Anrietta menyeruput cokelat hangat sembari mencuri pandang pada seseorang yang teramat tampan. Pemuda itu adalah Leo, kekasih pertamanya. Sama seperti Anrietta, Leo juga tengah menikmati minuman. Hanya saja, dia memilih untuk mengonsumsi coklat matcha dingin. Dia lebih menyukainya daripada jenis minuman lain. "Hei, ada krim yang menempel," beritahunya sambil menunjuk ke bibir Anrietta. Gadis itu langsung panik. Bertanya seraya mengambil tissue yang berada di atas meja, "Mana?" Alih-alih menjawab, Leo mengulurkan tangan. Jantung Anrietta pun berpacu dengan waktu. Apa yang akan dilakukan kekasihnya? Tangan hangat itu meraih punggung tangan Anrietta yang masih menggenggam tissue. Kemudian, dia arahkan ke tempat di mana krimnya menempel. Sekaligus dia usapkan supaya menghilang. "Terima k

