Rasya pun melakukan hal yang sama" begitu masuk kedalam rumah ya pun langsung bergegas masuk kekamar kecil dan mandi"
Tetapi kalau Silvi Ia beda" begitu masuk kedalam rumah Ia langsung menidurkan Rafi dan terus mengambil air wudhu lalu melakukan sollat.
Silvi tidak berani mandi di atas jam 11:00 malam, karena Silvi mempunya penyakit rematik"
Dari pada mengobati lebih baik mencegah " itulah prinsip dari Silvi "
Tetapi kalau Rasya mandi diatas jam 1:00 pun now problem, tubuh Rasya Alhamdulillah masih kuat belum memiliki keluhan apa-apa, selesai mandi Rasya berbincang-bincang sebentar dengan Silvi"
Sayang " ucap Rasya kesilvi"
Bagaimana ya misalkan yang melakukan p*********n ke aqu tempo bulan adalah paman aqu sendiri "bukankah iya sempat mengancam kamu ya"
Sewaktu iya melecehkan kamu"jika aqu sampai tahu tentang perbuatan diya ke kamu maka paman tidak segan-segan akan mencelakai aqu ?
Bukankah begitu ya sayang ?
Tanya ulang Rasya kesilvi "
Iya sayang " jawab Silvia keRasya"tetapi kita juga tidak bisa menuduh orang dengan tanpa adanya bukti " tapi aqu yakin orang yang menyerang kamu suatu saat pasti akan ketahuan juga"
Apalagi sekarang sudah mulai terlihat, salah satu orang yang menyerang dan menyekapmu waktu itu"ini artinya " sudah mulai ada titik terang tentang penjahat itu"
Tetapi misal diambil kemungkinan terburuknya yaitu pamanlah yang memang telah mencelakai kamu " maka menurut aqu jika kamu rela, biarlah Allah saja yang menghukumnya"
Karena hukuman Allah akan lebih pedih lagi dari hukuman manusia, dan bagi Allah tiada sesuatupun makhluk didunia ini yang luput dari pantauanya"sekecil dan atau sebesar apapun perbuatan itu "Allah pasti akan memberikan balasanya yang setimpal atau bahkan lebih dari apa yang iya lakukan"
Iya sayang " ucapa Rasya kesilvi"
kalau aqu fikir-fikir, melihat kondisi paman yang babak belur dan penuh luka"walau luka itu sebagian telah ada yang sembuh, rasanya aqu ko' merasa kasihan melihatnya"
Bagaiman jika memang paman yang melakukanya, maka paman bisa dijerat hukuman lebih dari 10 tahun penjara dan iya akan menua diseltahanan tersebut"
Sayang " ucap Silvi "
Tapi ngomong-ngomong aqu ko' udah mengantuk ya ?
Bolehkah aqu tidur lebih dahulu ?
Tanya Silvi yang penuh canda keRasya "
Rasyapun menimbali candaan silvi"
Sayang " bagaimana jika kita bikinin adek dulu kerafi ?
Kebetulan aqukan baru mandi, jadi tenaga qu juga masih oke"
Silvipun menjawab permintaan Rasya "
Rasya sayang silahkan sesukamu dalam menggauli aqu"
Semua itu tidak ada masalah bagiqu"
Tetapi Silvi menjawab pertanyaan Rasya itu sudah dengan posisi mata terpejam, maklum karena telah bepergian jauh jadi badan terasa lesu dan capek"
Rasyapun tersenyum kesilvi sembari mengucap" sayang aqu cuma becanda "
Khusus malam ini aqu cukup memandangi tubuhmu yang tanpa ada penutup badan selain selimut kita "bagiqu sudah cukup"
Karena aqu juga mulai tidak berdaya karena sudah terserang ngantuk "
Rasyapun mengucap seperti itu sembari membuka baju Silvi "tetapi apalah daya, sebelum selesai Rasya dalam membuka kancing baju tidur yang Silvi kenakan rasyapun telah tertidur juga"
Pagipun telah menjelang "silvipun terbangun terlebih dahulu dari Rasya"seperti biasa Silvi bangun dan ingin merapikan selimut yang iya kenakan bersama suaminya itu"
Tetapi dengan tiba-tiba rasyapun terbangun dan melihat kancing baju Silvi yang belum Silvi rapikan "dan ternyatapun Rasya langsung menarik Silvi hingga Silvi jatuh berada tepat dibawah badanya"
Dan dengan kondisi tidur yang telah pulas otomatis Rasya telah tidak mengantuk lagi "dan iyapun langsung bangkit birahinya dan langsung lanjut dalam melepas baju Silvi yang tinggal satu kancing lagi "
Rasyapun langsung melakukan percintaanya seperti biasa yang telah iya lakukan berkali-kali kesilvi"
dan rupa-rupanya Rasya adalah tipe lelaki yang hiper s*x jadi kalau belum ada satu jam iya belum melepaskannya"
dan Satu jam telah berlalu " rasyapun telah puas dalam melakukan percintaanya" tetapi Silvi belum boleh beranjak dari tempat tidurnya karena Rasya masih ingin ditemani istri yang masih dalam kondisi tanpa busana itu"
Selang beberapa menitpun Silvi mengelus zakar Rasya yang telah mengecil itu, dan Silvipun meminta izin dahulu kezakar Rasya untuk memasak dahulu didapur"
Rasyapun tersenyum sembari mengecup kening Silvi dan mengucap kata "terimakasih ya sayang telah memuaskan aqu"
Iya sayang sama-sama "kamu juga telah membuat aqu puas"
jawab Silvi kerasya sembari mengenakan pakaiannya lagi "
Setelah selesai melakukan kewajibannya kesuami, silvipun langsung bergegas menuju kedapur untuk memasak "
dan rasyapun langsung mandi besar dan menjalankan sollat subuh"
Tetapi kalau Silvi biasanya memasak nasi terlebih dahulu lalu mandi dan melakukan sollat subuh"
Untuk kelanjutan memasaknya Silvi dibantu oleh asisten rumah tangganya"jadi Silvi tidak terlalu bertele-tele dalam urusan memasak karena telah ada yang membantunya"
Hidangan untuk sarapanpun telah siap dihidangkan" Rasya juga telah siap untuk berangkat kekantor, tetapi seperti biasa Rasya harus sarapan dahulu sebelum iya berangkat kerja"
Sebenernya Silvi hidup bahagia jika neneknya Rasya bisa mengerti kesilvia sebagaimana keRasya " tetapi sayangnya nenek Rasya kesilvia kelihatan tidak suaka jadi jika melihat Silvi bawaannya ingin memarahinya.
Tetapi Silvi tetap berusaha menahan semua derita itu"demi suami ,anak dan demi rumah tangganya iya bertaruh perasaan sakit dibenci oleh nenek mertuanya"
Setelah sarapan selesai rasyapun langsung berpamitan ke ibu, nenek dan terakhir kesilvi dan Rafi "untuk berangkat kekantor"
dan dirumah iburasyapun berusaha mencari kesempatan untuk memberi tahu nenek Rasya tentang keadaan anak laki-lakinya itu yaitu Rinto"
Siang menjelang Dzuhur nenek Rasya pun memanggil ibu Rasya untuk ngobrol bersama sebagaiman biasanya"
Alhasil ibu rasyapun mendapatkan kesempatan itu, dan dengan pelan ibu Rasya berkata"
Ibu " boleh aqu memberi sesuatu keibu ?
Tanya ibu Rasya keibunya"
Boleh nak" tentang apa?
Balik tanya nenek Rasya keibunya Rasya "
Ini Bu"jawab ibu Rasya keibunya"
Sebenernya saya telah mendapat kabar tentang Rinto melalui surat kabar"
dan saya, Rasya serta Silvi kemarin itu telah melajak tempat yang dihuni oleh Rinto itu bu"
Ucapa ibu Rasya ke ibunya"
Berarti kemari kamu yang bilang kenenek pergi berlibur ternyata pergi ketempat Rinto?
tanya nenek Rasya keibu Rasya"
Iya Bu " jawab ibu Rasya keibunya"
Ma'afin kami semua ya Bu"
Karena kamikan kemarin masih mencari tahu tentang keberadaan kabar Rinto" jadi aqu belum berani bilang yang sesungguhnya keibu"
Tetapi Alhamdulillah kemari keberadaan Rinto telah ditemukan oleh Rasya "jadi saya sekarang baru berani ngomong keibu"
Iya nak tidak apa-apa " jawab nenek Rasya ke ibu Rasya "
Lalu bagaimana kabar Rinto adikmu nak?
Tanya nenek Rasya keibu Rasya?
Ibu rasya pertama kalinya memeperlihatkan foto Rinto yang tersebar disosial media"
Ibu " ucap ibu Rasya keibunya"
Apakah ibu mengenali sosok ini bu?
Tanya ibu Rasya kenenek Rasya sambil menunjukkan gambar Rinto itu"itu bukankan Rinto adikmu nak"
Jawab nenek Rasya ke ibu Rasya "
Iya benar Bu " ini adalah Rinto anak ibu, yang berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan ibu fikirkan dan ibu khawatirkan seperti inilah keadanya Bu "
Jawab ibu Rasya ke ibunya"
Rinto kini berada didalam seltahanan
Karena melakukan tindakan kriminal Bu" iya membobol sebuah toko mas ternama didaerah itu, dan kebetulan waktu itu masih ada polisi yang berpatroli "
Dan salah satu pekerja toko itu meminta tolong, jadi petugas kepolisianlah yang menolong orang minta tolong itu, dan saat itulah teman komplotan Rinto masih ada yang tertinggal satu ditoko itu ,jadi polisi langsung membekuknya dan membawanya kekantor polisi"
dan sekarang Rinto beserta temen-temenya sedang berada didalam seltahanan yang kecil dan sangat engap itu Bu"
Ibu Rinto dengan seketika mendengar kabar tentang anaknya itup langsung menangis dan seolah-olah tidak terima anaknya berada didalam tahanan.
Lalu ibu rasyapun memberikan masukan keibunya"
Ibu" ucap ibu Rasya keibunya"
menangislah sepuas hati bu" karena dengan menangis semua beban yang ada dipundak kita akan terasa terangkat Bu" dan memang Rinto itu anak ibu adik kandungku
Tetapi ibu juga jangan larut dalam kesedihan ini, karena dengan ibu menyimpan terus kesedihan" itu tidak akan membuat hukuman Rinto menjadi ringan atau dikurangi itu tidak akan bisa mengubah suasana"
Karena satu hal Bu "
Rinto terbukti dengan kesalahannya itu"dan iyapun dibesuk oleh Rasya tidak memperdulikan Rasya sama sekali Bu "
Padahal Rasya berniat baik"
Tetapi seperti itulah balasan Rinto keRasya "
dan satu hal lagi Bu yang membuat aqu terkejut"
Yaitu Rasya melihat orang yang tempo bulan menyerang Rasya digudang itu" dan orang itu berada dalam seltahanan yang sama dengan rinto"
Hal itu membuat rasyapun berfikir, apakah rinto terlibat dalam menyekapan Rasya waktu itu ?
Tetapi untungnya Rasya telah menyerah dari problema yang menimpanya waktu itu"
Jadi mulai sekarang Rasya telah mengikhlaskan Bu tentang kejahatan orang yang pernah menyekapnya.
Karena Rasya yakin " suatu saat orang itu pasti akan menerima balasan yang setimpal dengan perbuatannya.
Ibu rinto pun perlahan tangisnya terhenti karena mendengar ucapan dari ibunya Rasya itu"
Dan nenek Rasya pun mempunyai permintaan ke ibu rasya"
Apa nek? Tanya ibu Rasya kenenek"
Maukah Rasya besok kalo libur Anter nenek besuk rinto ?
Iya nanti kalau Rasya sesudah pulangdari kantornya kita bahas kembali ya Bu"( problema ini)
Haripun telah menuju sore "kini Rasya mulai meluncur dari kantornya"dan setelah sesampainya dirumah nenek Rasyapun tidak sabar ingin besuk anak laki-laki "
Rasya" tanya ibu Rasya keRasya "
Nenek akhir pekan besok ingin meminta diantarkan kepamanmu sya"
Rasyapun menjawab"
Iya Bu insaAllah akan Rasya usahakan"
Rasya menjawab ucapan ibunya itu sembari bersalaman kenenek dan ibunya "dan dengan silvi mendampinginya, lalu rasya langsung masuk kedalam kamar untuk melepaskan baju kerjanya" yaitu dasi dan baju jas beserta kemeja yang Rasya kenakan.
Tetapi Seperti biasa" secapek apapun Rasya jika Silvi berada didekatnya apalagi jika Silvi menyentuhnya"fikiran Rasya akan menjadi sejuk dan damai"