12. KEENAN CEMBURU

1214 Kata
Setelah selesai makan malam, mereka bertiga langsung Kembali ke hotel untuk beristirahat. Entah sengaja atau tidak ternyata Robin juga memesan kamar di hotel yang sama dengan Velov dan Sam. Sesampainya di basemant hotel Robin membangunkan Velov yang sejak meninggalkan pelataran restaurant sudah tertidur di kursi depan. “Vel bangun…udah sampek nih” “hhmmm…udah sampek ya..” gumam Velov sambil bersusah payah membuka matanya yang masih terasa kantuk berat. “apa lo mau di gendong aja?” tanya Robin yang melihat Velov belum sepenuhnya tersadar dan terlihat sedang menahan kantuk. “jangan…malu ih di liat orang” seketika mata Velov terbuka lebar dan rasa kantuknya hilang. Sam dan Robin tertawa melihat wajah panik Velov. Velov berjalan menuju lift dan diikuti dengan dua laki-laki dibelakangnya “lo di hotel sini juga? Lantai berapa?” tanya Velov yang melihat Robin ikut berjalan di belakangnya. Dia kira Robin hanya akan mengantarkannya saja, lalu balik membawa mobil Sam. Ternyata laki-laki itu ikut berjalan menuju lift. “lantai 3, sama kayak lo” jawab Robin ringan sambil memencet angka di dinding lift. Velov hanya mengedikan bahu tak menanggapi, karena dia sudah merasa lelah dan ngantuk ingin segera berbaring di Kasur empuk hotel. Sesampainya di lantai yang dituju Robin mengantarkan Velov sampai depan kamarnya, kemudian dia berpamitan untuk langsung balik ke kamarnya istirahat. Robin sangat lelah, mengingat dia tadi siang baru selesai rapat dengan para pemegang saham Ketika mendapat kabar balasan dari Sam yang mengabarkan keberadaan Velov di Bali. Tanpa beristirahat atau makan siang Robin langsung meminta asistennya menyiapkan jet pribadi untuk menyusul Velov di Bali. Didalam kamar Sam, laki-laki itu belum bisa tidur mengingat dirinya tadi cukup lama tertidur di dalam mobil. Segera ia langkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, dengan memakai boxer dan kaos putih polos ia raih ponsel yang daritadi tergeletak di atas Kasur. Sam membuat story di instagramnya, mengunggah foto mereka bertiga tadi di pantai dengan latar belakang sunset yang indah dengan caption ‘calon adik ipar???’. Dalam hitungan detik sudah banyak yang melihat story Sam, salah satunya adalah laki-laki yang sedang berada jauh puluhan kilometer dari lokasi si pengunggah story. Laki-laki yang seketika merasa marah dan cemburu melihat wanita pujaannya berfoto romantis dengan laki-laki lain. Ya dia adalah Keenan. Ingin rasanya dia menyusul Velov sekarang juga, menyeret wanita itu untuk terbang bersama nya ke Jakarta. Tapi dia sama sekali tidak mempunyai hak dan alasan untuk melakukan itu semua. ‘apa secepat itu mereka mempunyai hubungan?’ gumam Keenan sambil mondar-mandir di depan jendela kamarnya. Sudah di pastikan malam ini Keenan tidak akan bisa tidur memikirkan foto Velov bersama Robin di Bali, ya meski ada Sam juga di dalam foto tersebut. Tetap saja dia berfikir mereka berdua sudah mempunyai hubungan yang lebih dari teman, dan apakah dia harus kalah untuk yang kedua kalinya? Keenan merasa belum siap jika harus merasakan patah hati lagi terhadap wanita yang sudah sejak lama di cintainya itu. Detik berikutnya Keenan menekan salah kontak yang ada di ponselnya, tiga kali nada sambung telpon tersebut sudah diangkat. “hallo bos…ada tugas apa nih?” sapa suara di seberang telpon dengan yakin jika bosnya menelpon tidak mungkin hanya untuk berbasa-basi. “Velov sedang di Bali, gue mau lo cari tau dia tinggal di hotel mana dan sekamar sama siapa. Pantau dia dan laporin setiap gerak-geriknya” jawab Keenan, setelahnya telpon langsung dia matikan tidak repot-repot menunggu jawaban dari orangnya. “Shiitt…main matiin aja si bos, untung ngasih bayaran gede. Kalau enggak udah gue bejek juga nih orang” gerutu orang di seberang telpon yang sedang merasa kesal dengan tingkah bosnya. Selesai menutup telponnya, Keenan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia merebahkan badan dan terlelap setelahnya. Pagi hari Velov dan Robin sarapan bersama di hotel tempat mereka menginap tanpa adanya Sam, karena Sam harus terbang pagi-pagi sekali untuk mengejar waktu meeting penting hari ini jam 9. Velov yang malas jika pagi-pagi harus bersiap untuk balik ke Jakarta akhirnya memutuskan untuk tinggal dan akan menyusul pulang sendiri menggunakan pesawat komersil. Robin yang mengetahui hal itu akhirnya memutuskan untuk mengajak Velov pulang bersama menggunakan pesawat pribadinya, dan di setujui oleh wanita itu. Mereka berdua menikmati sarapan di hotel dengan di selingi obrolan-obrolan ringan sambil sesekali Velov tertawa mendengar lelucon dari Robin. Mereka tidak sadar jika ada seseorang yang sedang memperhatikan setiap gerak-gerik dan obrolan mereka untuk di laporkan kepada atasannya, ya orang itu adalah orang suruhan dari Keenan. Di kantor CEO ATMAJAYA GRUP, Keenan terlihat kesal mendapati laporan dari orang suruhannya yang barusan melaporkan jika Velov sedang sarapan berdua saja dengan Robin. Apalagi Ketika dia melihat foto-foto kiriman dari orang suruhannya, terlihat di foto itu Velov sedang sangat Bahagia bersama laki-laki itu. Pukul dua siang Keenan tampak lega membaca pesan dari orang suruhannya yang memantau Velov, jika wanita itu sudah terbang Kembali ke Jakarta. Dia berencana akan mendatangi wanita itu dirumahnya, dia tidak peduli jika nanti Velov akan marah atas kedatangannya. Benar saja malam ini Keenan menepati janjinya untuk mendatangi Velov di rumah wanita itu, pukul setengah 8 malam mobil yang di kemudikan Keenan telah sampai di depan rumah Velov. Tanpa hambatan kini Keenan sudah berdiri di depan pintu kayu rumah Velove. Ting…tong…ting…tong… Tidak berselang lama pintu kayu terbuka ,mbok yem yang sedang membukakan pintu Nampak kaget dengan keberadaan Keenan di depannya. Mbok yem tau pasti jika nona mudanya tidak akan mau menemui pemuda di depannya ini. Mbok yem tau semua cerita tentang mereka tetapi tidak dengan perasaan keduanya. “mas Keenan? Apa kabar mas? Lama tidak ketemu sekarang makin ganteng saja” sapa mbok yem setelah sadar dari keterkejutannya. Dia tetap ramah menyambut Keenan, karena biar bagaimanapun mereka dulu pernah dekat dan Keenan sangat baik kepadanya. Mbok yem tidak bisa ikut-ikutan membenci pemuda itu. “iya mbok ini saya. Kabar saya baik. Mbok yem gimana sehat?” jawab Keenan tersenyum menanggapi sambutan ramah dari wanita paruh baya itu. “sehat dong mas…ini buktinya masih bisa berdiri di depan mas Keenan” kekeh mbok yem bercanda. “monggo mas Keenan masuk dulu, saya panggilkan non Velov” sambung mbok yem sambil mundur memberi jalan Keenan untuk masuk kerumah tersebut. Keenan hanya tersenyum menanggapi dan kemudian melangkahkan kakinya ke dalam rumah Velov, sedangkan mbok yem langsung naik tangga menuju kamar nona mudanya. Tok..tok..tok.. “non Velov, ada tamu di bawah” teriak mbok yem agar terdengar dari balik pintu. Setelah pintu terbuka ,nampak wajah berantakan dari velov yang sepertinya wanita itu tadi sedang tidur. “siapa mbok ? Cindy? Tumben gak langsung naik” tanya Velov sambil menguap. “bukan non…itu..ada mas Keenan.” Jawab wanita paruh baya itu dengan ragu-ragu. “whaatttt?? Keenan?? “ seru Velov yang seketika merasa kantuknya hilang. “iya non, mas Keenan nungguin dibawah. Saya permisi dulu non.”cicit mbok yem sambil berlalu meninggalkan lantai dua. Dia takut jika nona mudanya marah-marah menyalahkannya yang sudah membiarkan Keenan masuk kedalam rumah. Mbok yem merasa serba salah, jika tidak memperbolehkan Keenan masuk maka akan terlihat jika dirinya ikut membenci pemuda itu, mbok yem merasa tidak enak hati. Tapi jika mengijinkan masuk sepertinya nanti dia akan kena marah nona mudanya. “yaweslah terima nasib saja.” Putus mbok yem mendesah nafas lemas. Velov memutuskan turun menemui Keenan, toh percuma dia menghindar jika laki-laki itu sudah duduk diruang tamunya. Dia berencana akan langsung saja mengusir laki-laki itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN