18. MENCINTAI HARUS SIAP KECEWA

1089 Kata
AREA 21+ Keenan membenamkan kepalanya di inti tubuh Velov dengan lembut dia menjilati setiap incinya, desahan demi desahan lolos dari bibir bengkak Velov, di sibaknya bulu halus yang terlihat rapi itu dan kini mulutnya mencecap dengan liar kacang kecil milik wanita itu sambil sesekali lidahnya keluar masuk dalam lubang sempit di bawahnya. Velov merasakan tubuhnya seperti tersetrum kala mendapatkan pengalaman yang baru pertama kali ia rasakan ini. “ken gue pingin pipisss…” cicit Velov di sela desahan merdunya. “lepasin sayang, jangan ditahan” jawab Keenan sejenak melepaskan jilatan dari inti tubuh wanita tercintanya sebelum kemudian melanjutkan dengan ritme yang lebih gila. “aaahhhhhh…” desahan panjang dari bibir Velov keluar menandakan jika wanita itu sudah sampai pada pelepasan pertamanya. Setelah memberikan waktu sejenak kepada wanita itu untuk menikmati pelepasannya, Keenan membersihkan cairan yang tercecer keluar dari inti tubuh Velov dengan tisu hingga bersih. Mengecup kening Velov dengan sayang lalu kemudian dia memasuki kamar mandi untuk menuntaskan sendiri hasratnya yang dari tadi meminta di selesaikan. Dia masih mempunyai kewarasan untuk tidak membobol keperawanan Velov jika wanita itu belum memberikan hati dan cinta kepadanya.ia ingin melakukannya dengan cinta bukan hanya sekedar nafsu belaka. Di atas ranjang, setelah Velov benar benar sadar dengan apa yang barusan dia alami, ada perasaan bahagia, malu, kecewa karena tidak dilanjutkan tapi juga terharu Ketika laki-laki itu masih memilih untuk menjaganya. Jantungnya berdetak kencang kala mengingat panggilan sayang yang tadi di ucapkan laki-laki itu yang terdengar lembut dan tulus, kini dia sadar jika perasaannya tidak pernah berubah dari belasan tahun yang lalu kepada laki-laki yang kini sedang di dalam kamar mandinya. Ya Velov mengakui jika rasa cinta nya pada Keenan masih besar, mungkin selama ini rasa cintanya tertutupi dengan kekecewaan dari segala harapannya kepada laki-laki itu. Kecewa ketika Keenan menjodoh jodohkannya pada Demian walau pada akhirnya dia juga bisa merasakan cinta kepada tunangannya itu, kecewa ketika terjadi kesalahpahaman diantara dirinya, tunangannya dan keenan tapi laki-laki ini memilih diam bungkam, kecewa Ketika dia terpuruk atas kehilangan tunangan dan kedua orangtuanya tapi laki-laki ini juga memilih pergi keluar negeri meninggalkannya seorang diri. Pintu kamar mandi terbuka, sosok laki-laki yang dari tadi bercokol di kepalanya keluar dengan rambut basah serta handuk yang melingkar di pinggangnya yang terlihat ramping namun keras. Jangan lupakan otot perutnya yang terbentuk menjadikan dia tampak hot. Segera Velov berlari kedalam kamar mandi menghindari tatap mata Keenan yang sedang memperhatikannya tanpa berkedip. “jangan lari Love ntar terpeleset” tegur Keenan yang khawatir melihat wanita itu berlari kencang seperti kelinci. Hanya bantingan pintu yang menjadi jawaban atas teguran Keenan. Keenan tersenyum mengingat apa yang sedang terjadi, dia bahagia bisa melangkah sejauh ini bersama wanita tercintanya. *** Hari hari berikutnya berlalu dengan cukup lancar bagi Velov, masih dengan rutinitas nya yang monoton antara pergi ke café balik rumah begitu setiap harinya. Bosan sebenarnya tapi dia juga tidak tau harus ngapain dan kemana , dua sahabatnya itu entah kenapa akhir akhir ini menjadi sangat kompak sedang sibuk semua jika Velov mengajak keduanya hangout bareng tak terkecuali dengan abang nya Sam yang sudah tiga hari ini berada di London untuk urusan pekerjaan. Dan Keenan, semenjak kejadian waktu itu Velov meminta laki-laki itu untuk sementara tidak mendatanginya, wanita itu jujur jika dirinya masih ingin menata perasaannya, dia masih malu atas kejadian itu dan Keenan juga berusaha untuk memahami apa yang menjadi keinginan Velov. Hanya saja dirinya masih setiap hari berkirim pesan kepada wanita itu meski belum boleh untuk mendatanginya. Sebenarnya ada sedikit dari sisi diri Keenan yang ingin menolak permintaan wanita itu, dirinya sudah rindu dengan keketusan Velov, rindu akan mata bulat wanita itu dan tentu pasti rindu dengan bibir candu itu. Namun sebisa mungkin dia menahan semuanya, dia tidak mau jika apa yang di perjuangkannnya selama ini akan berarah ke jalan yang tidak dia inginkan. ~udah boleh ketemu? ~ bunyi pesan dari Keenan yang entah sudah keberapa menanyakan hal yang sama. Velov tersenyum Ketika membaca pesan itu, dia merasa lucu dengan pertanyaan yang sama yang sudah puluhan kali laki-laki itu tanyakan hari ini. Entah kenapa dia tidak merasa kesal sama sekali dengan pesan yang terkesan menyebalkan karena dilakukan berkali-kali. ~belum boleh.~ jawab singkat Velov berusaha tidak menunjukan jika dirinya senang akan pesan laki=laki itu. Dan sedetik kemudian langsung di balas dengan emot menangis dari Keenan yang mana sukses membuat tawa lebar Velov tercetak di bibirnya. Siang ini mood Velov tiba-tiba menjadi bagus, entah karena pesan barusan atau hal lainnya. Dia memutuskan untuk berbelanja baju, tas dan sepatu dia ingin memuaskan Hasrat belanja nya yang akhir-akhir ini coba dia tahan karena malasnya pergi keluar sendiri. Setelah puas dengan tentengan tas belanja yang memenuhi hampir kedua tangannya, Velov memutuskan untuk mengisi perutnya di sebuah reastaurant jepang di dalam mall tersebut. Ditengah kesibukannya menyantap makanan, ekor matanya menangkap dua orang lawan jenis baru saja memasuki restaurant tersebut yang terlihat begitu akrab mengobrol dengan sesekali sang wanita tersenyum lembut meski di balas wajah datar sang laki-laki. Nafsu makannya tiba-tiba menghilang, ada rasa tidak terima di sudut hati nya Ketika melihat Keenan jalan dengan wanita lain. Entahlah mungkin memang dirinya cemburu, tapi dia sadar jika diantara mereka tidak ada hubungan yang memberikan dia hak untuk cemburu.Dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk tidak terluka kesekian kalinya oleh laki-laki itu. Malam ini Velov memilih menghabiskan waktu diruang GYM dilantai tiga rumahnya, dia ingin mengalihkan pikirannya dari laki-laki yang tadi siang di lihatnya di mall. Dia jadi meragukan apa yang sudah di artikannya dari beberapa kejadian akhir-akhir ini antara dirinya dan Keenan. Mungkinkah dirinya yang terlalu percaya diri jika laki-laki itu memiliki perasaan yang sama dengannya. Dengan laki-laki itu dia mencintai dengan sangat dalam tapi dia juga sering menelan kekecewaan atas sikap Keenan. Apa memang mencintai sesakit ini?? Dua jam terlewati, Velov keluar dari ruang olahraga dengan keringat yang sudah bercucuran yang sedang berusaha ia keringkan dengan handuk kecil di tangan kanannya. Berbelok kearah dapur untuk mengambil air putih yang daritadi sudah kehabisan di botolnya. Ketika kembali ke kamar tidurnya, hal pertama yang ia lakukan adalah mengecek ponselnya. Ada beberapa pesan masuk dari Cindy dan Robin, sayang nya pesan yang ia tunggu-tunggu justru tidak ada. Ya dia berharap ada pesan masuk dari Keenan. ‘apa mungkin masih sama perempuan yang tadi siang? Sampai semalam ini?’ monolog nya pelan sambil mendesah kecewa. Ada rasa nyeri Ketika membayangkan jika laki-laki itu juga mencumbu wanita tadi siang dengan liar seperti apa yang beberapa hari kemarin mereka lakukan. Oh Tuhan, Velov merasa pikirannya semakin lama semakin tak karuan. Berendam air hangat dengan aroma terapi adalah satu satunya cara yang terlintas di benaknya yang bisa merileks kan segala pikiran buruknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN