Ban motor Anrietta menyingkirkan debu dan daun yang bertamu di jalanan. Sesekali, dia menyalip kendaraan lain. Menimbulkan bunyi klakson yang sangat nyaring, ditujukan untuknya. Padahal beberapa saat lalu, Anrietta mengomeli Leo agar tidak ugal-ugalan di jalan. Sekarang, malah dia yang menyetir asal. Seolah sudah tidak sayang nyawa. Anrietta melirik ke arah lampu lalu lintas. Masih merah, tapi tak ada kendaraan yang berhenti. Dengan kata lain, dialah yang pertama tiba di persimpangan. Dari arah selatan, melaju sebuah truk berkecepatan tinggi. Kendaraan besar tersebut sarat dengan muatan. Bunyi klakson pun terdengar nyaring. Anrietta menyempatkan diri untuk menoleh. Dia begitu terkejut karena tadi tidak melihat truk tersebut. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, gadis berkemeja

