Bayangan demi bayangan Yogi bersamaku melintas satu persatu. Kenangan kami bersama. Pertengkaran yang nyatanya tidak mengakhirkan kami. Lebih-lebih jika kuingat seluruh perhatiannya. Tidak ada satu laki-laki pun yang sangat mengerti isi hatiku yang belum tersuarakan selain dia. Aku masih bersama foto itu, mengingat kembali kebersaaman kami kemarin pagi, hingga tadi malam. Dia masih belum berubah. Masih sering begadang untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Dia sudah semakin profesional sekarang. Dulu kami sering sama-sama terjaga demi mempelajari apa yang cita-citakan masing-masing. Yogi dengan desain grafisnya aku dengan ilmu komunikasiku. Tiga tahun yang kami lalui terasa panjang namun menyenangkan. Masing-masing kami sudah berencana untuk hidup berdua lebih lama. Karena itulah dia memp

