Aku Meluap

1142 Kata

Suatu pagi saat aku menjemur pakaian dan tiba-tiba tali jemuran putus. Semua cucian terjatuh kembali ke tanah. Memang tempatku menjemur baju sudah terlapis plester. Tapi tetap saja baju-baju itu menjadi kotor kembali dan harus dicuci ulang. Aku geram bukan main. Aku begitu meluap-luap. “Apa sih Dek?” Mas Aji menyusulku ke belakang. “Talinya putus itu, kamu masangnya gimana sih? Cepet amat putus,” rutukku. “Ya masangnya biasa, dipaku, coba aku liat dulu,” diapun mendekati tembok tempatnya membuat pengait untuk tali jemuran. “Oh, pakunya lepas.” Mas Aji berjongkok dan mengambil paku yang lepas dari dinding. Masih dengan bersungut, aku membereskan baju-baju yang berjatuhan dan memasukkannya kembali ke dalam bak cuci. Kubuang noda yang menempel di baju-baju tertentu lalu kumasukkan kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN