Apalagi sampai Silvi menyentuk alat percintaanya Rasya"
Iyapun bisa langsung menelanjangi Silvi dan melakukan percintaan"
Hingga suatu haripun pernah" sewaktu Silvia membukakan kancing baju jas dan kemeja Rasya dan langsung lanjut melepaskan ikat pinggang Rasya dan juga sekalian membantu melepaskan celana kerja Rasya "dan dengan tidak disengaja iya menyentuh senjata Rasya yang bila sedang hidup kekar dan panjang itu"
Lalu silvipun langsung balik dilepas kancing bajunya dan Silvi dengan seketika diangkat dirancang tempat tidur dan rasyapun langsung meluapkan birahinya"
Tetapi Silvi memang perempuan yang taat dan patuh terhadap suaminya jadi misal Rasya mencumbuinya dalam sehari hingga berkali-kalipun iya tidak mau mengelaknya"
Pernah suatu hari, kebetulan waktu itu memang berketepatan hari libur dan seharian full hari itu dalam cuaca hujan yang berintik- rintik tetapi tidak ada henti-hentinya "
Otomatis Silvi jika berada diluar kamar gampang terkena lampiasan emosi dari nenek Rasya "akhirnya silvipun setelah selesai memasak iya bersih-bersih badan dan terus berdandan serta memakai wangi-wangian "
Alhasil Rasya saat itu lagi duduk di kursi kamar sembari memeriksa kerjaannya dikantor dengan sarana laptop "dan dengan melihat suasana istrinya yang cantik segar dan wangi "
Tanpa berkata panjang dan lebar rasyapun langsung menghentikan pekerjaannya dan kebetulan Silvi waktu itu berada didekat Rasya karena lagi menemani Rasya mengontrol pekerjaannya"
dengan seketika rasyapun memindahkan laptopnya dimeja sebelah kursi dan langsung mencium pipi Silvi sembari merebahkan Silvi dikursi lalu rasya terus melakukan hubungan itu.
Dan dalam sehari Rasya hampir tidak keluar kamar "karena cuaca yang sedang hujan dan iya memang hoby b******u dengan istri"sampai-sampai Silvi pada hari itu rambutnya tidak sempat kering "karena pagi siang dan sorepun selalu mandi besar.
Memang Rasya orangnya sangat hiper tetapi iya juga sangat faham tentang keluarga berencana, jadi walau hampir tiap hari iya melakukan percintaan, tetapi Silvi tetep tidak gampang hamil.
dan Satu pekanpun telah berlalu kini Rasya diminta oleh neneknya untuk menghantarkan nenek ketempat dimana pamanya Rasya menjalankan hukumannya"
Nenek " ucap Rasya ke neneknya"
Apakah nenek bener-bener telah siap untuk bertemu dengan paman ?
Tanya Rasya ke neneknya"
Emang kenapa nak ?
Tanya nenek Rasya ke Rasya"
Ya ditahanan itukan nenek fahamlah nek, bagaimana situasi disana,tentunya banyak manusia-manusia dengan tubuh yang seram, kucel dan sebagainya"
Termasuk juga paman nek"
Jawab Rasya keneneknya"
Iya nak" nenek telah siap dengan situasi seperti itu"
Baik nek" jawab Rasya keneneknya"
Berarti besok pagi kita harus berangkat dari rumah lebih pagi lagi dari kemarin waktu aqu kesana"
Karena dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh nek"
Sekitar 6 jam perjalanan"
dimalam itupun Rasya berdiskusi keistrinya tentang nenek yang akan membesuk pamanya itu "
Sayang " besokkan aqu akan mengantar nenek untuk bertemu dengan paman" dan ibu juga akan ikut " bagaimana dengan kamu dan anak kita, akan ikut juga kan?
Tanya Rasya kesilvi"
Silvipun menjawab dengan Rasya senang"
Iya sayang hati-hati dijalan ya"
Tapi aqu dan Rafi kayaknya tidak bisa ikut ya"
Aqu akan ketempat ibu saja"
Lagian udah ada beberapa hari ini aqu belum main ketempat ibu"
Baiklah sayang "jawab Rasya keistrinya"
Besok sekalian aqu antar ya ketempat ibu"
Tidak usah sayang"
Aqu berangkat sendiri saja, dengan menggunakan kendaraan motor"
Jawab Silvi ke Rasya "
Okey sayang hati-hati ya dirumah"akan aku usahakan untuk pulang lebih awal
Jawab Rasya kesilvia"
Tidak usah terburu-buru yang "perjalanan kamu besok itu tidak dekat lho, jadi santai aja aqu tidak apa-apa "
Ucap Silvi ke Rasya "
Rasyapun tersenyum sembari mengecup kening istrinya lalu beranjak tidur"
Sebenarnya Rasya jika menyentuh anggota tubuh Silvi didalam kamar organ intimnya pasti membesar tapi apalah daya kali ini iya harus menahanya karena besok tenaganya harus lebih fit karena akan bepergian untuk mengendarai mobil seharian penuh tanpa ada sopir "
Sopir pribadi Rasya kini telah pulang ke kampung halamannya" dan tidak kembali lagi, jadi kini rasya sudah beberapa pekan ini mencoba menyetir mobil sendiri seperti dulu kala"
dan keesokan paginya rasya beserta yang lainya bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat menuju keseltahanan rinto, dan kini Rasya berangkat dari rumah lebih awal lagi dari yang pertama iya kesana, tepat jam 5:00 Rasya, ibu Rasya dan nenek Rasya dan juga anak Rinto pun diajak ikut menjenguk ayahnya
Suasana sedih dan berlinang air mata yang mengalir dipipi nenek Rasya mengiringi hampir disepanjang jalan menuju tempat tahanan Rinto
Ibu Rasya pun berusaha menghibur ibunya itu"
Ibu "ucap ibunya Rasya ke nenek Rasya"
Jangan terlalu menangisi keadaan ini Bu, kasian kondisi badan ibu baru pulih dari sakit"
Jangan sampai setelah kita kesana ini memperburuk suasana hati kita Bu "
Kasian anak Rinto juga Bu"
Iya juga merasa ikut bersedih jika melihat neneknya sedih "
apa yang Rinto alami sekarang itu adalah akibat dari perbuatannya sendiri"
Akhirnya pun nenek Rasya bisa berhenti menangis"
dan perlahan bisa tertidur"
Suasana yang sangat cerah yang disinari oleh teriknya matahari disiang hari Rasya pun telah sampai ditempat tahanan pamanya itu, kurang lebih sekitar pukul 11:30 wib.
Rasyapun membantu neneknya keluar dari dalam mobil dan kalau ibu Rasya iya membantu anak rinto" setelah semua keluar dari mobil rasyapun mengunci pintu mobil dan menggandeng tangan anaknya Rinto langsung menuju tempat dimana paman Rasya bisa ditemui.
Tetapi terlebih dahulu Rasya meminta izin kepetugas kepolisian untuk menemui tahanan dengan atas nama Rinto Rienaldi "
Sekitar 10 menitpun Rinto telah muncul dihadapan ibu, anak dan kakaknya itu"
Tanpa berfikir panjang rintopun langsung memeluk ibu dan anaknya dengan bercucuran air mata dipipinya, dan karena saking tidak tahan melihat kondisi anaknya, nenek Rasya pun jatuh pingsan
Suasana yang menyedihkan, akhirnya Rasyapun mengangkat neneknya ketempat yang diperintahkan oleh petugas polisi itu untuk memneri pertolongan pertama pada orang yang pingsan.
Perasaan rasyapun kini bercampur aduk, melihat kondisi neneknya yang terbaring lemah seperti ini"dan rintopun dikembalikan lagi oleh petugas polisi kesel tahananya.
Setelah kurang lebih sepuluh menit dari waktu pingsan, nenek Rasyapun kini telah tersadar dari pingsannya dan langsung memanggil - manggil anak bungsunya itu ,,
Rinto- Rinto ucapa nenek sambil beranjak dari tempat istirahatnya"
Nenek rasyapun digandeng tanganya oleh ibu Rasya menuju tempat paman Rasya, dan polisipun memanggil kembali Rinto untuk menemui ibunya.
Dan Rasya dengan pelan membisikan kata-kata keneneknya"
Nenek" jika nenek tidak kuasa untuk bertemu dengan paman ,maka lebih baik kita pulang saja nek"
Ucap Rasya kenenek"
Tapi nenek Rasya tetep bersikeras untuk bertemu Rinto"
baiklah nek" tetapi kuatkan hati nenek, kan saya sudah bilang kenenek seperti apa kondisi orang yang berada didalam seltahanan.
Nenek Rasya pun mengangguk untuk tidak menangis dan pingsan lagi jika bertemu dengan Rinto anak bungsunya itu.
Dan rintopun telah berada didepan ibu kandungnya itu, dengan seketika Rinto mencium ibunya sembari menangis dan meminta maaf
Ibu" ma'afkan anakmu ini Bu ...
Rinto telah menyakiti hati ibu...
Nenek Rasya pun menjawab ucapan anak laki-lakinya itu"
Iya nak" ibu mema'afkanmu"
Apakah Rinto masih menyayangi ibu dan anakmu ini ?
Ucap nenek Rasya kerinto"
Iya Bu, aqu sangat menyayangi kalian berdua"
Setelah kamu keluar dari tahanan ini maukah kamu berhenti dari berbuat yang keji itu ? dan jangan menghalalkan segala cara dalam mendapatkan uang "
Itu adalah permintaan dari ibu Rinto yang juga nenek Rasya "
Rintopun mengangguk dan bersedia untuk tidak melakukan kejahatan lagi seperti sebelum iya masuk dalam selpenjara.
Dan yang duduk disebelah ibu rinto yang juga nenek Rasya adalah Rasya "
Rinto setelah mengetahui permintaan ibunya itu lalu menatap Rasya dengan penuh penyesalan"
Rasya" ucap Rinto ke Rasya "
Maafkan pamanmu ini ya Rasya "
Paman telah banyak melakukan kesalahan kekamu, maukah kamu memaafkan pamanmu Rasya ?
Tanya paman Rasya keRasya "
Iya paman" aqu telah memaafkan paman sejak melihat kondisi paman berada dalam tahanan"
Sampaikan pula ya maafqu keistrimu ( Silvia), Iya paman nanti aqu sampaikan "
Paman baik- baik disini ya "
saya akan berusaha untuk membantu paman
Tahukah paman tempat tinggal orang yang paman rampok itu ?
Iya ..tahu Rasya ..jawab paman Rasya keRasya
Rasyapun langsung mengetik diheneponya Alamat rumah dan nama orang yang telah dirampok oleh Rinto"
Baiklah paman"
saya akan berusaha semampu saya untuk membantu paman keluar dari masalah ini"
Iya Rasya.. terimakasih sebelumya atas bantuanmu"
Ucap Rinto ke Rasya "
Dan Rasya pun bergegas berpamitan kerinto karena jam besuk tahanan telah habis ,rintopun juga langsung dibawa kedalam seltahananya lagi"
Rasa sedihpun terpaut diwajah Rinto " iya memang benar-benar telah menyesali perbuatannya, Rinto tersadar bahwa dengan apa yang iya lakukan itu tidak berujung bahagia
Justru malah iya menyakiti hati ibu dan anaknya, dan Rinto ternyata sangat sedih dengan melihat ibunya menangis hingga jatuh pingsan"
Rupanya dari situlah iya berfikir " bahwa anak dan orang tuanyalah ternyata kekuatan hidupnya, dan berhari-hari iya didalam tahanan teringat terus akan tangisan ibunya yang seolah-olah tidak terima melihat kondisi anaknya yang menderita didalam penjara
akhirnyapun Rinto dan teman-temanya berdiskusi "
Hey kawan-kawanqu"
Jika ada keajaiban untuk kita semua"
Yang artinya jika kita semua bisa terbebas dari tempat ini sekarang arus paling tidak tahun-tahun ini apa yang akan kalian lakukan di luaran sana ?
Tanya Rinto ketemen- temanya"
Ada satu teman yang balik bertanya kerinto "
Apakah kamu percaya dengan keajaiban itu teman ?
Rinto menjawab " iya ... Aqu percaya..
Karena kebaikan itu teramat mahal harganya" dan semoga dengan kita niat menjalani hidup kita dengan hal-hal yang baik, kita akan mendapatkan keselamatan terutama orang- orang yang kita sayang, orang tua dan anak kita misalnya"