Ketika takdir terus mempertemukan kita

1289 Kata

Di minggu pagi, Mama memintaku untuk menyapu dan merapikan halaman luar, karena pagi ini Mama, Papa dan juga Cila akan pergi mengunjungi rumah teman Papa di daerah Bandung. Sementara aku memilih untuk tidak ikut dan menjaga rumah. Di tengah-tengah kegiatan menyapu, tiba-tiba suara langkah kaki seseorang terdengar menghampiriku.   “Nyn?” Sapanya sebelum aku menoleh untuk melihat siapa yang datang. Setelah berhasil menoleh, aku melihat Irgi berdiri memandangku, kami hanya berjarak beberapa langkah saja. Tanpa menjawab sapaannya, aku langsung menjatuhkan sapu yang ku genggam lalu berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.   “Nyn, buka sebentar. Kita harus bicara.” Teriaknya dari balik pintu sambil berusaha mengetuknya beberapa kali.   “Mau apa lagi Kak Irgi ke sini?! Pergi!”   “Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN