Bab 25

1214 Kata

Lalu lalang pengguna jalan melewati mereka dan bunyian klakson kendaraan terdengar nyaring. Fatih dan Rani berjalan menyusuri trotoar dan melihat keadaan sekitar kota itu. Penjual manik-manik cindera mata menyita perhatian, Rani membelok tanpa sepengetahuan Fatih karena pria itu berjalan lebih dulu. Rani menyentuh kerajinan dari berbagai batu mutiara dan batu-batu alam yang dibentuk dengan sedemikian indah. Ia tak tahu jika Fatih yang kebingungan mencarinya di jarak yang lumayan jauh. Pemuda itu kembali memutar jalan dan memperhatikan kanan kiri yang berjejer toko-toko. Saat Rani mengangkat sebuah liontin dan saat itu juga Fatih melihatnya dari balik kaca pameran di toko tersebut. "CK, menyusahkan saja." Fatih segera masuk dan mencekal tangan Rani, mengajaknya keluar. "Tunggu, Fatih!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN