Meskipun agak terngiang di hati dengan ucapannya, tapi aku hanya mengangguk lalu berpaling, memilih kembali memandang pohon-pohon yang terlihat berlari ke belakang. Haruskah aku jujur padamu Mas, ada dari diriku yang masih berlari ke belakang. Bahwa orang lain masih selalu kuijinkan mengganggu kehidupanku. Mengaduk-aduk kenangan antara aku dan dia bersama dengan kenyataan kehidupan rumah tangga. Membuatku terkadang tak bisa mengerti manakah yang ilusi hati dan mana rasa hati yang nyata diantara kita. Dia juga campur tangan dalam mendamaikan hatiku yang kecewa padamu. Dia masih selalu ada di sekitar kita entah untuk apa tujuannya. Tapi bahkan kamu tak tahu bahwa orang yang mencetak foto pernikahan kita adalah orang yang sama yang pernah kau hadang dengan tanganmu ketika dia hampir merengk

