Aku berhenti di depan pagar rumahku. Membuka pagar yang terkunci karena penghuninya tak ada di dalamnya. Setelah terbuka, kudorong motorku masuk. Aku gontai berjalan ke arah rumah, kusiapkan kunci pintu yang masih ada di dalam saku tasku. Saat kuputar knop pintu, ternyata pintu telah terbuka. Apakah tadi aku lupa mengunci pintu? Hah... Pelupanya aku. Aku duduk di sofa ruang tamu. Melepaskan kaos kaki lalu menyandarkan kepalaku membiarkan setiap lelah yang tadi merengkuh perlahan terlepas. Kupejamkan mataku sejenak setelah seharian berhadapan dengan layar komputer juga handphone. Cuaca yang sedang panas-panasnya juga menyumbang perih di mata, membuat mata terasa panas dan seperti dipenuhi debu. Aku mendengar hembusan napas yang mendekat. Sangat terhenyak, saat kurasa bibirku bersentuhan

