“Setelah Airin menceritakan apa yang terjadi, ia mengurung dirinya di kamar. Gak mau makan, gak mau berangkat ke sekolah juga pada keesokan harinya. Saat itu, bahkan dia bilang kalau dia benci sama kamu. Karena kamu, dia jadi kena sasaran anak-anak nakal itu. Tante mencoba untuk memberi dia pengertian. Tante bilang ke dia bahwa kamu nggak salah, bahkan kamu gak tahu menau soal ini. Kalau pun dia cerita, Tante yakin Arnyn pasti bantu Airin. Tapi yang seperti kamu tahu, Airin itu anaknya agak tertutup. Jarang ada orang yang tahu tentang masalah yang sedang ia hadapi, bahkan kadang, ia juga jarang cerita ke Tante. Pada akhirnya, Airin perlahan coba untuk mengerti. Lusa, ia coba untuk kembali berangkat ke sekolah dan melupakan semua yang telah dialaminya waktu itu.” Tangannya mulai menggeng

