Anrietta melirik ke arah barat daya. Tempat itu tidak tertutup aspal. Akan tetapi, ada banyak semak belukar. Itu akan menyulitkan. "Tetaplah di sini. Orang-orang kita akan segera datang," ujar Anrietta sambil bersiap untuk melompat turun. Leon menarik tangan gadis itu. Membuat langkahnya terhenti dan menoleh. Bertanya sembari menyipitkan mata karena silau, "Apa?" Bibir Leon terlihat bergetar. Seolah ingin mengucapkan sesuatu. Akan tetapi, kata-katanya tidak kunjung keluar. Anrietta jadi tidak sabar. Dia mendesak, "Aku harus pergi." "An, kau bisa terluka," ucap Leon pada akhirnya. Mengembangkan senyum manis sembari berjongkok. Berkata penuh percaya diri, "Kita hidup untuk melayani keluarga Logdawn. Terluka karena mereka adalah hal biasa." Leon tak mampu berkata-kata. Hanya bisa mena

