Tidak ada pembicaraan berarti selama Trevor dan Anrietta berada di meja makan. Hanya ada suara denting garpu yang beradu dengan piring. Itu pun hanya sesekali, tidak terjadi secara terus-menerus. Di sudut ruangan, terlihat Cornelia yang sedang berdiri. Tangannya dilipat ke belakang. Terlihat seperti seorang satpam. Ada pun netranya menatap tajam ke arah kedua orang yang terlihat sangat canggung di ruangan ini. Cornelia seolah ingin menguliti mereka hidup-hidup kalau tidak buru-buru makan. Anrietta menyuapkan potongan daging terakhir. Kemudian, meletakkan garpu dan pisaunya di atas piring. Namun karena gugup, garpunya tak sengaja terjatuh. Menimbulkan bunyi denting yang menyita perhatian Trevor. "Pelan-pelan, bisa?" omel lelaki tersebut sembari melotot. Gadis di hadapannya langsung men

