Tak lama kemudian, langkahnya kembali menghampiriku di tempat duduk. Aku langsung memalingkan wajah dan pura-pura sedang asyik membaca buku. “Ini.” Diberikannya sebotol air mineral yang ia bawa. “Loh curang. Bacanya gak nungguin aku dulu.” Lanjutnya. Aku tertawa sambil menutup kembali buku tersebut. “Enggak kok, cuma baca ulang halaman terakhir yang kita baca.” Ia tertawa sambil berusaha kembali duduk. “Kamu kok sendirian ke sini?” Tanyanya. “Memangnya, harusnya aku ke sini sama siapa?” “Andri?” Aku menggeleng. “Aku udah putus sama Andri. Udah beberapa hari juga gak saling kasih kabar.” “Kamu kenal dia di mana, Nyn?” “Andri itu sahabat aku di jaman masa putih abu. Kok kamu bisa tahu namanya? Padahal terakhir ketemu, aku belum sempat kenalin dan sebut nama dia

