orang- orang yang menyayangi paman? Perbuatan paman ini berimbas ke orang yang menyayangi paman" Contohnya nenek " Ia sampai terjatuh sakit, dan telah diobatkan kesana kemari hampir tidak sembuh" Dengan begitu paman bisa ya" nggak memperdulikan perasaan nenek ! Tegas Rasya kepamanya" Dan waktu besuk pun telah selesai" sebenarnya Rasya belum selesai ngomong kepamanya" Tetapi kerana waktu yang sudah dibatasi akhirnya pun Rinto diperintahkan lagi kembali kedalam seltahanan oleh petugas kepolisian" Ibu Rasyapun menangis karena melihat kondisi adiknya yang seperti itu" Dan akhirnya Rasyapun berpamitan kepetugas kepolisian intuk pulang. Dan disaat Rasya melihat Rinto yang ditarik petugas kepolisian untuk masuk lagi kedalam seltahanan, Rasya tiba-tiba melihat kesalah satu teman Rinto yang ada diseltahanan dan iya tidak merasa asing dengan salah satu teman pamanya itu" dan setelah Rasya inget-inget ternyata Orang yang ada didalam tahanan dengan paman Rasya itu adalah salah satu orang yang menyetang Rasya ketika Rasya disekap dalam gudang enam bulan yang lalu" Karena Rasya ingat betul waktu itu Rasya sempat melepaskan topeng orang yang menyerangnya" dan melihat ada tanda lahir dileher orang itu. Setelah sampai diperjalanan menuju pulang Rasya pun bertanya keibunya? Ibu" apa nanti yang akan kita bicarakan kenenek Bu ? dalam kondisi nenek yang belum terlalu sehat, apakah ibu bisa memberitahu kenenek tentang paman yang sebenarnya? Rasya anak qu" jawab ibu Rasya ke Rasya " Kebaikan dan keburukan seseorang itu cepat atau lambat pasti akan ketahuan juga " Ibu akan ngomong apa adanya kenenek nak" tentang apa yang terjadi pada pamanmu itu" Tetapi tidak besok atau lusa" Ibu akan menunggu waktu yang kira-kira nenek tidak terkejut dengan kenyataan ini" kenyataan yang sangat pahit melihat kondisi anak bungsunya yang mendekam didalam seltahanan dalam keadaan terluka tubuhnya" Ibu" Rasya ingin ngomng sesuatu ke ibu" ucap Rasya keibunya" Ia nak" ngomong aja ibu siap untuk mendengarkannya" Tadi sewaktu aqu melihat paman ditarik oleh petugas kepolisian untuk masuk kedalam seltahanan" aqu sempet melihat salah satu orang yang satu seltahanan dengan paman yang menyerang aqutempo bulan yang lalu Bu" Karena aqu sempat melepaskan topengnya dan sempat juga melihat ada tanda lahir dilehernya" Apa iya nak" jawab ibu Rasya keRasya" Iya Bu " jawab Rasya ke ibunya" Apa ini artinya paman kamu ada kaitannya dengan penyekapan kamu ya? ucapa ibu Rasya ke Rasya " Belum tahu juga Bu" belum ada bukti so'alnya" tapi yang jelas perkara itukan sudah diajukan jadi lambat laun pasti ketahuan "jawab Rasya ke ibunya" Malampun mulai larut kini Rafi dan ibu Rasya rupanya telap terlelap tidur" tapi Silvi tidak bisa tidur karena menemani Rasya yang sedang menyetir " Memang Silvi tidak menggantikan Rasya menyetir mobil tapi paling tidak kalau Silvi kelihatan tidak tidurkan Rasya merasa lebih terpantau" Enam jampun telah berlalu jarak rumah Rasya pun Sudah tinggal beberapa meter lagi" Ibu Rasya pun telah terbangun dari tidurnya" tapi Rafi yang masih terlelap tidurnya" Grengg-grengg-grengg" suara mobil Rasya telah masuk ketempat parkiran rumah" Nenek rasya rupanya belum juga tertidur" karena anak dan cucunya belum sampai di rumah" dan setelah mendengar suara mobil pun nenek Rasya perlahan berjalan menuju kedepan" setelah nenek membuka pintu rumah dan berjalan menuju tempat parkir mobil" Ibu Rasya pun langsung menyapa nenek Rasya" Ibu..." Ibu belum tertidur ? Tanya Ibu Rasya ke ibunya" Belum nak" Ibu belum bisa tidur sebelum kalian semua sampai ke rumah" Alhamdulillah kita semua baik-baik saja Bu " Ucap Ibu Rasya ke Ibunya" Iya nak" aAmiinnn ...Alhamdulillah" Ibu Rasya pun mengandeng ibunya menuju kedalam rumah" Ibu sekarang ibu tidur ya" ini sudah larut malam" Kondisi Ibukan belum begitu pulih " Ibu tidak boleh tidur dengan terlalu larut " Ucapa ibu Rasya ke ibunya" Nenek Rasya pun sambil mengangguk dan mengucap ia nak" Kalau sekarang ibu sudah lega kalian semua sudah sampai di rumah dan ibu sudah bisa tidur" Ibu rasya pun menyelimuti nenek Rasya dan setelah itu menuju ke kamar kecil bersih-bersih badan atau mandi karena hampir seharian belum mendi"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN