Aku dan Aldy saling bertatapan satu sama lain. Kemudian Tante Irine melangkahkan kakinya menuju kamar. Ia kembali keluar dengan menenteng sebuah tas. Dan mengajak kami keluar. Kami masuk ke dalam mobil, Tante Irine duduk di belakang. Dan kami melaju mengikuti petunjuk darinya. Selama dalam perjalanan, perasaanku sangat tidak enak. Kami tidak saling berbicara, kecuali hanya Tante Irine yang menunjukkan jalan sementara Aldy hanya mengangguk menuruti arahannya. Sekitar 25 menit perjalan. Kami sampai di salah satu Rumah Sakit Jiwa di daerah Bandung. Aku terheran, alisku mulai mengerut. Jutaan pertanyaan memenuhi isi kepalaku. Kenapa Tante Irine membawa kami ke sini? Bukankah aku bilang, jika aku ingin bertemu Irgi? Setelah mobil berhasil terparkir. Kami berjalan masuk ke dalam hingga samp

