I Wanna Grow Old With You (Spesial Part)

4455 Kata
Another day without your smile Another day just passes by But now I know how much it means For you to stay right here with me The time we spent apart will make our love grow stronger But it hurt so bad I can't take it any longer I wanna grow old with you, I wanna die lying in your arms I wanna grow old with you, I wanna be looking in your eyes I wanna be there for you, sharing everything you do I wanna grow old with you .... ( I Wanna Grow Old With You, by Westlife) Lagu sendu Westlife terdengar menggema di sebuah kafe mengiring seorang wanita untuk mengingat kenangan masa lalunya tentang lagu ini yang merupakan lagu favorit seseorang. Flasback pov Ciuussssss......ddaaarrrr....ddaaar.... Suara kembang api terdengar berisik malam ini di penjuru pantai Anyer. Hal itu karena di sana sedang diadakan pesta ulang tahun kejutan tuk seorang gadis manis nan imut, Airin Anastasya. Akhirnya senyuman bisa terlukis di wajah Airin setelah seharian ini wajahnya selalu di tekuk. Seharian ini banyak sekali hal menjengkelkan terjadi. Sahabatnya Renita yang seharian ini cuek dengannya karena kemarin Airin lebih memilih pergi bersama kakak tingkatnya Pramnudya yang merupakan musuh Pramudya daripada pergi bersama Renita. Sebenarnya Airin sudah menolak kakak tingkatnya itu tapi Pramudya sangat memaksa jadi dia tidak bisa menolaknya. Lalu Yanuar, Kakak tingkatnya juga yang seharian ini banyak memarahi Airin karena sering melakukan kesalahan saat diperintah Yanuar. Airin dan Yanuar sama-sama masuk club pecinta alam. Yanuar sebagai seniornya hari ini benar-benar menyebalkan bagi Airin karena secara mendadak Yanuar menyatakan ingin mengadakan kemah malam ini di tepi pantai Anyer. Dan dari seluruh anggota, Airin yang paling banyak tugas untuk menyiapkannya. Dari perlengkapan hingga pertunjukan. Yanuar ingin ada pertunjukan musik band juga saat kemah nanti agar tidak membosankan. Airin bilang kenapa harus dengan band, bukankah biasanya hanya gitar saja. Yanuar langsung memarahi Airin. Airin bilang ini kan dalam acara perpisahan dengan anggota pecinta alam yang akan lulus. Haaah....pokoknya banyak yang membuatnya kesal hari ini. Tapi ternyata itu semua dalam rangka kejutan untuk ulang tahun Airin. Dan Airin sangat senang dan terharu... Belum selesai keterkejutan Airin, lagi-lagi Airin dikejutkan dengan suara merdu seorang pria yang menyanyikan lagu Westlife yang berjudul I Wanna Grow Old With You diiringi dengan band. Setelah selesai menyanyikan lagu itu pria tersebut menghampiri Airin lalu menyodorkan seikat bunga mawar dengan berbagai warna, ada ungu, merah dan putih. "Kak Yanuar....?!" Walaupun terkejut, Airin tetap menerimanya.Yanuar hanya tersenyum. Setelah itu Yanuar kembali menyodorkan tangannya yang memegang sebuah kotak kecil yang berisi sebuah cincin perak yang simple namun elegan dengan satu mutiara. "Airin....Aku mencintaimu.... Kau mau menjadi kekasihku?..." Tanya Yanuar langsung dengan yakin dan sedikit nervous. "......" Airin terkejut tak percaya. Kakak tingkatnya yang terkenal dengan sifat dinginnya dan anti perempuan itu menyatakan cintanya. Bagaimana bisa? Airin bingung harus menjawab apa. Orang-orang yang berada di sana semua juga terkejut kecuali Renita dan Pramudya sahabat Yanuar. Airin mengakui jika dia suka dengan sikap dingin Yanur karena terlihat keren. Dia juga senang berada di dekat Yanuar. Karena walaupun dingin Yanuar orang yang baik dan punya jiwa melindungi. Tapi yang Airin harapkan selama ini adalah sosok kekasih yang hangat, romantis, dan perhatian. Itu bukan sifat Yanuar sama sekali. " Kaak.....bisakah beri aku waktu....Aku bingung...." jawab Airin pelan sambil menunduk setelah beberapa menit terdiam. "Hmm....baiklah... Tapi tidak lebih dari tiga hari....Karena aku tidak suka menunggu......oke??..."ucap Yanuat tegas dan dingin seperti biasa untuk menutupi gugup dan kecewanya. Acara ultah Airin pun berlanjut.... Tepat jam 00.00 tanggal 9 Sept 2005 handphone Airin berbunyi. Airin yg tengah asyik tidur tidak menyadarinya sama sekali. Setelah 20 kali berbunyi akhirnya Airin terbangun dan langsung mengangkat telponnya tanpa melihat penelpon. "Hal....."ucapan Airin yang setengah mengantuk langsung terpotong oleh kalimat pria diujung telpon. "Jadi bagaimana Airin?....Sekarang sudah tepat tiga hari..... Kau mau jadi kekasihku atau tidak?..." tanya langsung pria itu yang ternyata Yanuar. "Apa???...." Airin langsung sadar sepenuhnya setelah mendengar pertanyaan Yanuar. "Iya Kaak....aku mau jadi kekasihmu...." jawab Airin pelan setelah menarik nafas panjang. "Baiklah....turunlah sebentar.... Aku ingin memakaikan mu cincin kemarin..." ucap Yanuar lagi. "Apa??..... Baiklah..." walau awalnya bingung tapi setelah melihat Yanuat yang berada di depan rumahnya lewat jendela kamar akhirnya Airin memutuskan menghampiri pria yang baru dua menit yang lalu menjadi kekasihnya. Dan hubungan mereka pun berlanjut sampai dua minggu yg lalu. Flashback pov end Airin tersenyum miris mengingat hal itu. Airin akhirnya menerima Yanuar menjadi kekasihnya karena dia harus mengakui jika di hati Airin selalu berdebar bila di dekat Yanuar. Mengenai sifat Yanuat yang dingin, cuek, selalu disiplin, tegas yang berbeda sekali dengan Airin yang ramah, ceria, lembut, Airin akan tetap mencoba menerimanya. Namun, Airin tidak menyangka sejak hari pertamanya berstatus sebagai kekasih Yanuar, Yanuar sangat berubah. Yanuar menjadi sangat perhatian kepada Airin. Selalu mengantar jemput Airin, selalu tersenyum dan menatap Airin lembut, melakukan segala hal bersama. Airin senang sekali dengan perubahan Yanuar. Sampai beberapa bulan setelah Yanuar kuliah, Yanuar jarang bersama Airin. Hanya bisa kadang-kadang menjemput Airin. Akhir pekan pun Yanuar sibuk. Selama sebulan Yanuar sangat sibuk sehingga jarang bisa bertemu Airin, tapi Yanuar tetap menunjukkan perhatiannya walaupun hanya lewat sms atau telpon. Airin kesal sehingga saat bertemu Yanuar dia cuek dan jarang membalas sms atau mengangkat telpon dari Yanuar. Setelah tahu kesalahannya Yanuar langsung minta maaf dan selalu menyediakan waktu untuk Airin setiap hari. Airin masih tersenyum saat seseorang yang di tunggu datang. Airin memang sedang janjian untuk makan siang bersama seseorang. "Hei.....jangan senyum-senyum sendiri seperti orang gila..." ucap seseorang mengejutkan Airin. "Itu karena kau terlalu lama Ren...." balas Airin pura-pura kesal. "Hehe....maaf....aku baru mengantar Kak Pram ke bandara" jawab Renita "Hmmm....mau kemana lagi Kak Pram?.... Ada kasus besar lagi?...." tanya Airin. "Tidak....itu tidak ada hubungannya dengan profesinya sebagai detektif. Dia mau menemui... Kak Yanuar.... di Jepang..." jawab Renita ragu mengingat kini hubungan Yanuar dan Airin sedang kacau. "Kak Nuar di Jepang?...." Gumam Airin merasa tidak yakin. "Hmm....Iya...."jawab Renita. "Airin....apa kau akan membiarkan semua begini ?...Setelah 8 tahun perjuangan cinta kalian?..." lanjut Renita lagi. "Airin....pikirkan lagi semua yang sudah kalian lalui.... Jangan hanya kesalahan sedikit Kak Yanuar kau melupakan semua yang telah dia lakukan untukmu..." ucap Renita mencoba menasehati. Airin diam berfikir. Sebenarnya dua minggu ini Airin benar-benar menyesali kata-kata menyakitkannya untuk Yanuar. Airin hanya ingin bisa sedikit bebas agar bisa berkumpul bersama teman-temannya. Selama ini Airin menahan kekesalannya sendiri tanpa mengungkapkannya pada Yanuar. Sehingga saat ingin mengungkapkan perasaannya jadi meluapkan emosinya juga yang tertahankan. Dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Biasanya Yanuar akan sabar menghadapi emosi Airin yang kadang meluap jika sudah lama ditahan. Apa kali ini kata-kata Airin sangat kasar sehingga Yanuar marah dan memutuskan hubungan dengannya. "Airin sebenarnya apa yang kau pikirkan?...." profesi Renita sebagai psikolog membuatnya bisa memahami sebenarnya Airin sangat kalut. "Aku hanya ingin bernafas Ren... Dia selalu memaksaku menuruti keinginannya, mengikuti kemanapun Dia ingin pergi, mengikuti semua rutinitasnya.....Bahkan Dia juga memaksaku kuliah dikampus yang sama dengannya....Dia selalu bersamaku selama ini sehingga aku tidak ada waktu bersamamu dan yang lain...." Jelas Airin sambil menangis. "Airin....apa kau pernah mengatakan semua itu kepada Kak Yanuar?...Kau tipe wanita yang suka memendam perasaanmu Airin sampai menumpuk sehingga sedikit saja ada celah maka emosimu akan meluap-luap.... Airin kalau saja kau langsung mengatakan perasaanmu mungkin tidak akan begini....Rin kau tau kan kenapa Kak Yanuar selalu bersamamu?... Tapi Dia tidak pernah ingin membuatmu sesak.... Dia hanya tidak tahu perasaan kalian berbeda karena kau yang selalu diam seolah tidak terjadi apa-apa...."jelas Renita panjang lebar karena mendengar ceritanya tentang Yanuar dari Pramudya juga. "......" Airin hanya bisa menangis sambil memikirkan perkataan Renita. Renita benar..... Airin tidak pernah mengatakan apapun kepada Yanuar. Airin selalu menerima saja perlakuan Yanuar. Airin tau Yanuar selalu bersamanya karena Yanuar trauma terhadap kejadian orang tuanya....dan juga karena.... Airin...... yang memintanya. Airin baru ingat kata-katanya yang Ia ucapkan kepada Yanuar saat Airin merasa Yanuar kurang memperhatikannya. "Kaak..., Aku ingin kau selalu memperhatikanku... meluangkan waktu untukku dan selalu bersamaku diwaktu luangku.... Orangtua ku selalu sibuk bekerja jadi aku ingin kekasihku yang selalu bersamaku dan memperhatikanku...." Dan Yanuar benar-benarvmelakukannya. Yanuar bahkan memaksa Airin satu kampus dengannya agar Yanuar bisa selalu memperhatikannya. Saat Yanuar harus S2 di Australia Yanuar tetap meluangkan waktu menghubungi Airin tiap 1 jam, bahkan Yanuar rela ke Jakarta sebulan sekali. Airin ingat itu semua permintaan dia. Tapi bukankah tiap orang memiliki sifat bosan dan jenuh. Seharusnya Yanuar melakukan sesuatu yang berbeda sekali-sekali agar Airin tidak jenuh. Kalau Yanuar tidak tahu seharusnya bertanya kepada Airin apa mau Airin. Bukan selalu makan di kafe atau akhir pekan di apartemen atau taman hiburan. Tidak bisakah mengajaknya sekali-kali ke luar negeri seperti Irfan yang mengajaknya merayakan ulang tahun di Jepang. Astaga....Airin ingat...jika Yanuar melakukan semua karena kata-kata Airin.... "Kaak kenapa harus menyewa seluruh restoran untuk merayakan ulang tahunku?... Itu buang-buang uang.... Hanya dengan Kak Nuar memberikan cinta Kakak maka Aku sudah sangat bahagia...." "Kaak kenapa mengajakku keliling Eropa hanya untuk merayakan kelulusan S1 ku?... Kalo dua orang yg saling mencintai dimanapun berada akan terasa indah...." Airin semakin menangis karena merasa bodoh. Kenapa dia bisa melupakan kata-katanya sendiri hanya karena iri dengan cerita teman kantornya yang sering makan direstoran dan keluar negeri bersama kekasihnya. "Airin... kau benar2 bodoh." Rutuk Airin dalam hati. "Airin.....Kak Yanuar selalu mengingat kata-katamu karena dia tidak ingin kamu marah dan meninggalkannya Rin... Kalau kamu sedang emosi cobalah kamu ingat hal manis apa saja yang Kak Yanuar lakukan untukmu... Mungkin karena kamu merasa itu semua suatu kebiasaan jadi kamu tidak terlalu mengingat dan memikirkannya.... Walau kebersamaanmu dengan Kak Yanuar menurutmu hanya rutinitas tapi menurut Kak Yanuar itu adalah suatu kebutuhan.... Dia seperti mendapat tambahan tenaga setelah melihatmu..." nasehat Renita lagi. Yah memang banyak hal yang Yanuar lakukan. Sifatnya yg dingin dan cuek pun hilang saat bersama Airin. Setiap akan pergi bersama Yanuar pasti bertanya apa rencana Airin tapi Airin yang memang lembut dan tidak ingin merepotkan selalu mengatakan tidak ada rencana. Airin hanya mengikuti Yanuar. Saat mengantar Airin pulang Yanuar pasti bertanya apakah Airin senang atau tidak. Dan Airin selalu menjawab bahwa dia senang dengan disertai senyuman. Airin hanya tidak ingin membuat senyuman di wajah Yanuar hilang jika Airin menjawab dia bosan atau lelah. Airin ingat....Yanuar selalu tersenyum saat bersamanya sampai Airin heran apa Yanuar tidak pernah lelah. Padahal Yanuar cukup sibuk sebagai pengusaha, lalu harus mengantar jemput Airin, menyempatkan makan siang bersama bahkan menghabiskan akhir pekan bersama tanpa istirahat. Apa karena Airin adalah penambah tenaga bagi Yanuar?. Airin semakin terisak memikirkan kebodohannya. Seharusnya Airin selalu mengatakan keinginannya, bukankah Yanuar selalu menurutinya. Airin semakin menyadari kesalahannya. "Apa yg harus kulakukan Ren?..." tanya Airin sambil terisak. "Coba kau bicarakan dengannya.... Setelah itu terserah kalian apa yang kalian inginkan. Apa kau ingin kembali kepada Kak Yanuar atau .....kau mau menerima Irfan?..."jawab Renita . "Reen....kau tahu kan Aku tidak ada hubungan dengan Irfan... Aku bahkan langsung menolaknya kemarin...." Balas Airin sedikit teriak karena Renita yang menggodanya padahal Renita tahu Airin tidak memiliki rasa apapun pada Irfan. Sebulan kemarin Airin hanya merasa senang karena lepas dari kejenuhan karena rutinitasnya yang selalu bersama Yanuar. Tapi sekarang Airin merindukan saat-saatnya bersama Yanuar. Saat Yanuar tersenyum padanya, menggenggam tangannya, membelai rambutnya, pokoknya semua perhatian-perhatian kecil yang Yanuar berikan padanya. Airin juga merindukan wajah Yanuar yang berubah jadi dingin jika ada wanita yang menggodanya atau wajah kesal Yanuar ketika melihat pria yang selalu melirik Airin. Membuat Airin terkekeh kecil mengingatnya. "Tapi apa mungkin Ren?... Kak Nuar saja tidak pernah menghubungiku lagi 2 minggu ini.... Padahal biasanya Kak Nuar tidak pernah tahan lebih dari tiga hari untuk tidak menghubungiku.... Sepertinya Kak Nuar benar-benar kecewa padaku...." sesal Airin. " Kenapa harus Kak Yanuar yang menghubungimu? ... Mungkin saja dia hanya ingin kamu tidak merasa sesak lagi.... Karena itu dia menjauh.... Sekarang tinggal bagaimana kamu Rin.... Menurutmu apakah jika kau kembali kepada Kak Yanuar kau akan sesak lagi atau tidak? Pikirkan baik-baik..." Nasehat Renita. ~oO0Oo~ Dua minggu setelah pembicaraannya dengan Renita, Airin memutuskan untuk menyusul Yanuar di Jepang. Sebenarnya sudah dari minggu lalu Airin ingin menyusul Yanuar. Tapi profesinya sebagai Manager Pemasaran di kantornya membuatnya sangat sibuk sehingga baru bisa cuti minggu ini. Saat ini Airin sudah berada di depan rumah Renita. Dia berencana memaksa Renita ikut menemaninya ke Jepang. Ini rencana dadakan sehingga Renita belum mengetahuinya. Saat menunggu Renita membuka pintu, Pramudya yg merupakan kekasih Renita sudah ada di samping Airin. "Kak Pram... Kau di sini?... Sudah tidak di Jepang?..." tanya Airin langsung ditengah keterkejutannya. "Buat apa berlama-lama di Jepang?... Aku tidak ada pekerjaan di sana?... " Jawab Pramudya. Tepat saat itu Renita membuka pintu. "Airin.... Kak Pram?..." tanya Renita heran kenapa mereka bisa bersama. "Iya Sayang.... Aku meeindukanmu " jawab Pramudya langsung mengecup bibir Renita singkat lalu memeluknya erat. "Aku juga Kak..." gumam Renita lama mereka berpelukan hingga Renita menyadari keberadaan Airin yang berusaha untuk tidak melihat kemesraan itu. "Ohh....Airin ....Maaf....hehe" ucap Renita yang sudah bersemu merah. "Tidak apa-apa Ren....aku maklum" jawab Airin sedikit canggung. Airin iri....sudah lama sekali Airin tidak berpelukan dengan Yanuar. "Ada apa Rin?..." tanya Renita setelah mereka semua duduk d ruang tengah dan Pramudya yang tiduran dengan paha Renita sebagai bantal. "Emm....sebenarnya Aku ingin mengajakmu ke Jepang untuk menemui Kak Nuar..." Jawab Airin sedikit ragu karena melihat Pramudya yang sepertinya masih ingin bermanjaan dengan Renita. "Tidak boleh....Aku masih sangat merindukannya....Sudah dua minggu aku tidak bertemu dengan nya...."ucap Pramudya tegas tetap pada posisinya tanpa melihat Airin. "Kak Pram...."ucap Renita lembut sambil terus membelai kepala kekasihnya itu untuk menenangkan Pramudya yang sepertinya kesal akan sikap Airin kepada sahabatnya, Yanuar. Airin langsung menunduk sedih merasakan jika kekasih sahabatnya itu membencinya. "Lagipula untuk apa kau ke Jepang kalau orang yang kau cari tidak di sana..." ucap Pramudya sudah sedikit lembut setelah melihat wajah sedih Airin. "Temui saja dia di Apartemennya..." lanjut Pramudya. "Benarkah??..." tanya Airin kaget sekaligus tidak yakin. "Tanya saja pada psikolog-ku ini apakah aku berbohong atau tidak...." jawab Pramudya masih pada posisinya seperti sangat menikmati belaian Renita. Airin langsung bergegas pergi dari ruangan itu tanpa mengucapkan apapun. Baru sampai gerbang Airin kembali lagi ke rumah Renita. Saat sampai di ruangan tadi Airin terkejut karena saat pasangan Pramudya sedang menahan wajah Renita menempel pada pipinya dengan memeluknya erat dengan posisi Kyuhyun seperti awal tapi saat ini Renita sudah menundukkan kepalanya. Terlihat jelas jika mereka sangat saling merindukan. Airin berusaha jalan mengendap-endap mendekati pasangan itu agar tidak mengganggu. Airin mengambil kunci mobilnya yang berada di meja lalu langsung pergi meninggalkan pasangan itu. Saat di mobil Airin terus tersenyum sendiri melihat kemesraan Pramudya dan Renita. Dia tidak menyangka pasangan yang biasanya selalu cekcok kini bisa sangat mesra. ~oO0Oo~ Airin sudah sampai di depan pintu apartemen Yanuar. Sudah berkali-kali Airin memencet bel tapi tidak ada yang membuka juga. Airin berfikir apa Yanuar sedang tidak ada atau tidak ingin bertemu Airin. Setelah berfikir lama akhirnya Airin mencoba memasukkan kode password untuk membuka pintu tersebut. "Semoga tidak berubah... " do'a Airin dalam hati. Setelah memencet angka 090909 akhirnya pintu terbuka. Airin tersenyum senang sesaat sebelum kembali tegang berfikir bagaimana eskpresi Yanuar jika bertemu Airin. Bahagia, sedih, atau marah. Tapi Airin akan mencoba menghadapinya.... Airin memasuki ruangan demi ruangan di apartemen itu mencoba mencari Yanuar. Akhirnya Airin melihat Yanuar yang sedang berbaring di atas ranjang di kamarnya. Airin mencoba mendorong pintu kamar Yanuar untuk membukanya lebih lebar agar bisa masuk ke kamar itu. Yanuar segera membuka matanya saat mendengar suara pintu yang bergeser. Yanuar terkejut melihat siapa yang saat ini masuk ke kamarnya. Airin gugup seketika menunggu reaksi yang diberikan Yanuar. "Airin....." gumam Yanuar disertai senyuman tipisnya. Airin tersenyum lega Yanuar masih menerima keberadaanya seperti tidak pernah terjadi masalah antara mereka. Apa Yanuar sudah melupakan semuanya termasuk perasaannya kepada Airin. Airin memberanikan diri menghampiri Yanuar yang kini sudah duduk di ranjangnya. "Kak Nuar baik-baik saja...?" Tanya Airin sedikit ragu dan khawatir. Ragu apakah masih boleh dia mendekatinya jika Yanuar berfikir mereka sudah bukan lagi sepasang kekasih. Airin juga khawatir melihat wajah Yanuar yang sedikit pucat. "Aku tidak apa-apa.... hanya masih sedikit jet lag....." jawab Yanuar lembut disertai senyumnya. "Kak Nuar baru kembali dari Jepang?..." tanya Airin lagi sudah sedikit santai. Sikap Yanuar yang selalu lembut kepadanya membuat Airin selalu bisa bersikap santai. "Tidak....Kakak hanya sebentar di Jepang kemudian Kakak ke Amerika, inggris, Paris, lalu terakhir Kakak baru kembali dari Australia..."jawab Yanuar sambil kembali memejamkan matanya. Sepertinya kepalanya masih sakit karena jet lag. "Asyik sekali Kak Nuar bisa berjalan-jalan keluar negeri...."ucap Airin tersenyum mengingat tempat-tempat itu merupakan tempat yang pernah Ia datangi bersama Yanuar. Yanuar juga ke sana sebenarnya untuk mengenang masa-masa indahnya bersama Airin. "Hmm...."gumam Yanuar pelan sedikit tersenyum. " Kepala Kak Nuar mau aku pijat biar tidak pusing lagi?..." Tanya Airin sedikit tidak yakin. Yanuar tidak menjawab tapi dia langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Airin yang sejak tadi sudah duduk di ranjang Yanuar. Airin langsung tersenyum senang karena Yanuar masih mau menerima perhatiannya "Bagaimana Kaak?... Apakah lebih baik?..." Tanya Airin lembut. "Kakak tidak mau kamu kecewa.... tapi sepertinya sebentar lagi Kakak akan tertidur dan tidak bisa mendengarkanmu lagi..." Airin langsung tersenyum lebar setelah sebelumnya sudah kecewa dengan kalimat awal Yanuar. Dan benar saja tidak lama dari itu Yanuat sudah tertidur pulas karena nyaman dengan pijatan Airin. Sudah lebih dari satu jam Yanuar tertidur namun Airin masih Asik membelai rambut hitam Yanuar dan mengamati wajah Yanuar. Airin benar-benar merindukan wajah pria ini. Walaupun sekarang wajah Yanuar sedikit tirus dengan rambut panjang dan rambut-rambut pendek yang mulai tumbuh di sekitar mulutnya karena tidak pernah dicukur. Setelah 2 jam akhirnya Yanuar terbangun. Dia langsung tersenyum melihat Airin yang sedang menatap wajahnya kemudian Yanuar melihat jam dindingnya yang sudah menunjukkan pukul 13.07 wib yg berarti sudah jam makan siang. "Aku lapar..." gumam Yanuar. "Baiklah....Kak Nuar mandi saja, aku akan memasak untuk Kak Nuar..." ucap Airin langsung setelah mendengar gumaman Yanuar. "Tidak....tidak perlu.... Setelah Kakak mandi kita makan di luar saja..." Jawab Yanuar langsung. Airin terdiam. Yanuar yang melihat Airin diam langsung tersenyum. "Maaf.....bukan Kakak menolak tawaranmu tapi apa kamu lupa kapan terakhir kali kamu belanja keperluan dapur?... Sudah lebih dari 2 bulan yang lalu.... Karena kamu yang selalu melakukannya tiap bulan jadi selama tidak ada kamu maka dapur Kakak juga terbengkalai.... Kalau kamu tidak percaya kamu bisa memeriksa kulkas Kakak sekarang...." Jelas Yanuar panjang lebar sambil menatap lembut Airin. Airin langsung meneteskan airmatanya mengingat kata-kata kasarnya untuk Yanuar tapi kenapa Yanuar masih baik padanya. "Sudahlah....Kakak mandi dulu..." Ucap Yanuar lembut dan segera beranjak ke kamar mandi. Airin terkejut, Yanuar tidak menghiraukannya yang sedang menangis. Apa itu artinya Yanuar membencinya dan tidak mencintainya lagi?..... ~oO0Oo~ " Kak Nuar... bisa sekarang kita bicara?" Tanya Airin setelah terjadi keheningan sejak di kafe hingga kini mereka di pantai. Langit sudah berubah menjadi merah menunjukkan saat ini sudah senja. "Bicaralah......"ucap Yanuar santai. "Maafkan Aku Kaak atas kata-kataku waktu tu.... Aku...." "Sudahlah Airin....lupakan..." potong Yanuar. "Apa Kak Nuar marah padaku?... Apa Kak Nuar membenciku?... Apa Kak Nuar tidak mencintaiku lagi?..." Cecar Airin penasaran. "Menurutmu?..." Tanya Yanuar balik. "Seharusnya iya..." gumam Airin pelan. "Kalau begitu kenapa bertanya?..." Jawab Yanuar lagi tetap dengan gaya santainya. "Kaak......kenapa Kak Nuar kembali seperti dulu?... Selalu berkata singkat....Tidak bisakah Ka Nuar menjawabnya lebih panjang lagi.... Bila perlu marahi aku...." Ucap Airin lagi sedikit kesal dan terisak. Dia berharap Yanuar langsung memarahinya saja daripada seperti ini. Selama beberapa menit Yanuar tetap diam dan Airin mulai tenang. "Kamu tahu walau kamu menganggap selama ini Kakak hanya melakukan rutinitas biasa tanpa perasaan tapi sesungguhnya bagi Kakak itu adalah kebutuhan...Kamu seperti vitamin bagi Kakak... Walau Kakak lelah jika melihat Kamu yang tersenyum itu akan membuat tenaga Kakak pulih kembali... Karena itu Kakak selalu berusaha membuatmu bahagia... Tapi sepertinya Kamu tidak merasakan ketulusan Cinta Kakak.... Kakak melakukan seperti keinginanmu dulu.... Kakak tidak pernah berfikir kalau fikiranmu berubah... Atau perasaanmu juga berubah. ... Kakak benar-benar kecewa Airin.... Bahkan kebersamaanmu selama sebulan dengan pria itu membuat kamu melupakan semua yang Kakak lakukan selama ini padamu...." Ucap Yanuar akhirnya berusaha tidak menangis walau matanya sudah berkaca-kaca. " Maafkan Aku Kaak.... Aku sungguh-sung minta maaf... Saat itu Aku hanya emosi.... Aku hanya......" Airin diam tidak melanjutkannya. Airin tidak mau melakukan pembelaan apapun lagi. Itu hanya akan menambah semakin banyak keburukan yang keluar. Airin berfikir cukup dia tahu kesalahannya apa maka jika diberi kesempatan Airin akan memperbaikinya. " Maaf Kaak kemarin Airin hanya banyak tekanan sehingga Airin tidak bisa berfikir jernih dan membuat Airin melupakan banyak hal.... Airin hanya merasa butuh suasana baru sebentar... Jadi saat ada yang menawarkan suasana baru Airin langsung menerimanya.... Airin hanya menikmati suasananya Kaak.... Airin tidak memiliki perasaan padanya.... Airin pastinya lebih nyaman dan bahagia bersama Kakaak.... Selama sebulan itu saat Airin menolak ajakan Kak Nuar, selama itu juga Kak Nuar tidak berusaha menemui Airin. Padahal Airin merindukan Kak Nuar. Tapi Airin terlalu gengsi untuk mengutarakannya. Soal ulang tahun Airin kemarin Kak Nuar tidak bilang Kak Nuar mau merayakannya. Padahal Airin menunggu Kak Nuar. Airin ke apartemen Kak Nuar tapi Kak Nuar tidak ada. Kata petugas keamanan Kak Nuar pergi keluar negeri karena itu saat Pak Irfan mengajak merayakan ulang tahun Airin bersama rekan kerja yang lain, Airin menerimanya." Jelas Airin sembari berjongkok dan bermain pasir. Yanuar terdiam kemudian menatap Airin sambil mencerna kata-kata Airin. Saat itu memang Yanuar tidak sempat kembali ke apartementnya setelah sehari sebelumnya Ia pergi keluar negeri tanpa memberi tahu Airin. Yanuar berencana membuat Airin kesal dan khawatir sebelum hari ulang tahunnya lalu memberikan kejutan indah untuk Airin. Namun sayang yang telah Ia persiapkan semua gagal dilaksanakan. "Lalu apa maksudmu menjelaskan semuanya?..." Tanya Yanuar dengan nada santainya. "Aku hanya ingin Kak Nuar tidak salah paham..." jawab Airin lagi masih pada posisinya. "Salah paham apa?..." Tanya Yanuar lagi. "Salah paham tentang perasaan Airin dan Agar Kak Nuar tahu perasaan Airin...." Jawab Airin semakin pelan dan menunduk. "Memangnya bagaimana perasaan Airin?..." Pancing Kim Bum lagi. "Tentu perasaan Airin mencintai Kak Nuar tidak ada yg lain.... Kalo Airin tidak mencintai Kak Nuar tidak mungkin Airin mau pacaran selama ini sama Kak Nuar.... Airin mencintai Kak Nuar...." Ucap Airin kesal karena Yanuar tak juga mengerti padahal Airin sangat malu mengungkapkan semua perasaannya disaat Ia masih ragu apakah Yanuar masih mencintainya dan tetap menjadi kekasihnya atau tidak. Airin langsung menyembunyikan wajahnya diantara lututnya sambil terisak. Airin menunggu jawaban dan reaksi Yanuar. Karena setelah beberapa menit tidak juga ada jawaban dari Yanuar, Airin berdiri dan memberanikan diri melihat Yanuar dan bagaimana ekspresinya. Yanuar masih menatapnya santai tanpa emosi apapun setelah mendengar semua ungkapan perasaan Airin. Bahkan Yanuar lebih memilih menatap pantai laut daripada menatap Airin yang jelas sedang menatapnya. Merasa tidak ada tanggapan apapun dari Yanuar, Airin pun menghela nafas pasrah dan mengikuti langkah Yanuar yaitu menatap laut. "Tidak ada lagi yang ingin Airin ucapkan... Dan sepertinya Kak Nuar juga tidak ingin mengatakan sesuatu... Jadi sebaiknya Airin pulang... Airin permisi Kak..." Ucap Airin lemah kemudian mulai melangkah berbalik menjauhi Yanuar. "Jadi mulai besok kita bisa melakukan rutinitas bersama lagi?..." Tanya Yanuar yang membuat Airin berbalik menatap Yanuar bingung dan mengernyitkan dahinya. "Baiklah kalau kamu mau kita buat ulang jadwalnya... Kamu bisa mengubah sesuka hatimu mengenai jadwalnya... Haaaah....akhirnya aku bisa bernafas dengan baik lagi...." Ucap Yanuar merentangkan tangan dan menghirup udara banyak-banyak dengan senyuman lebarnya tanpa melihat ekspresi bingung sekaligus penuh harap Airin. " Apa maksud Kak Nuar?... Kak Nuar mau bersamaku lagi?... Kita pacaran lagi? ... Kak Nuar sudah tidak marah lagi? ...." Cecar Airin dengan suara bergetar masih di posisinya. "Shuutttt.....diamlah.... Kenapa Airin jadi cerewet dan banyak tanya?... Bukankah biasanya Kamu susah sekali mengutarakan perasaanmu?..." Yanuar melangkah perlahan ke arah Airin dan berucap lembut walaupun gemas dengan ekspresi Airin saat ini. Haappp Airin langsung memeluk Yanuar erat saat Yanuar sudah tepat berada di hadapannya. "Karena aku sangat merindukan Kak Nuar dan tidak mau kehilangan Kak Nuar lagi.... Aku mencintai Kak Nuar...." Ucap Airin dengan suara bergetar terisak. Yanuar pun mengeratkan pelukannya dan tersenyum dengan mata berkaca-kaca penuh haru. "Mulai sekarang aku akan lebih pintar lagi menjaga cintaku... Aku tidak akan pernah membiarkan Kamu memiliki alasan lagi untuk meninggalkanku karena aku tidak bisa hidup tanpamu Airin.... Kamu nafasku, Kamu vitaminku, kamu hidupku, kamu cintaku.... Aku juga sangat mencintaimu Airin...." ucap Kim Bum dalam hati. Yah seperti kata Yanuar, akhirnya Ia bisa bernafas dengan baik lagi. Ketika Yanuar berkata Ia membiarkan Airin bersama Irfan itu tidak mengartikan Ia melepaskan Airin selama-lamanya. Ia hanya memberi Airin waktu untuk bebas dan tidak merasa sesak lagi karena Yanuar percaya Airin sebenarnya masih mencintainya hanya Ia merasa sedikit jenuh dengan hubungan yang monoton. Setelah perpisahan itu Yanuar tetap melakukan rutinitasnya ke apartemet Airin tiap pagi, ke tempat kerja Airin ketika Siang dan malam hari hanya untuk melihat Airin tanpa Airin ketahui. Biasanya setelah melakukan rutinitasnya Yanuar akan lebih bertenaga tetapi tidak saat itu. Bahkan Yanuar pun sulit makan sehingga Pramudya memintanya untuk pergi sementara waktu menjauh dari Airin hingga Airin menyadari bahwa Ia juga membutuhkan Yanuar berada disisinya. Pramudya juga berharap dengan sedikit menjauh dari Airin, Yanuar bisa melihat yang lain sehingga tidak terlalu memikirkan Airin. Namun dugaan Pramudya jika Yanuar bisa lebih baik ketika tidak berada dan melihat Airin salah. Yanuar justru semakin terpuruk dan sulit berkonsentrasi bekerja. Karena itu 2 minggu lalu Ia menemui Yanuar di Jepang untuk menghiburnya dan menemani Yanuar mengunjungi beberapa negara yang memiliki banyak kenangan ketika bersama Airin. Yanuar melakukan itu semua untuk mengalihkan pikirannya disaat menunggu Airin kembali padanya setelah sadar jika Ia juga membutuhkan Yanuar. Dan akhirnya penantian Yanuar tidak sia-sia karena kini Airin sudah kembali padanya. Jangan menganggap seseorang yang tidak bisa hidup jika tanpa orang yang diinginkannya itu bukan cinta melainkan obsesi. Itu tidak benar. Jika obsesi maka Ia akan memaksakan apa yang diinginkan walau membuat orang yang Ia inginkan menderita. Namun Yanuar tidak melakukan itu. Dia melepaskan Airin sesaat untuk membuat Airin menyadari siapa yang sesungguhnya Airin inginkan. Walau awal perpisahan Yanuar tampak menderita, namun jika memang pada akhirnya Ia tidak bisa bersama Airin maka itu berarti Yanuar hanya butuh waktu lebih lama untuk terbiasa tanpa Airin. Bersyukurnya Yanuar bahwa ternyata Airin kembali padanya dan menjadi takdirnya sehingga Yanuar tidak perlu bersusah payah untuk melupakan perasaan cintanya pada Airin. Akhirnya dua orang yang saling mencintai kembali bersama. Semoga keinginan mereka untuk bersama seumur hidup sampai maut memisahkan dapat terwujud. "I wanna grow old with you, I wanna die lying in your arms." Sejatinya Cinta berarti janji bahagia. Jika Kau sudah mengatakan Kau mencintai orang itu maka berarti Kau juga berjanji untuk membahagiakannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN