Benar katamu, seharusnya yang Andri cintai adalah dirimu, Rin. Bukan aku. Jika ia memilihmu, cincin itu tidak akan sia-sia ia bawa di dalam sakunya selama perjalanan. Cincin itu akan keluar dari kotaknya dan kemudian melekat di jarimu selamanya. Ia tidak akan merasa tersakiti, karena yakin kamu tidak akan menolaknya. Tapi sayangnya, cincin yang dibawanya berakhir sia-sia karena kesalahannya dalam memilih. Aku tidak pernah bermaksud untuk menjadikannya pelampiasan agar aku bisa melupakan Aldy. Kedatangannya yang tiba-tiba hadir kembali di hidupku membuatku berpikir bahwa ini adalah cara semesta mempersatukan kami untuk selamanya. Langit Jakarta tersenyum saat ia kembali, begitu pun aku. Tapi, berita buruknya, perasaanku benar-benar telah hilang untuknya semenjak Aldy ada di hidupku. Kebers

