Mas Aji sudah di dalam mobil ketika aku masuk ke mobilnya dan duduk di sampingnya. Tanpa bertanya dia melajukan mobilnya keluar dari kompleks rumah. Mobil melaju menuju pusat kota dengan lagu pop yang beberapa diantaranya malah bikin nyesek. Lagu-lagu asmara yang justru membuat hatiku terbenam jauh ke ruang hati yang lama terisi Yogi dan seluruh kenangannya. “Tumben jalanan rame ya?” ucap Mas Aji membuka pertanyaan di saat kami sama-sama terdiam. “Iya Mas, padahal bukan malam minggu lo,” jawabku asal. Kami berusaha berbicara yang ringan-ringan saja. Tantang lalu lintas kota, kantor, juga film terbaru bahkan politik praktis yang sedang banyak terjadi. Sedikitpun tak membicarakan pernikahan kami atau sesi pemotretan tadi. Murni hanya agar tak canggung lagi. Aku tahu dia mencoba memperba

