Hari-hari setelahnya Keenan selalu rutin mendatangi Velov kerumahnya hanya untuk sekedar bertemu dan sedikit menanyakan keseharian wanita itu yang tentu saja di tanggapi cuek dan judes oleh si wanita. Hingga tadi malam ia berpamitan jika akan pergi ke Madrid selama dua minggu jadi laki-laki itu ijin absen untuk tidak menemui wanita itu.
Velov merasa lucu mendengar ijin dari Keenan, dia merasa sedang jadi bu guru yang mendapatkan murid nya ijin untuk tidak masuk sekolah. ‘kalau mau pergi ya pergi aja, gue bukan pacar lo. Yang harus lo pamitin pas lo mau kemana-mana’ jawab nya waktu itu.
Tidak berbeda jauh dengan Keenan, Robin pun juga selalu berusaha menemui Velov yang beberapa kali berhasil di hindari wanita itu. Dirinya masih malas jika nanti harus berurusan dengan wanita yang dulu mendatanginya di restaurant, yang mengklaim dirinya adalah tunangan Robin.
Seperti hari ini, Robin nekat mendatangi ruang kerja Velov secara langsung tanpa membuat janji dulu, padahal sebelumnya dia adalah tipe yang jika ingin menemui Velov akan meminta ijin atau menghubungi wanita itu terlebih dahulu. Dia sudah putus asa mendapati Velov yang terus menghindarinya. Dan sampai detik ini Robin belum menemukan siapa wanita yang menemui Velov waktu itu, tidak mungkin Dira karena Robin hafal betul jika memang Dira yang mendatangi Velov maka setelahnya Dira pasti akan datang mendatangi nya juga untuk menanyakan seribu pertanyaan tentang siapa Velov.
Tok..tok..tok..
“masuk..” suara wanita dari dalam ruangan.
Setelahnya pintu terbuka dan muncul Robin dengan cengirannya berjalan kedepan meja kerja Velov. Velov sempat terkejut melihat kedatangan laki-laki itu, tapi dengan cepat ia menyembunyikan mimik wajah kaget nya.
“hiii apa kabar? Lagi banyak kerjaan ya?” tanya Robin, alih alih menanyakan kenapa wanita itu tidak pernah membalas chat dan mengangkat telponnya, Robin memilih kata-kata yang sedikit basa basi itu supaya wanita di depannya ini tidak canggung.
“ohh haii…yah gue lagi banyak banget kerjaan akhir-akhir ini” mau tidak mau Velov menjawab berusaha sesantai seperti biasanya, mungkin memang dirinya tidak seharusnya terlalu menghindari laki-laki ini. Toh laki-laki ini juga sudah menyangkal pernyataan wanita tempo lalu di restaurant dan wanita itu juga tidak memperlihatkan bukti apapun soal pertunangan itu, cincin misalnya. Ahh entahlah, velov hanya ingin melewati hari nya dengan tenang sebenarnya.
“pantes..udah makan belum? Makan yuuk” ajak Robin berusaha membangun komunikasi lagi.
“gue lagi males kemana-mana nih, makan disini aja mau?” tawar Velov yang memang sedang malas untuk beranjak.
“boleh, biar gue aja yang pesenin. Lo mau makan apa?” tanya Robin sambil tersenyum cerah, setidaknya wanita ini tidak berusaha mengusirnya. Gak masalah walaupun makan diruangan ini asal bisa lama-lama berbincang dengan Velov pikirnya.
Setelah makanan yang di pesan Robin datang, mereka beranjak pindah ke sofa di sudut ruangan. Mereka menikmati makanan dengan berbincang santai sambil sesekali terlihat senyum merekah di bibir wanita cantik tersebut, sepertinya Robin berhasil mencairkan suasana diantara mereka.
Tidak terasa dua jam sudah mereka ngobrol sebelum akhirnya obrolan mereka terhenti karena ada panggilan masuk di ponsel Robin.
“gue angkat bentar ya Vel” pamit Robin tapi tidak beranjak dari tempatnya duduk. Dan di iyakan si pemilik ruangan.
“halo..”
“……..”
“oke, siapkan berkas-berkas nya dan kita langsung ketemu di lokasi, 15 menit lagi saya sampai” suara tegas Robin menggema diruangan yang sunyi. Setelahnya telpon ia tutup.
“gue langsung balik ya Vel, mau ketemu sama klien” pamit Robin tersenyum lembut, sangat berbeda aura nya Ketika dia sedang mengangkat telpon yang bisa di tebak dari sekretarisnya itu.
“oke, thanks ya buat makan siang nya” balas Velov sambil tersenyum lembut.
Robin meninggalkan café Velov dan langsung menuju tempatnya bertemu klien. Sedangkan Velov juga lanjut mengerjakan pekerjaannya yang tertunda. Tak berselang lama ponsel Velov berbunyi menandakan ada pesan masuk.
~bestiee, ntar malem temenin jedug jedug dong. Lagi suntuk nih~ Cindy
~mau gue jemput? ~ Velov
~gak usah, gue berangkat sendiri. Pulangnya aja anterin (emot kiss) ~ Cindy
~siap boss (emot muntah) ~ Velov
~lagi hamil muda? Kok muntah gitu?~ Cindy
~serah lu~ Velov
Setelahnya percakapan absurd keduanya selesai. Velov tiba tiba merasa malas melanjutkan pekerjaannya dan dia berencana akan mendatangi Sam ke DIRGANTARA GRUP, setelah hampir satu jam melajukan kendaraannya di tengah kemacetan ibukota Velov langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus petinggi perusahaan.
Sesampainya di depan pintu ruangan kerja Sam, Velov mengetuk pintu sebagai bentuk sopan santun nya takut jika Sam sedang menerima tamu penting jika dia langsung menyelonong masuk. Karena di lihatnya meja sekretaris di depan ruangan tersebut tampak kosong tetapi masih ada tas si pemilik meja, yang menandakan sekretaris Sam mungkin sedang pergi ke toilet atau pantry.
Velov sudah menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa Ketika sudah mendapat ijin untuk masuk dari pemilik ruangan tersebut. “bang numpang tidur disini ya, lagi males mau pulang” cicit Velov pelan seperti sedang mengantuk.
“yaudah sih tidur aja sana, tumben jam segini udah keluar dari café?” tanya Sam penasaran.
“gak tau, tiba-tiba ngantuk pingin tiduran tapi gak mau sendirian. Maunya di tungguin, yaudah kepikiran kesini. Bang ntar aku mau clubbing sama Cindy, bangunin ya sebelum jam 6 mau balik pulang dulu” jawab Velov sambil melangkahkan kakinya ke kamar istirahat yang terdapat di ruangan itu.
“hhhmmm” jawab Sam yang masih fokus ke dokumen-dokumen di tangannya.
Tanpa menunggu lama Velov sudah memasuki alam mimpinya dengan nyenyak. Jam menunjukan diangka lima Ketika Sam masuk keruang istirahat dimana velov sedang tidur, ia menggoyangkan pelan bahu wanita itu untuk membangunkannya.
“Vel bangun, udah jam lima gak balik?” bisik Sam pelan ditelinga Velov. Setelahnya mata Velov terbuka pelan dan wanita itu menggeliat, dia merasa segar setelah berhasil tidur beberapa jam dengan nyenyak.
“thanks ya bang, sumpah enak banget tidur nya” ujar Velov meringis menunjukan gigi-gigi putihnya.
“iyalah nyenyak, di tungguin bodyguard ini” canda Sam sambil mengusap lembut rambut velov.
“he’eh.. bodyguard nya ganteng lagi” goda Velov menanggapi. “langsung balik ya bang” sambungnya kemudian beranjak merapikan tempat tidur Sam.
“gak cuci muka dulu dek?” tanya Sam melangkah membantu Velov.
“gak usah lah, sekalian aja dirumah. Gak ileran juga kok” kekeh Velov.
“yaudah ati-ati dijalan, ntar kasih tau club mana kalau pas bisa ntar abang susul” ucap Sam sambil mengantar adiknya sampai keluar pintu.
Beberapa jam kemudian Velov sudah sampai di sebuah club besar di ibu kota, dia celingukan mencari keberadaan Cindy yang sudah dari tadi ribut menyuruh Velov buru-buru datang.Tak berselang lama dia menemukan sahabatnya sudah duduk manis di sofa pojok bersama seorang pria, Velov menghampiri Cindy seraya menepuk pelan bahu wanita yang sedang membelakanginya itu.
“lama amat sih” gerutu Cindy menyambut kedatangan temannya.
“elaahh, lagian lo mau ngapain sih masih sore udah datang ke club? Mau bantuin bersih-bersih?” sindir Velov yang memang sengaja telat hampir dua jam karena menurutnya Cindy terlalu sore untuk datang ke club malam.
“gak asikk lo ah, gak tau temennya lagi bosen apa di kosan sendiri”protes Cindy.
“ya elo bisa kali nongkrong ke café gue dulu atau gak bisa kan kerumah” debat Velov tak mau kalah.
Eehheem…eehemm… deheman laki-laki yang tadi sedang bersama Cindy mengintrupsi perdebatan mereka berdua.
“eh lupa…Vel kenalin temen gue Jo” cengir Cindy yang lupa akan keberadaan teman barunya itu.
“hai gue Jo, temen kantor Cindy” laki-laki itu mengenalkan diri sambil mengulurkan tangan.
“hai gue Velov sahabat Cindy” sambut Velov seraya menjabat tangan Jo sekilas.
Setelahnya Velov mengambil duduk di sebelah Cindy yang berarti berada di seberang laki-laki bernama Jo. Dimeja itu sudah banyak minuman alcohol yang sudah di pesan sebelum Velov datang tapi telihat masih berisi hampir penuh, mungkin memang Cindy sengaja ingin menunggunya untuk menikmati nya.
Mereka bertiga tenggelam dengan hingar bingar kehidupan malam di dalam club sambil sesekali Cindy dan Velov turun ke dance floor menikmati music Dj yang mampu membuat mereka melepaskan segala kepenatan dunia kerja. Sedangkan Jo masih setia duduk di sofa, selain malas berdesak-desakan dengan banyak orang yang sedang melenggok lenggokan badannya dia juga berinisiatif menjaga barang-barang dua wanita itu.