Cornelia menelan saliva. Dia tahu benar dengan posisinya saat ini. Tertangkap basah saat memata-matai musuh. Menyebalkan, memang. "Berdiri!" teriak lelaki itu dengan garangnya. Gadis dengan rok gingham pun terpaksa bangkit. Lantas berjalan karena didorong untuk terus maju ke depan. Berhenti di depan sekumpulan preman yang menatapnya nakal. Salah satu dari mereka mendesis, "Boleh juga, nih cewek." "Lumayan. Buat stok satu bulan," sambut rekannya. Tawa mereka berderai. Saling bersahutan. Memecah keheningan di hutan yang sepi dan jarang dikunjungi orang. Akan tetapi, hal itu tidak berlangsung lama. Cornelia mengambil keputusan dengan cepat. Sebelum berakhir menjadi mangsa, dia akan menjadi predatornya. Cornelia memiting tangan lelaki yang tadi mengancamnya dengan pistol. Lalu, menendan

