Belum sempat keduanya berlari, tanah di samping kanan terlebih dahulu meledak. Tak ayal, Anrietta pun terpental. Tubuhnya membentur aneka macam barang rongsokan. Trevor yang tak terkena dampak ledakan langsung menghampiri. Diguncang-guncangkannya tubuh Anrietta yang terluka di beberapa bagian. Gadis itu terbatuk-batuk akibat debu. Lalu, memandang sayu ke arah Trevor. "Lari, Tuan! Jangan pedulikan saya," pinta Anrietta sembari menggenggam tangan Tuannya. Trevor menolak, "Apa yang kau bicarakan? Kita harus lari bersama!" Dengan sisa kesadaran yang ada, gadis itu menjawab, "Anda harus selamat. Saya akan menemui Papa dan Mama. Mereka sudah menunggu lama." "Jangan bercanda!" marah Trevor sembari mendudukkan Anrietta. Lelaki itu tahu kalau orang tua pengawalnya sudah lama tiada. Alasan it

