Rin, jika aku jadi kamu. Aku mungkin akan membencimu karena menyukai seseorang yang telah lebih dulu dan lebih lama aku sukai. Tapi kamu tidak pernah melakukannya, kamu selalu bertingkah seakan tidak ada yang salah, seakan tidak ada satu hal pun yang bisa menyakitimu. Ajarkan aku bagaimana caranya kamu bisa sekuat itu? Melawan perasaanmu demi kebahagiaan orang lain. Dasar bodoh! Kau juga berhak bahagia, tahu! Aku kembali membuka mata, ku raba satu persatu keyboard yang biasa ia ketik. Bekas sentuhannya masih tertinggal di sana, aku membiarkannya menyatu dan menempel di kulit jari-jariku. Berat rasanya dalam 1 tahun kehilangan dua orang yang amat aku sayangi. Kebahagiaan di dalam diriku hilang beberapa persen bersama dengan kepergian mereka. Masih banyak hal selanjutkan yang akan bisa kuc

