Anrietta Davine membelalakkan mata tidak percaya. Sebelum sempat mencegah, tubuhnya terlebih dahulu hendak terjengkang ke belakang. Cepat-cepat gadis cantik itu melingkarkan tangan di perut Leo. Menenggelamkan wajah di punggung kekar milik kekasihnya. Sejenak, Leo kehilangan fokus. Ada debaran tidak biasa yang dirasakan oleh jantungnya. Punggung pun seperti menghangat. Perutnya sedikit geli. Jujur saja, Leo tidak pernah membiarkan seorang perempuan pun menyentuh dirinya. Walau seujung jari pun. Akan tetapi kali ini, entah setan apa yang merasuki dirinya. Leo bahkan tidak keberatan kalau Anrietta melingkarkan tangan di perutnya. Bahkan tadi, dia yang menawarkan diri untuk dipeluk. Sebuah seringai terbit di bibir yang tersembunyi di balik kaca helm. Matanya berbinar. Seolah sedang kejat

