"Meracau sekali lagi, kubakar jaket ini!" ancam Trevor sembari mengacung-acungkan pakaian milik Rio Agrestar. Anrietta membuang muka. Gadis itu mengabaikan rasa haus yang melingkupi tenggorokan. Berniat untuk tidur saja. Daripada berdebat terus dengan Trevor. Ketika menyandarkan bahu di tembok, Tuan Muda mengomel lagi, "Kau benar-benar plin plan!" Lelaki itu pergi. Meninggalkan Anrietta yang mengernyit tak mengerti. Plin-plan soal apa? Tak mau ambil pusing, gadis bersurai hitam memejamkan mata. Bayangan tentang peristiwa penembakan Rio masih berkelebat di benaknya. Belum lagi, kenangan lama yang juga meminta perhatian. Oh, haruskah Anrietta pergi ke psikiater? "Auw!" desisnya kemudian. Pipi Anrietta terasa ketempelan sesuatu. Dia pun membuka mata. Menatap penuh keterkejutan pada Trev

