Cacing-cacing di perut Anrietta berdemo sedari tadi. Terlebih ketika hidungnya membaui aroma roti yang baru dipanggang. Sangat menggugah selera. Gadis itu pun langsung mengambil sebuah pain aux raisins. Di gigitan pertama, indra perasanya dimanjakan oleh rasa masam kismis yang dipadukan dengan aneka buah kering. Saat asyik makan, tiba-tiba terdengar suara orang batuk. Anrietta segera menoleh. Mendapati Trevor yang mulai sadar. Anrietta meletakkan pain aux raisinsnya di pinggir. Lalu, memindahkan nampan tersebut ke atas meja. "Apa ada yang sakit, Tuan?" tanyanya khawatir. Gadis itu tidak berani menyentuh Trevor. Sebab tangannya sedikit lengket akibat makan pain aux raisins. Bukannya menjawab, Trevor malah meminta, "Suapi." "Hah?" ujarnya spontan. Anrietta sungguh kaget. Trevor mem

