Bandung

1324 Kata

Minggu pagi tiba, aku menuruni tangga untuk sarapan. Beberapa lauk di meja telah siap untuk disantap. Kami duduk di kursi masing-masing sambil mulai berdoa. Setelah berdoa selesai, suapan pertama pun dimulai.   “Nyn, gimana kabar Irgi? Kok dia udah gak pernah ke sini lagi?” Tanya Mama di sela-sela kunyahan kami.   “Nggak tahu.”   “Nomor Tante Irine juga gak bisa dihubungi. Terakhir dia hubungi Mama cuma beri kabar kalau dia sudah kembali rujuk dengan suaminya. Dan mereka akan pindah ke rumah barunya di Bandung.” Aku hanya menatapnya sambil mengangguk pelan. Seusai sarapan, aku naik ke atas untuk kembali ke kamar. Ku rebahkan tubuhku di atas ranjang. Mama benar, kira-kira Irgi apa kabarnya? Setelah ucapanku yang mengusirnya waktu itu. Ia benar-benar sudah tidak berani memperlihatkan w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN