Anrietta Davine mematut diri di depan cermin. Tidak banyak yang dia lakukan. Hanya menyisir rambut dan mengikatnya supaya rapi. Selesai berdandan, dia meraih tas kecil yang biasa diletakkan di kursi. Sebab hari ini, Anrietta akan pergi kuliah. Hari pertamanya masuk setelah sekian lama absen. Anrietta melangkahkan kaki di lorong asrama. Dia terburu-buru pergi ke halaman parkir. Leon dan Trevor pasti sudah menunggu. Benar saja, dua orang itu sudah berada di dekat mobil. Menanti kedatangan dirinya dan Hernandez. "Lamban sekali," gerutu Trevor ketika Anrietta baru saja sampai. Gadis itu langsung meminta maaf. Ini salahnya karena bangun kesiangan. Alarm miliknya mati. Makanya agak terlambat bangun. Leon hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat perilaku Trevor. Lelaki itu tidak berub

