“Mbak, mbaknya gapapa?” tanya seseorang entah siapa, aku bisa mendengar tapi tidak bisa melihatnya, pun tak bisa menjawabnya. “Ada air? Mbak? Hentikan mobil saja bawa ke rumah sakit,” suara-suara itu terdengar tapi aku tak bisa berbuat apapun. ***** Aku menerima sinar yang cukup banyak di mataku yang sepertinya terpejam terlalu lama. Ketika aku membukanya, disana Mas Aji, Mama, Papa juga ibu berada di sekelilingku. Ruangan identik putih dan pegawai yang juga berpakaian putih menyadarkanku bahwa aku berada di rumah sakit, klinik, puskesmas atau sejenisnya. “Alhamdulillah sudah sadar,” Mas Aji terlihat mengusap mukanya dengan kedua tangannya. “Mana yang sakit Na?” tanya Mama “Sudah sadar ya, permisi ya?” seorang perawat mendekat pada kami. Dia lalu melakukan serangkaian pemeriksaan,

