“Aku benar-benar mencintaimu.”

1445 Kata

Ia memberhentikan laju motornya ketika kami telah sampai di depan gerbang rumahku. Aku turun dari motor, melepaskan helm dan memberikannya padanya.   “Makasih ya, Kak, udah mau antar aku pulang. Hati-hati di jalan!”   “Kamu gak nawarin aku untuk mampir?”   “Maaf, Kak. Aku lagi capek banget. Gak akan bisa nemenin Kak Irgi ngobrol. Tapi kalau Kakak mau main boleh, kok. Cila, Mama sama Papa pasti mau nemenin Kak Irgi.”   “Gak usah, aku bercanda kok, Nyn.” Ia tersenyum ke arahku sambil menyalakan mesin motornya.   “Selamat istirahat, ya? Salam buat Mama sama Papa.” Aku mengangguk setelah akhirnya ia melaju pergi dari depan gerbang rumahku. Sebenarnya, saat itu aku tidak merasa lelah. Hanya saja, setelah perkataan Mama yang kemarin, aku jadi lebih berhati-hati untuk tidak ingin menyaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN