13. MENIKMATINYA

1581 Kata
Velov berdiri dengan bersedekap d**a Ketika sudah berada di depan tamu tak di undangnya malam ini. “ada perlu apa lo malam-malam kesini? Gue harap itu hal penting karena lo sampek berani ganggu waktu istirahat gue.” Tembak Velov langsung dengan nada sinis nya. “sorry, aku gak bisa nahan buat datang kesini. Aku hanyaaa…” “ada hubungan apa antara kamu dan Robin?” sambung Keenan yang sempat ragu untuk menanyakan hal tersebut. Meski dia sudah bisa menebak apa jawaban dari wanita itu ,tetap saja Keenan begitu penasaran dan tidak bisa menahan untuk bertanya. “serius?? Lo jauh-jauh kesini cuman pengen nanyain itu?” tawa sinis Velov terdengar mengejek. Keenan hanya bisa terdiam mendengar sarkas Velov. “kita gak sedekat itu sampai bisa bikin lo punya hak buat nanyain hal seprivasi itu” sambung Velov sambil berjalan kearah pintu dan membukanya “silahkan” sambungnya untuk mengusir Keenan. Dengan Gerakan cepat Keenan menutup Kembali pintu itu dan langsung menarik Velov kedalam pelukannya. Detik berikutnya Keenan menempelkan bibir keduanya, menyesap dan melumat lembut bibir atas dan bawah Velov secara bergantian. Dia begitu kaget dengan apa yang dilakukan Keenan secara tiba-tiba, ingin rasanya mendorong d**a bidang laki-laki itu tetapi tenaga Keenan yang besar untuk menahan tengkuk velov membuat wanita itu kesusahan melepaskan diri. Velov membuka mulutnya dengan maksut ingin menggigit bibir Keenan, tapi dasar nya Keenan sudah tau apa yang ingin di lakukan wanita dalam rengkuhannya itu dengan lihainya ia melesakkan lidahnya dan membelit serta mengabsen segala isi rongga mulut velov dengan rakus. Velov terbuai dengan apa yang di lakukan laki-laki itu. oke velov bukannya tidak pernah berciuman, tapi ini adalah ciuman paling gila dan memabukkan yang pernah ia lakukan. Dengan tanpa sadar velov melingkarkan tangannya ke leher Keenan dan ia juga ikut membalas menyesap serta membelit lidah memabukkan itu. Velov sudah merasa gila dengan apa yang dirasakannya, hingga tak terasa satu lenguhan samar keluar dari sela-sela ciumannya. Eengghhhh… Mereka melepaskan ciuman itu Ketika sudah merasa kahabisan pasokan oksigen, dengan nafas terengah-engah Velov menghirup udara sebanyak-banyak nya. Detik berikutnya dia menyeseli kenapa harus membalas ciuman itu, seharusnya dia marah dengan apa yang dilakukakn Keenan. Alih-alih merasa marah, dia malah ikut menikmati dan membalas. “gue harap ini terakhir kali lo temuin gue, berpura-puralah tidak kenal Ketika kita bertemu dengan tidak sengaja” putus Velov setelah beberapa saat terdiam, dia merasa malu kepada laki-laki itu. “dan aku gak akan pernah lakuin itu love. Tidurlah sudah malam” ucap Keenan lembut sambil mengelus sayang rambut wanita itu, lalu kemudian tanpa berpamitan lagi dia keluar melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan pulang. Velov masih merasa tidak percaya dengan apa yang barusan laki-laki itu perbuat, tidak dipungkiri getaran-getaran yang dulu pernah ia rasakan kepada Keenan masih ada, dan barusan laki-laki itu berhasil membangkitkan perasaan yang sudah lama Velov asingkan didalam sudut hatinya. Dengan frustasi wanita itu berlari ke lantai dua kamarnya, dia merasa otaknya tercecer kemana mana setelah kejadian barusan. Velov memutuskan untuk mandi dan berusaha mengenyahkan pikiran-pikiran kotornya. Di dalam mobil, Keenan tidak pernah melepas senyumannya memikirkan jika wanita itu membalasnya dan sama-sama menikmati apa yang dimulai olehnya. Sebenarnya dari awal Keenan sudah pesimis dengan apa yang harus ia lakukan, jika dia agresif mendekati wanita itu, dia takut jika love semakin marah dan menghindarinya. Tapi dengan segala kenekatannya Keenan tetap mencoba opsi tersebut, dan gotchaa…ternyata tidak seburuk apa yang ada dalam pikirannya semula. Oke kini Keenan sudah memutuskan untuk terang-terangan mengejar wanita itu, bila perlu Keenan akan memaksa love seperti barusan lagi di lain kesempatan, dia tidak akan mau kalah lagi dengan laki-laki lain yang menginginkan Love nya. Robin..ya laki-laki itu masih mampu membuat Keenan tidak percaya diri sebenarnya sampai saat ini. Tapi dia sudah bertekad akan tetap maju sampai berhasil mendaptkan hati wanita pujaannya. Semalam velov tidak bisa memejamkan matanya hingga entah sudah jam berapa dia tertidur dengan sendirinya, dan pagi ini dia sudah bersiap untuk datang ke café nya yang sudah beberapa hari ia tinggalkan. Dengan hati riang dan wajah yang segar Velov melangkah menuju ruangannya. Dia merasa pagi ini perasaannya lebih ringan dari biasaanya, entah apa penyebabnya dia sendiri tidak paham. ‘apa mungkin karena habis liburan dari Bali?’ pikirnya, ‘ahh pasti iya’. Dengan penuh semangat dia mengecek hasil laporan keuangan dari Winda, hingga tanpa terasa jam makan siang sudah tiba. Ddrrrttt…ddrrrttt. Tanda ada pesan masuk dari ponselnya, dengan cepat ia menyambar dan membaca isi pesan tersebut. Robin ( Vel gue udah di depan café lo, makan siang bareng yukk. Gue tunggu) Velov (oke gue kebawah) setelah membalas pesan tersebut dengan cepat ia menyambar tasnya dan kemudian beranjak keluar. Velov sudah melihat mobil sport Robin di pelataran, dengan cepat ia menghampiri dan segera membuka pintu kemudian masuk ke dalam mobil. Tidak jauh dari tempat mobil robin berhenti ada Keenan yang juga di dalam mobil yang tadinya memiliki niatan sama ingin mengajak wanita itu makan siang. ‘sial, gue keduluan’ umpatnya lalu tanpa banyak membuang waktu dia injak pedal gas dengan kekuatan penuh meninggalkan tempat itu. “lama gak nunggu nya? Mau kemana kita?” tanya Velov setelah berhasil mendaratkan b****g nya dikursi samping kemudi. “enggak, baru sampek juga gue. Mau makan dimana?” tanya Robin balik dan segera menjalankan mobilnya. “terserah deh dimana, tapi pingin makan daging-dagingan gue” jawab Velov sambil menyenderkan badannya ke kursi “oke siap” setelah nya banyak hal-hal yang mereka bahas, mulai dari cerita keseharian masing-masing hingga cerita lucu di masa putih abu-abu dulu. Pembawaan Robin yang hangat dan selalu saja bisa menciptakan obrolan-obrolan ringan seru, mampu membuat Velove nyaman jika sedang jalan dengan laki-laki itu. Makanya Velov tidak pernah menolak ajakan-ajakan Robin yang hampir setiap hari jika laki-laki itu sedang tidak sibuk. Makan siang hari ini juga di lewati dengan menyenangkan oleh mereka berdua hingga dering ponsel tanda panggilan masuk terdengar dari saku celana Robin. “gue angkat bentar ya Vel” ijin Robin sambil sedikit menjauh karena di sekitar mereka lumayan berisik dan agak kurang nyaman untuk mengangkat telpon. Dan dijawab anggukan serta senyum samar dari wanita itu. Tak berselang lama dari Robin beranjak, datang seorang wanita cantik yang terlihat anggun mendatangi meja Velov. Dahi Velov terlihat berkerut samar menandakan ia sedang berpikir ‘apa gue kenal sama ni cewek?’ batinnya Ketika melihat wanita itu sudah menarik kursi yang tadi di duduki Robin. “anda Velove pemilik café terkenal DELOVE? Yang pernah di tinggal mati tunangannya, dan sekarang menjadi yatim piatu?” tanya sinis wanita yang kini duduk di depan Velov terlihat angkuh. Bukan bertanya, lebih tepatnya wanita tersebut menunjukan jika dia tahu latar belakang Velov. “saya tidak kenal anda, dan saya rasa anda tidak sopan sudah bertingkah seperti ini di meja saya” jawab Velov dengan dingin, dia paling tidak suka ada orang yang membawa bawa kisahnya itu. “ya saya tidak kenal dan tidak mau mengenal anda. Saya hanya ingin mengingatkan anda bahwa laki-laki yang barusan duduk disini sudah memiliki tunangan. Jadi tidak sepantasnya anda berdekatan dengan laki-laki yang sudah bertunangan” suara wanita itu terdengar angkuh dan meremehkan, tanpa menunggu balasan dari Velove wanita itu sudah beranjak meninggalkan restaurant. Velove kesal bukan main, dia merasa kesal dengan sikap tidak sopan wanita tadi. Dan dia sedikit merasa tidak nyaman mendengar penuturan wanita tersebut. Lima menit setelahnya Robin Kembali dari mengangkat telpon. “maaf ya lama, sedikit bahas kerjaan tadi” cicit Robin sambil duduk ke kursinya lagi. “oke gak masalah” jawab Velov datar. Robin mengerutkan dahinya merasa aneh dengan perubahan sikap wanita di depannya ini. Tapi dia tidak akan menanyakan itu sekarang, dia tidak ingin merusak acara makan siang mereka. Setelah selesai menghabiskan makanan dan membayar, mereka berdua langsung menuju mobil untuk Kembali ke tempat kerja masing-masing. Setelah hening beberapa lama, akhirnya Velov membuka suara. “lo udah punya tunangan?” “hahh maksutnya??” tanya Robin bingung Ketika Velov tiba-tiba menanyakan hal itu. “gue gak ada maksut apa-apa tanya itu, cuman kayaknya kita jangan sering-sering ketemu, gue cuman mau ngejaga perasaan tunangan lo” jawab Velov sambil tetap manatap lurus kedepan, dia merasa sedikit kesal jika memang Robin sudah bertunangan kenapa laki-laki itu getol sekali mendekatinya. Apakah Ronin tipe pria playboy pikir Velov. “lo ngomong apa sih Vel? Tunangan apa? Gue gak sebrengsek itu ya jika memang udah punya tunangan tapi masih ngajak jalan cewek lain” tegas Robin yang sudah paham akan alasan perubahan sikap wanita di sampingnya ini. Velov terdiam malas menanggapi dan bertanya lebih lanjut, karena baginya itu bukan urusannya yang terpenting dia sudah mengutarakan apa yang dipikirkannya. “trus kenapa lo tiba-tiba tanya hal itu? Gak mungkin kan kalo tidak ada suatu hal tiba-tiba lo tanya itu?” cecar Robin yang penasaran dari mana Velov bisa berpikir seperti itu. “barusan tunangan lo nyamperin gue pas lo lagi angkat telpon” akhirnya Velov menjelaskan meski tetap menatap lurus ke depan. “tunangan apaan?? Gak ada ya, gue masih jomblo semejak gue dilahirin sampek sekarang” terang Robin sambil sedikit melempar candaan berharap Velov tidak sekaku itu lagi kepadanya. Namun nyatanya wanita itu lagi sedang berada dalam mood yang buruk dan hanya mengedikkan bahu untuk menanggapi pernyataan Robin. Bukannya velov cemburu, tapi dia merasa sedang menjadi wanita tidak benar yang baru saja di labrak oleh seseorang karena sedang menggoda tunangan orang lain. Hingga tiba berada di pelataran parkir café nya, Velov masih tetap terdiam. “makasih buat makan siangnya” ucap wanita itu sambil cepat berlalu meninggalkan mobil Robin tanpa ingin mendengar sepatah katapun dari laki-laki itu. Robin hanya bisa menghembuskan nafasnya panjang Ketika mendapati sikap Velov yang seperti itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN