Ketika sedang asik meliuk-liukan badannya di lantai dansa, tiba-tiba sepasang laki-laki dan perempuan menghampiri mereka yang ternyata itu adalah Desta dengan teman wanitanya yang baru dikenal sejam lalu di club ini.
“gak bilang-bilang sih kalo kalian mau kesini?” teriak Desta mendekati dua wanita itu, khawatir mereka tidak mendengar ucapannya.
“Cindy tadi yang ajakin, lagian lo juga udah disini. Yaudah gabung aja.” Jawab Velov ikutan berteriak, sedangkan Cindy melengos menghindari tatap mata Desta. Dia masih malas harus bertukar sapa sama laki-laki yang sukses bikin dia patah hati akhir-akhir ini. Cindy berjalan menuju sofa dimana Jo berada tanpa mengajak Velov balik, dia membiarkan mereka menikmati music di lantai dansa.
Velov yang baru sadar jika Cindy sudah tidak ada di sebelahnya, lantas ia mengajak serta Desta dan teman wanitanya ikutan ke sofa dimana Cindy dan Jo berada. Velov mengambil alih suasana yang tiba-tiba berubah canggung tersebut, Velov mengenalkan mereka semua satu sama lain, padahal Jo dan wanita yang entah siapa namanya itu juga baru di kenalnya di tempat ini.
Mereka berlima bersulang bersama, gelas demi gelas telah mengisi melewati kerongkongan masing-masing hingga tiba-tiba Cindy berpindah duduk di atas pangkuan Jo, tentu saja tiga orang yang berada di meja itu kaget kecuali teman wanita Desta yang memang mengira Cindy dan Jo adalah sepasang kekasih.
Tanpa menunggu lama wanita itu menyambar bibir tipis Jo, dengan kesadarannya yang sudah mulai hilang setengah Cindy melumat kasar bibir Jo hingga akhirnya terlihat laki-laki itu juga membalas apa yang dilakukan oleh Cindy lebih liar. Awalnya Velov dan Desta membiarkan saja apa yang dilakukan dua manusia itu, tapi setelah melihat tangan Jo sudah bergerilya kemana-mana mereka tidak bisa membiarkan itu terus berlanjut karena mereka tau Cindy masihlah perawan sama seperti Velov.
Mereka tidak ingin Cindy menyesali perbuatannya merelakan mahkota nya dalam keadaan mabok seperti ini. Desta sudah di kuasai amarahnya melihat pemandangan di depannya, dengan kuat laki-laki itu menyeret paksa Cindy untuk diantarkan pulang. Dia sempat berpamitan kepada Velov untuk mengantar Cindy sampai kosan, dan Velov percaya kalau Cindy akan baik-baik saja jika bersama Desta.
Sedangkan wanita teman baru Desta itu di tinggalkan begitu saja tanpa berpamitan, Velov yang merasa tidak enak hati dengan kedua orang di depannya ini lantas meminta maaf dan segera membubarkan diri menyusul kedua sahabatnya.
***
Sudah hampir dua minggu berlalu, Keenan setiap harinya selalu rajin mengirim pesan kepada Velov untuk sekedar mengabarkan kegiatannya atau terkadang menanyakan kabar wanita yang berada jauh di benua yang berbeda itu meski selalu tidak pernah mendapat balasan dari Velov.
Tapi sudah dua hari ini tidak ada pesan apapun dari laki-laki itu, meski pesan yang dikirimkan laki-laki itu selalu ia abaikan tapi entah kenapa kini ia merasakan ada yang hilang Ketika tanpa kabar dari laki-laki itu.
Dua minggu sudah Keenan pergi mengurus kerjaannya ke Madrid, yang seharusnya hari ini laki-laki itu akan tiba di Indonesia dan paling tidak seharusnya besok laki-laki itu akan mendatanginya di rumah jika mengingat sebelum keberangkatanya dia setiap hari mendatanginya. Sedikit ada sisi dalam hati Velov mengharapkan kedatangan Keenan besok dirumahnya. Tapi lewat tiga hari dari jadwal seharusnya Keenan sampai di Indonesia laki-laki itu bak menghilang di telan bumi tak ada kabar apapun. Bahkan tidak ada satupun pesan dari Keenan yang masuk di ponsel Velov, ada setitik rasa khawatir dalam hati wanita itu memikirkan kira-kira apa yang terjadi dengan laki-laki itu hingga menghilang tanpa kabar seperti ini. Semoga semuanya baik-baik saja, harap Velov dengan tulus.
Hari ini Velov mendapatkan undangan dari rekanan bisnis DIRGANTARA GRUP yang tentu saja ia akan pergi dengan Samudra, Velov terlihat cantik dengan gaun malam berwarna merah berpotongan d**a rendah serta model press body yang mengikuti lekuk tubuhnya yang indah, berlengan pendek sedikit lebar di bagian bawahnya. Memakai heels setinggi 10cm sudah mampu membuat kaki jenjang Velov semakin tampak indah. Dengan model rambut messy bun yang memperlihatkan leher mulusnya serta makeup yang tidak berlebihan, semua mata memandangnya terpesona.
Dengan langkah anggun Velov menggandeng lengan Samudra memasuki hotel dimana acara tersebut diselenggarakan. Setelah menyapa dan berbasa-basi sebentar dengan si pemilik acara, Velov mengajak Sam menepi mencari makanan atau apapun itu untuk mengalihkan perhatiannya, karena wanita itu tidak bisa kalau harus memulai obrolan basa basi dengan orang-orang yang tidak terlalu di kenalnya.
Padahal acara-acara seperti ini sebenarnya bertujuan untuk ajang saling mengenal dan memperluas jaringan bisnis di kalangan pebisnis elite. ‘toh ada bang Sam yang akan nglakuin semuanya’ pikir Velov tak ambil pusing soal itu.
Setelah velov mecicipi sedikit hidangan pembuka di tempat itu, wanita itu meraih gelas wine yang dibawa oleh seorang pelayan yang dari tadi seliweran di area itu. Di sesapnya perlahan cairan berwarna merah itu dengan khitmat, mengedarkan pandangan tak sengaja mata nya menangkap pemandangan yang sedikit mampu mencubit hatinya.
Sekitar berjarak kurang lebih 20 meter dari tempatnya berdiri, di luar pintu kaca besar yang menghubungkan tempat di langsungkannya acara dengan sebuah balkon luas yang biasanya di pergunakan bagi mereka yang ingin menikmati nikotin atau sekedar mencari udara segar di tengah hiruk pikuk gerumbulan orang-orang. Velov menangkap bayangan yang tidak asing baginya, seorang laki-laki sedang berbincang akrab dengan wanita cantik yang entah siapa, terlihat senyum merekah dari bibir laki-laki yang amat di kenalnya itu.
‘cciiihh…ngapain kemarin-kemarin gue ngawatirin tuh orang, untung gue enggak luluh sama sikap dia selama ini. Kalo b******k ya b******k aja sih’ dumel nya dalam hati merasa sangat kesal melihat kenyataan bahwa laki-laki yang akhir-akhir ini di kira nya sudah berubah Kembali baik ternyata masih saja b******k.
‘apa apaan, kemarin sok sokan minta maaf ngasih perhatian lebih. Trus habis itu ngilang dan sekarang senyam senyum liat cewek cantikan dikit’ Velov masih mengomel dalam hati merasa tidak terima.
‘apa lo cemburu?’ bisikan lain di hatinya. Kini wanita itu sedang berperang dengan segala macam pemikirannya sendiri.
Keenan merasa dari tadi ada yang memperhatikannya, dia menoleh ke kiri untuk menjawab rasa penasarannya, dan detik berikutnya dia merasa sedikit kaget namun dengan cepat dia mengembalikan raut wajahnya Ketika matanya bersitatap dengan mata bulat milik wanita yang sudah dua minggu lebih tidak ia temui, ada pancaran kerinduan di mata laki-laki itu.
Ya Keenan merindukan wanita itu, namun banyaknya kendala pekerjaannya di Madrid membuat nya harus mundur dari jadwal kepulangannya ke Indonesia. Dan yang lebih apes lagi beberapa hari kemarin handphone nya hilang entah kemana sampai saat dia balik ke Indonesia dia belum menemukan lagi ponselnya tersebut.
Dia sudah membeli ponsel baru tetapi belum sempat mengurus nomornya yang ikut hilang karena baru sore tadi dia mendarat di negaranya dan harus segera bersiap mendatangi jamuan pesta yang saat ini dia datangi.
Segera velov membalikan badanya berusaha menghidar dari Keenan Ketika di lihatnya laki-laki itu melangkahkan kaki berjalan menghampirinya. Velov mencari keberadaan Sam yang dari tadi tidak di temukannya, wanita itu memutuskan untuk menghindar ke dalam toilet saja, berharap Keenan tidak akan mengejarnya kesana.