17. PERTAHANAN JEBOL

1107 Kata
AREA 21+ Hampir 20 menit mengurung diri dalam toilet dan setelah dirasa situasi aman tidak ada pergerakan di depan toilet, Velov memberanikan melangkah dan memutuskan untuk langsung keluar Gedung tanpa perlu melewati ballroom tempat diselenggarakannya acara. Wanita itu langsung mencegat taksi yang berada disekitaran hotel karena merasa akan memakan waktu lama jika dirinya menghubungi Sam terlebih dahulu, dirinya yakin Sam tidak akan mendengar dering ponselnya di antara keramaian orang-orang yang sedang mengobrol di dalam, dan dia memutuskan mengirim pesan untuk mengabari laki-laki itu. Sesampainya di rumah, Velov langsung mengganti gaun pesta nya dengan gaun tidur tipis yang biasa ia kenakan. Setelahnya wanita itu turun ke bawah untuk makan malam, dia merasa lapar karena tadi dia hanya mencicipi makanan ringan saja beberapa potong tapi harus meniggalkan pesta karena malas jika harus bertemu Keenan. “mbok nanti kalau ada Keenan kesini bilang saya belum pulang ya, kalo dia mau nunggu biarin aja di teras jangan kasih masuk” pesan Velov sebelum beranjak meninggalkan meja makan. Wanita itu segera merebahkan diri dan segera mengarungi mimpi setelahnya. Satu jam setelahnya benar saja laki-laki yang tadi di bicarakan Velov datang kerumah itu, sesuai dengan pesan majikannya mbok yem tidak mempersilahkan Keenan untuk masuk ke dalam rumah. Laki-laki itu menunggu Velov hingga tengah malam. Keenan berfikir mungkinkan wanita itu tidur di tempat Sam untuk menghindarinya. Hari terus berlalu dan sudah dua bulan lamanya Velov berhasil menghindari Keenan sampai-sampai wanita itu memilih tinggal sementara di apartemen miliknya yang sudah lama kosong tidak di huni. Malam ini tiba-tiba bel apartemennya berbunyi, tanpa mengintip siapa yang bertamu Velov langsung membukakan pintu, wanita itu mengira yang datang Cindy atau Desta karena jika itu Sam maka dia akan langsung menekan password yang juga laki-laki itu ketahui. Ya hanya mereka bertiga yang tau tentang keberadaan apartemen ini. Setelah pintu terbuka lebar, betapa kagetnya Velov kala mengetahui tamunya adalah laki-laki yang sedang di hindarinya selama ini. Dengan segera Velov menutup pintu namun gerakannya kalah cepat dengan reflek Keenan yang langsung menahan dengan kakinya.tanpa menunggu lama laki-laki itu langsung melangkahkan kakinya masuk rumah dan menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa. Dengan helaan nafas yang berulang Velov mencoba untuk meredam emosinya yang seketika memuncak melihat sikap seenaknya dari laki-laki ini. “ada perlu apa?” tanya Velov dengan nada sedatar mungkin. “kenapa menghindar?” tanya balik Keenan setelah sekian detik terdiam menatap lekat mata wanita di depannya ini. “gue gak ngerasa ngehindari siapa-siapa” cicit Velov masih datar dan dingin sambil tetap berdiri di sebelah pintu yang masih belum ia tutup, seolah-olah sedang mempersilahkan laki-laki tersebut untuk keluar dari apartemennya. Tanpa menghiraukan ucapan dingin wanita itu Keenan menceritakan sedikit masalahnya di Madrid dan tentang ponselnya yang hilang juga, ia merasa perlu memberitahukan itu semua dan tidak ingin wanita itu berpikir buruk tentang dirinya yang sempat menghilang. Keenan menilai usaha sebelumnya yang setiap hari mendekati wanita itu sudah sedikit membuahkan hasil dengan tidak adanya penolakan velove tentang keberadaannya meski sikap nya masih saja ketus, sampai pada kejadian beberapa bulan lalu Ketika dirinya menghilang beberapa hari dan wanita itu melihatnya di sebuah pesta dengan seorang perempuan yang terlihat akrab, ada kilatan marah dan kecewa yang berhasil ia tangkap dalam sorot mata velove. Dan dikuatkan dengan keberhasilan wanita itu menghindarinya selama ini, semakin yakin saja dugaan Keenan. Bisa saja Keenan menyuruh orang-orangnya untuk menemukan keberadaan velove lebih cepat, tapi ia tidak suka melibatkan orang lain dalam segala urusan tentang wanita ini. Tanpa menjawab argumen velove, Keenan langsung berdiri dan menutup pintu selanjutnya menarik tubuh wanita itu kedalam pelukannya. Rasanya dia sudah gemas ingin mengarungi wanita keras kepala ini untuk dibawa pulang. Velov terus berontak dalam pelukan d**a hangat itu hingga membuat Keenan sedikit kuwalahan. “terus saja berontak kalo kamu mau aku cium” suara tegas Keenan memperingatkan wanita didalam pelukannya. “jangan harap” desis Velov yang makin mengerahkan segala tenaganya untuk lepas dari pelukan laki-laki ini. Sedetik setelahnya velov merasakan bibirnya telah dilumat Keenan dengan kasar dan paksa hingga lama kelamaan berubah menjadi lumatan dan hisapan lembut dan itu mampu membuat tubuh velove berhenti bergerak, tiba-tiba kakinya lemas seperti jelly kala lidah Keenan menerobos masuk membelit liar lidahnya. Velove sudah lupa dengan kemarahannnya yang tiba-tiba menguap entah kemana, ia terbuai dengan ciuman itu dan tak terasa dirinya membalas setiap sesapan dan lumatan bibir merah Keenan secara bergantian atas dan bawah. Ciuman panas itu terus berlanjut hingga keduanya kehabisan nafas, Keenan melepaskan sejenak bibir candu itu sebelum kemudian melanjutkan lumatan itu dengan tak kalah panas dari sebelumnya sambil sesekali tangan besarnya mengelus punggung mulus yang sudah entah sejak kapan tangannya berada di balik kaos putih velov Velove yang baru pertama mendapatkan ciuman dan sentuhan seperti ini merasa semakin melayang dan lupa diri, ada dorongan dalam hatinya yang menginginkan lebih. Mungkin hati kecilnya tau tubuh yang sedang mencumbunya adalah laki-laki yang sudah sejak puluhan tahun lalu bertahta disudut hati terdalamnya. Dengan Gerakan serampangan tangan mungil wanita itu merayap mengusap d**a bidang di depannya ini mengimbangi apa yang sedang ia rasakan di punggungnya. Tanpa melepaskan pagutan bibirnya mereka berdua kini sudah berada dalam kamar tidur utama apartemen tersebut, mereka yang tidak melihat jika ranjang sudah dekat akhirnya tertabrak ujung ranjang yang mengakibatkan mereka terjatuh dengan posisi Velov berada dibawah tekanan tubuh Keenan. Keenan merasakan benda kenyal besar itu menekan bagian dadanya, dengan spontan junior Keenan berdiri tegak dan menekan bagian bawah tubuh Velov. Velov merasakan seperti tersetrum kala junior yang besar itu menusuk nusuk inti tubuhnya yang masih terbalut celana. Melepaskan pagutan dibibir wanita itu kini Keenan turun mencumbu leher putih jenjang sambil sesekali menjilatinya, dengan tangannya yang kini sudah berhasil meremas dua squisy besar itu tanpa melepaskan penutupnya. Desahan panjang lolos dari bibir bengkak Velov kala ia merasakan tangan besar dan hangat itu meremas dua gunung kembarnya, Velov yang sudah terbakar gairah meliuk-liukan tubuhnya hingga tak sadar jika gerakannya tersebut malah memancing nafsu Keenan yang juniornya tergesek di bawah sana. Keenan mencecap puncak pink itu dengan rakus kala dirinya berhasil menyingkirkan kaos dan penutup dua gunung kembar wanita di bawahnya, seketika tubuh velov membusung kedepan dan tangannya menjambak rambut lebat laki-laki itu seolah minta di perlakukan lebih gila lagi. Keenan yang sudah kesetanan langsung menurunkan tangannya menyusuri tubuh mulus velov hingga tiba tangannya menelusup masuk kedalam celana pendek itu dan menemukan inti tubuh wanita ini sudah basah. Tangan besar itu terus membelai naik turun inti yang sudah basah hingga membuat pemiliknya mendesah keenakan, dan desahan indah itu semakin membakar gairah Keenan. Dan kini tubuh di bawahnya sudah tidak memakai sehelai benang pun sedangkan dirinya masih menggunakan pakaian utuh. Tatapan mata Keenan terpaku melihat keindahan inti tubuh wanita yang selama ini di inginkannya menjadi pendamping hidupnya, serasa seperti mimpi dan Keenan Bahagia mendapakan ini semua.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN