19. MENYATAKAN PERASAAN

1041 Kata
Velov yang awalnya mulai sedikit membuka diri terhadap Keenan, kini dia ingin membentengi perasaannya lagi dengan lebih kuat. Dia takut kecewa lagi melihat sikap Keenan yang terkesan tarik ulur itu. Velov takut jika dirinya memberikan hatinya lagi pada laki-laki itu maka ia akan tersakiti dengan begitu dalam mengingat beberapa kali dirinya melihat kedekatan Keenan dengan satu wanita yang sama secara berulang ulang. Velov berusaha menjaga jarak dengan Keenan meski dirinya juga tidak menghindari laki-laki itu, dia tidak ingin kentara memperlihatkan perubahan sikapnya. Seperti siang ini laki-laki itu mengiriminya pesan untuk mengajak makan siang bersama namun Velov menolaknya dengan memberi alasan jika dirinya sudah ada janji makan siang bersama Robin. Tidak ingin ketahuan bohong, velov benar-benar menghubungi Robin mengajaknya untuk keluar makan siang yang tentu saja di sambut baik oleh laki-laki itu. Kini keduanya sudah berada di sebuah restaurant hidangan laut terkenal di sekitaran pantai ancol. Sengaja jauh-jauh velov memilih tempat ini karena dia juga merasa sedang dalam mood buruk, ia ingin sedikit menyegarkan pikirannya. “gak ganggu kerjaan lo kan kalo gue ajakin jauh-jauh kesini?” tanya Velov yang sedikit merasa tidak enak hati karena akan menyita waktu Robin beberapa jam kedepan. “gak lah, lagian gue juga lagi bosen butuh suasana baru. Mau makan apa?” Robin bersuara dengan nada lembutnya. “sip kalo gitu. Gue udang bakar sama kakap bakar aja, minumnya es jeruk manis” ucap Velov bersemangat. Setelahnya Robin memesan banyak makanan untuk mereka berdua, dan siang ini mereka habiskan untuk menikmati berbagai macam hidangan laut yang memanjakan lidah keduanya. Setelah perut terisi penuh, kini keduanya memutuskan untuk menghabiskan waktu sore ini di pinggir pantai menikmati semilir angin yang sedikit mampu mengobati kepenatan mereka. “Vel lo gak ada keinginan buat menjalin suatu hubungan serius dengan lawan jenis?” tanya Robin tiba-tiba di sela jalan-jalan sorenya kali ini. “mmm, gue sih gak nargetin apa-apa buat sebuah hubungan semacam itu. Tapi kalau memang ketemu sama yang bisa bikin nyaman dan bisa menerima segala kekurangan dan masalalu gue, gak ada alasan buat gue untuk bilang tidak” jawab Velov sambil tetap berjalan bersisian. “terkadang gue ngerasa kesepian, sendiri. Gak mungkin terus-terusan gue ngrepotin dan bergantung sama bang Sam ataupun Cindy dan Desta. Lo ngerti kan maksut gue, kalau hubungan antara laki-laki dan perempuan itu jelas berbeda sama hubungan persahabatan gue sama Cindy Desta atau hubungan saudara gue sama bang Samudra” sambung Velov mencoba terbuka. “ya gue paham. Terus lo nyaman gak sejauh ini sama gue?” tanya Robin langsung. “nyaman sih, lo baik, menyenangkan juga” jawab Velov setelah beberapa detik terdiam mencoba menilai laki-laki di sampingnya ini. Robin mengangguk anggukan kepalanya mendengar jawaban Velov, setelahnya laki-laki itu menghembuskan nafas panjang guna mengurangi kegugupannya “lo mau gak mencoba menjalin suatu hubungan sama gue? Oke gue tau lo gak ada perasaan cinta dan semacamnya sama gue, tapi gak ada salahnya kan kalau kita coba selagi lo nyaman sama gue?” tembak Robin langsung mengutarakan pemikirannya. Pertanyaan Robin jelas membuat Velov kaget dan sempat menghentikan langkahnya sebelum kemudian melanjutkan langkah kakinya lagi. “lo serius sama apa yang lo ucapin barusan?” Velov masih merasa kaget dan ragu apakah dia salah dengar ucapan laki-laki itu. “ya gue serius untuk itu Vel” jawab Robin dengan yakin. “oke gue bakal mikirin ini, lo gak mengharuskan gue buat jawab sekarang juga kan? Gue dulu pernah gagal menikah, dan sekarang kalaupun gue ingin menjalin suatu hubungan sama seseorang gue gak mau main-main” tegas Velov memberikan penjelasan pada laki-laki ini. “ya gue tau itu, dan gue bukan tipe laki-laki yang suka main-main soal beginian” Setelahnya tak ada obrolan lagi antara mereka berdua sampai Robin berhasil mengantar wanita itu di depan rumahnya, bukan karena canggung tapi karena mereka berdua sedang sibuk dengan pikiran masing-masing. Banyak hal yang harus di pertimbangkan Velov, dia tidak ingin jika kelak dia memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Robin dirinya malah akan menyakiti laki-laki itu dengan alasan dirinya belum bisa melupakan perasaannya terhadap laki-laki lain. Velov bimbang memilih memperjuangkan perasaan cintanya kepada laki-laki yang sering mengecewakannya atau memilih memulai kisah baru dengan orang yang jelas-jelas mempunyai ketertarikan terhadapnya dan sejauh ini tidak pernah mengecewakannya. Ada sebagian orang yang memilih di cintai dari pada mencintai karena katanya mencintai itu melelahkan, atau sebaliknya ada yang lebih memilih mencintai karena dengan begitu dia bisa merasakan bagaimana indah nya sebuah perasaan cinta yang katanya bisa memberi efek kupu-kupu terbang. Tapi menurut Velov sendiri ia ingin di cintai dan mencintai dalam suatu hubungan, dia pernah merasakannya dulu dan dia sangat bahagia sampai Ketika cintanya harus terpisah oleh perbedaan dunia. Dia juga pernah mencintai dengan begitu dalam tanpa di cintai laki-laki itu tapi ia selalu di kecewakan, mungkinkah sekarang ia harus mencoba rasanya di cintai tanpa mencintai? Entahlah dia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan Robin kemarin sore. Velov akan meraba pelan-pelan hatinya, dia tidak ingin salah jalan, dia ingin bahagia. Dan Robin benar-benar menepati janjinya untuk memberikan banyak waktu kepada Velov, dia ingin wanita itu menerimanya tanpa penyesalan nantinya. Masih dengan rutinitas makan siang mereka beberapa hari ini tanpa laki-laki itu menanyakan apa jawaban Velov meski hatinya juga tidak sabar mendengar jawaban YA dari wanita itu. Berbeda dengan Keenan yang sedang kebingunan atas sikap Velov yang terkesan mencoba menjaga jarak dengannya setelah apa yang pernah mereka lewati waktu itu. Pernah suatu malam Keenan mendatangi wanitu itu dirumahnya, dia memang di persilahkan masuk tapi wanita itu bersikap seolah olah tidak melihat keberadaannya. Dan akan menjawab semua pertanyaan Keenan dengan jawaban singkat YA dan TIDAK. Oh Tuhan… dirinya benar-benar merasa jika wanita ini sedang menguji batas kesabarannya dengan main tarik ulur seperti ini. Apa harus dirinya memakai cara paksaan lagi supaya wanita ini takhluk dengannya, mengakui perasaannya?. Rasanya benar-benar sudah tidak sabar lagi menghadapi penolakan secara tidak langsung dari wanita itu. Dia lebih suka mendengar omelan atau kata-kata ketus dari Velov dari pada harus di acuhkan dan tidak di anggap ada seperti akhir akhir ini. Seberapapun dia perfikir keras apa penyebab wanita itu berubah seperti ini, Keenan masih tidak mampu menebak dan menemukan alasannya. Oke dia akan memberikan waktu beberapa hari lagi, siapa tau wanita ini sedang dalam mood yang buruk kali ini, dan dia berharap nanti ketika dia kembali lagi suasananya sudah berubah lebih baik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN